Menabung dan Berinvestasi

Menabung dan berinvestasi dapat diterima bila motivasinya benar: mendahulukan Allah di atas kekayaan dan tetap murah hati. Kitab Suci memperingatkan terhadap keserakahan dan kekayaan yang diperoleh dengan tergesa-gesa, serta menekankan ketekunan, perencanaan, dan pemeliharaan keluarga.

Apakah menabung dan berinvestasi sah menurut Kitab Suci?

Ayat-ayat yang tampaknya melarang menabung

“Jangan menimbun untuk dirimu sendiri harta di bumi, tempat ngengat dan karat merusak, dan tempat pencuri membongkar serta mencuri. Akan tetapi, kumpulkan untuk dirimu sendiri harta di surga, tempat ngengat dan karat tidak merusak, dan tempat pencuri tidak membongkar serta mencuri. Karena di tempat hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Matius 6:19-21)
“Tidak ada orang yang dapat melayani dua tuan karena ia akan membenci tuan yang satu dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada tuan yang satu dan meremehkan yang lain. Kamu tidak dapat melayani Allah dan mamon.” “Sebab itu Aku berkata kepadamu, jangan khawatir tentang hidupmu, apa yang akan kamu makan atau apa yang kamu minum. Demikian juga tentang tubuhmu, apa yang akan kamu pakai. Bukankah hidup lebih penting daripada makanan, dan tubuh daripada pakaian? Lihatlah burung-burung di langit yang tidak menabur, tidak menuai, dan tidak mengumpulkan ke dalam lumbung, tetapi Bapa surgawimu memberi mereka makan. Bukankah kamu lebih berharga daripada mereka? Siapakah di antara kamu yang karena khawatir dapat menambah sehasta pada usianya? Dan, tentang pakaian, mengapa kamu khawatir? Perhatikan bunga bakung di padang, bagaimana mereka tumbuh, mereka tidak bekerja dan juga tidak memintal, tetapi Aku mengatakan kepadamu bahwa Salomo dalam segala kemuliaannya pun tidak berpakaian seperti salah satu dari bunga-bunga itu. Jadi, jika Allah mendandani sedemikian rupa rumput di padang, yang ada hari ini dan besok dilemparkan ke dalam perapian, bukankah terlebih lagi Dia akan mendandani kamu, hai kamu yang kurang iman? Karena itu, jangan kamu khawatir dengan berkata, ‘Apa yang akan kami makan?’, atau ‘Apa yang akan kami minum?’, atau ‘Apa yang akan kami pakai?’ Sebab, bangsa-bangsa lain mencari-cari semua ini dan Bapa surgawimu tahu bahwa kamu membutuhkan semua ini. Akan tetapi, carilah dahulu Kerajaan dan kebenaran-Nya, dan semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:24-33)
Kemudian, lihat, seseorang datang kepada Yesus dan bertanya, “Guru, hal baik apa yang harus aku lakukan supaya mendapat hidup yang kekal?” Dan, Yesus berkata kepada orang itu, “Mengapa kamu bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya ada Satu yang baik. Namun, jika kamu mau masuk ke dalam hidup, taatilah perintah-perintah itu.” Orang itu bertanya kepada Yesus, “Perintah yang mana?” ‘Jawab Yesus, “Jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri, jangan memberi kesaksian palsu, hormatilah ayahmu dan ibumu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Orang muda itu berkata kepada-Nya, “Semua hal itu sudah aku taati, apa lagi yang masih kurang?” Yesus berkata kepadanya, “Jika kamu ingin sempurna, pergi dan juallah semua yang kamu miliki. Lalu, berikanlah kepada orang miskin, dan kamu akan memiliki harta di surga, dan mari ikutlah Aku.” (Matius 19:16-21)
Dia memerintahkan mereka untuk tidak membawa apa-apa dalam perjalanan, kecuali tongkat; tanpa roti, tanpa tas, tanpa uang dalam ikat pinggang mereka, (Markus 6:8)
Setelah mereka menarik perahu-perahu mereka ke darat, mereka meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Yesus. (Lukas 5:11)
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Sebab itu, Aku berkata kepadamu, jangan khawatir tentang hidupmu, tentang apa yang akan kamu makan. Atau, khawatir tentang tubuhmu, tentang apa yang akan kamu pakai. Sebab, hidup lebih penting daripada makanan dan tubuh lebih penting daripada pakaian. Lihatlah burung-burung gagak. Mereka tidak menabur atau menuai, mereka juga tidak mempunyai gudang atau lumbung, tetapi Allah memberi mereka makan. Kamu jauh lebih berharga daripada burung-burung itu. Siapakah di antara kamu yang karena khawatir dapat menambah sehasta saja pada umur hidupnya? Jika kamu tidak dapat melakukan hal-hal yang kecil ini, mengapa kamu mengkhawatirkan hal-hal yang lain? Perhatikanlah bunga bakung, bagaimana mereka tumbuh. Bunga-bunga itu tidak bekerja keras atau memintal, tetapi Aku mengatakan kepadamu, bahkan Salomo dalam kemuliaannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga-bunga itu. Jika Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini tumbuh dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan mendandanimu lebih daripada rumput itu? Hai, kamu yang kurang percaya! Jadi, janganlah kamu mencari apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum, dan janganlah mencemaskannya. Sebab, bangsa-bangsa di dunia mencari itu semua, tetapi Bapamu mengetahui bahwa kamu memerlukannya. Sebaliknya, carilah dahulu Kerajaan Allah, maka semuanya ini juga ditambahkan kepadamu.” “Jangan takut, hai kawanan kecil, karena Bapamu berkenan memberikan kepadamu Kerajaan itu. Juallah segala yang kamu miliki dan berilah sedekah. Buatlah bagimu kantong uang yang tidak dapat rusak, yaitu harta di surga yang tidak dapat hilang, yang tidak dapat diambil pencuri ataupun dirusak oleh ngengat. Sebab, di tempat hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Lukas 12:22-34)
Ada seorang pemimpin yang bertanya kepada Yesus, “Guru yang baik, apa yang harus kulakukan untuk dapat mewarisi hidup yang kekal?” Jawab Yesus kepadanya, “Mengapa kamu menyebut Aku baik? Tidak ada seorang pun yang baik kecuali Allah sendiri. Kamu mengetahui tentang hukum-hukum ini: ‘Jangan berzina, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan memberi kesaksian palsu, serta hormatilah ayah dan ibumu.’” Jawab orang itu, “Aku sudah menaati semua itu sejak aku masih muda.” Ketika Yesus mendengarnya, Dia berkata kepada orang itu, “Masih ada satu hal yang kurang. Juallah semua yang kamu miliki dan bagikanlah kepada orang-orang miskin, maka kamu akan mempunyai harta di surga; dan mari, ikutlah Aku.” Ketika orang itu mendengar perkataan Yesus itu, ia menjadi sangat sedih sebab ia sangat kaya. Kemudian Yesus memandangnya dan berkata, “Betapa sulitnya bagi orang-orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah! Bahkan, lebih mudah bagi seekor unta untuk masuk melalui lubang jarum daripada orang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Orang-orang yang mendengar perkataan itu berkata, “Kalau begitu, siapa yang bisa diselamatkan?” Jawab Yesus, “Apa yang mustahil bagi manusia adalah mungkin bagi Allah.” Lalu, Petrus berkata, “Lihatlah, kami sudah meninggalkan semua yang kami miliki dan mengikut Engkau.” Yesus berkata kepada mereka, “Aku mengatakan yang sesungguhnya kepadamu, tidak seorang pun yang telah meninggalkan rumah, istri, saudara-saudara, orang tua, atau anak-anaknya demi Kerajaan Allah, yang tidak akan menerima hal-hal itu berlipat ganda pada masa ini, dan pada masa yang akan datang, yaitu hidup yang kekal.” (Lukas 18:18-30)

Kita boleh menabung dan berinvestasi hanya jika kita juga memberi

Seorang dari antara orang banyak itu berkata kepada Yesus, “Guru, suruhlah saudaraku untuk berbagi warisan denganku.” Akan tetapi, Yesus berkata kepadanya, “Saudara, siapa yang mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?” Kemudian, Yesus berkata kepada mereka, “Berjaga-jagalah dan waspadalah atas segala bentuk keserakahan karena hidup seseorang tidak bergantung pada banyaknya harta yang ia miliki.” Lalu, Yesus menceritakan sebuah perumpamaan kepada mereka, “Ada tanah milik seorang yang sangat kaya yang menghasilkan banyak sekali hasil panen. Jadi, orang itu berpikir dalam hatinya, ‘Apa yang harus kulakukan karena aku tidak mempunyai tempat lagi untuk menyimpan hasil panenku?’ Dan, ia berkata, ‘Inilah yang akan aku lakukan. Aku akan membongkar lumbung-lumbungku dan membangun yang lebih besar. Di situ, aku akan menyimpan semua gandum dan barang-barangku. Lalu, aku berkata kepada jiwaku, ‘Hai jiwaku, engkau mempunyai banyak barang yang tersimpan untuk bertahun-tahun; beristirahatlah, makan, minum, dan bersenang-senanglah!’ Namun, Allah berkata kepada orang itu, ‘Hai, orang bodoh! Malam ini juga, jiwamu akan diambil darimu. Lalu, siapakah yang akan memiliki barang-barang yang kamu simpan itu?’ Demikianlah yang akan terjadi pada orang yang menyimpan harta bagi dirinya sendiri, tetapi tidaklah kaya di hadapan Allah.” (Lukas 12:13-21)

Perumpamaan tentang menabung dan berinvestasi

“Sebab, Kerajaan Surga sama seperti seseorang yang akan pergi ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan miliknya kepada mereka. Kepada yang seorang, ia memberikan 5 talenta. Kepada yang lainnya, 2 talenta, dan kepada yang lainnya lagi, 1 talenta. Masing-masing sesuai kemampuannya. Kemudian, ia pergi. Orang yang menerima 5 talenta itu langsung pergi, dan menjalankan talenta itu, dan ia menghasilkan 5 talenta lagi. Demikian juga orang yang menerima 2 talenta, ia juga menghasilkan 2 talenta lagi. Akan tetapi, orang yang menerima 1 talenta itu pergi, menggali lubang di tanah, dan menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu, tuan dari hamba-hamba itu datang dan mengadakan perhitungan dengan mereka. Orang yang telah menerima 5 talenta itu menghadap dan membawa 5 talenta lagi, katanya, ‘Tuan, engkau mempercayakan 5 talenta kepadaku. Lihatlah, aku telah menghasilkan 5 talenta lagi.’ Tuannya berkata kepadanya, ‘Bagus sekali, hamba yang baik dan setia. Kamu setia dengan hal-hal kecil, aku akan mengangkat engkau atas banyak hal, masuklah ke dalam sukacita tuanmu.’ Dan, orang yang menerima 2 talenta juga menghadap dan berkata, ‘Tuan, engkau mempercayakan 2 talenta kepadaku. Lihat, aku telah menghasilkan dua talenta lagi.’ Tuannya menjawab, ‘Bagus sekali, hamba yang baik dan setia. Kamu setia dengan hal-hal kecil, aku akan mengangkat engkau atas banyak hal, masuklah ke dalam sukacita tuanmu.’ Kemudian, orang yang menerima 1 talenta juga menghadap dan berkata, ‘Tuan, aku tahu engkau orang yang kejam, menuai di tempat yang engkau tidak menabur, dan mengumpulkan di tempat yang engkau tidak menyebarkan benih. Karena itu, aku takut, dan pergi dan menyembunyikan talentamu di dalam tanah. Lihat, engkau memiliki apa yang menjadi milikmu.’ Namun, tuannya menjawab dan berkata kepadanya, ‘Kamu hamba yang jahat dan malas! Kamu tahu bahwa aku menuai di tempat yang aku tidak menabur dan mengumpulkan di tempat yang aku tidak menyebarkan benih. Karena itu, seharusnya kamu menyimpan uangku di bank dan ketika aku kembali, aku akan menerima milikku kembali dengan bunganya. Ambillah 1 talenta itu darinya dan berikan kepada dia, yang memiliki 10 talenta itu. (Matius 25:14-28)
Oleh karena itu, Dia pun berkata, “Seorang bangsawan pergi ke negeri yang jauh untuk diangkat menjadi raja, dan sesudah itu ia akan pulang. Kemudian, tuan itu mengumpulkan sepuluh orang pelayannya dan memberi mereka uang sebesar 10 mina. Katanya kepada mereka, ‘Berdaganglah menggunakan uang ini sampai aku kembali.’ Akan tetapi, orang-orang sebangsanya membenci dia dan mengirimkan perwakilan setelah ia berangkat untuk berkata, ‘Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.’ Setelah diangkat menjadi raja, bangsawan itu kembali dan memerintahkan hamba-hamba yang telah diberinya uang itu dipanggil menghadapnya supaya ia dapat mengetahui berapa besar keuntungan yang mereka dapatkan dari berdagang. Pelayan yang pertama datang dan berkata, ‘Tuan, uang 1 mina milikmu itu telah menghasilkan 10 mina lagi.’ Raja itu berkata kepadanya, ‘Bagus sekali, hai kamu hamba yang baik! Karena kamu setia dalam urusan yang kecil, kamu akan memerintah atas sepuluh kota.’ Pelayan yang kedua pun datang dan berkata, ‘Tuan, uang 1 mina milikmu itu telah menghasilkan 5 mina.’ Lalu, sang raja berkata kepada hamba itu, ‘Berkuasalah kamu atas 5 kota.’ Kemudian, datanglah hamba yang satu lagi dan berkata, ‘Tuan, ini uang 1 mina milikmu yang aku simpan dalam sapu tangan. Aku takut kepadamu sebab engkau orang yang keras. Engkau mengambil apa yang tidak pernah engkau simpan dan memanen apa yang tidak pernah engkau tanam.’ Kemudian, raja itu berkata kepadanya, ‘Aku akan mengadilimu sesuai dengan perkataanmu, hai kamu hamba yang jahat! Jadi, kamu tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah kusimpan dan memanen apa yang tidak aku tanam? Kalau begitu, mengapa kamu tidak menaruh uangku di tempat orang menjalankan uang sehingga ketika aku kembali, aku akan menerima uangku itu beserta dengan bunganya?’ Lalu, raja itu berkata kepada orang-orang yang berdiri di situ, ‘Ambil mina itu darinya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai 10 mina.’ (Lukas 19:12-24)

Tujuan investasi

Tujuan investasi yang dapat diterima

Akan tetapi, jika seseorang tidak memelihara sanak keluarganya sendiri, khususnya keluarga dekatnya, berarti ia telah menyangkali imannya dan ia lebih buruk daripada orang yang tidak percaya. (1 Timotius 5:8)

Meninggalkan warisan

Meninggalkan warisan itu patut

Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar. (Amsal 13:22)
Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi istri yang bijaksana adalah dari TUHAN. (Amsal 19:14)
Pada hari-hari itu, Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Nabi Yesaya, anak Amos, datang menemuinya dan berkata, “Inilah firman TUHAN: ‘Sampaikan pesan terakhirmu kepada keluargamu karena kamu akan mati; kamu tidak akan sembuh.’” (Yesaya 38:1)
Sekarang, aku siap mengunjungi kamu untuk yang ketiga kalinya dan aku tidak akan menjadi beban bagimu karena aku tidak mencari apa yang kamu miliki, melainkan kamu. Sebab, anak-anak tidak wajib mengumpulkan harta untuk orang tuanya, tetapi orang tua untuk anak-anaknya. (2 Korintus 12:14)

Hukum warisan Perjanjian Lama

Bahkan, kamu boleh mewariskan budak-budak orang asing ini kepada anak-anakmu sebagai harta milik, mereka akan menjadi budakmu selamanya. Akan tetapi, terhadap sesamamu orang Israel, jangan memerintah mereka dengan kejam. (Imamat 25:46)
Katakanlah juga kepada umat Israel, ‘Apabila ada seseorang yang mati dan tidak memiliki anak laki-laki, kamu harus memberikan milik pusakanya kepada anak perempuannya. Jika dia tidak memiliki anak perempuan, kamu harus memberikan milik pusaka itu kepada saudara-saudaranya laki-laki. Jika dia tidak mempunyai saudara laki-laki, kamu harus memberikan tanah pusaka itu kepada saudara laki-laki dari ayahnya. Jika ayahnya tidak mempunyai saudara laki-laki, kamu harus memberikan milik pusaka itu kepada kerabat terdekat di antara keluarganya. Itulah ketetapan hukum bagi umat Israel seperti yang TUHAN perintahkan kepada Musa.’” (Bilangan 27:8-11)
Mereka berkata, “TUHAN telah memerintahkan tuan untuk memberikan tanah pusaka kami dengan membuang undi. Dan, TUHAN telah memerintahkan kepada tuan bahwa tanah pusaka milik Zelafehad, saudara kami, diberikan kepada anak-anaknya perempuan. Apabila anak Zelafehad tersebut menikah dengan seorang dari suku lain, tentunya tanah pusaka mereka akan diambil dari milik pusaka bapa leluhur kami lalu ditambahkan pada tanah pusaka suku yang akan dimasukinya, sehingga milik pusaka yang diundikan kepada kami akan berkurang. Pada tahun Yobel bagi umat Israel, tanah pusaka milik perempuan itu akan ditambahkan kepada tanah dari suku yang akan mereka masuki. Sedangkan, tanah pusaka milik leluhur kami akan berkurang.” Lalu, Musa memberikan perintah kepada umat Israel sesuai dengan perintah TUHAN, “Orang-orang dari keturunan Yusuf ini berkata yang benar. Inilah yang TUHAN perintahkan kepada anak-anak perempuan Zelafehad, ‘Kamu boleh menikah dengan siapa pun yang suka kepadamu, namun, kamu harus menikah dengan orang dari sukumu sendiri. Dengan demikian, tanah tidak akan beralih dari suku ke suku. Sebab, setiap umat Israel harus memelihara tanah pusaka milik nenek moyangnya. Jika seorang perempuan memperoleh tanah dari ayahnya, dia harus menikah dengan orang dari suku ayahnya. Dengan cara itu, setiap orang menjaga tanah pusaka milik nenek moyangnya. Sebab tanah pusaka itu tidak dapat dialihkan dari suku ke suku di tengah orang Israel. Setiap orang Israel menjaga tanah milik nenek moyangnya.’” (Bilangan 36:2-9)
Mereka akan memakan bagian yang sama, kecuali jika dia menerima dari penjualan harta leluhurnya. (Ulangan 18:8)
Jika seseorang memiliki dua istri, yang seorang dicintai dan yang lain tidak dicintai, dan keduanya, baik yang dicintai dan yang tidak dicintai melahirkan seorang anak laki-laki baginya, dan anak sulung lahir dari istri yang tidak dicintainya. Suatu saat nanti, ketika orang itu membagikan harta warisan kepada anak-anaknya, dia tidak dapat memberikan hak anak sulung kepada anak yang lahir dari istri yang dicintainya. Dia harus menerima anak laki-laki pertama dari istri yang tidak dicintainya dengan memberikan kepada anak sulungnya dua kali lipat dari setiap yang dimilikinya karena anak itulah anak sulungnya. Hak sebagai anak sulung berlaku padanya. (Ulangan 21:15-17)
Demikianlah firman Tuhan ALLAH, “Jika pemimpin itu memberikan hadiah kepada salah satu anaknya, warisan itu akan menjadi hak milik anaknya; itulah harta mereka menurut milik pusaka. Akan tetapi, jika pemimpin memberikan hadiah dari milik pusakanya kepada salah satu budaknya, hadiah itu akan menjadi milik budak hingga tahun pembebasan. Lalu, hadiah itu akan kembali kepada pemimpin; tetapi milik pusakanya akan menjadi milik anaknya. Pemimpin tidak akan mengambil apa pun dari milik pusaka rakyat dan menindas mereka keluar dari tanah milik mereka. Dia akan memberikan milik pusaka kepada anak-anaknya dari harta miliknya sendiri sehingga umat-Ku tidak akan dicerai-beraikan, siapa pun dari harta miliknya.” (Yehezkiel 46:16-18)

Tuhan dan persepuluhan adalah milik pusaka orang Lewi

TUHAN berkata kepada Harun, “Kamu tidak akan mendapat bagian dari tanah pusaka di tengah mereka. Bagimu, Akulah bagianmu dan warisanmu. Bangsa Israel akan memberikan sepersepuluh dari segala sesuatu yang dimilikinya kepada keturunan Lewi, sebagai pengganti dari pelayanan yang mereka lakukan di tenda pertemuan. Namun, orang Israel yang lain tidak boleh mendekati tenda pertemuan sebab mereka akan berdosa dan mati! Akan tetapi, orang Lewi akan melakukan pelayanan mengurus tenda pertemuan dan harus bertanggung jawab atas kesalahannya. Itulah peraturan yang berlaku selamanya dari generasi ke generasi. Mereka tidak akan mendapat tanah pusaka di tengah orang Israel. Umat Israel harus mempersembahkan sepersepuluh kepada TUHAN. Aku memberikannya kepada orang Lewi sebagai milik pusaka. Karena itulah Aku berkata demikian tentang mereka: ‘Mereka tidak akan memperoleh pusaka di Israel.’” (Bilangan 18:20-24)
“Ini akan menjadi warisan mereka: Akulah warisan mereka. Dan, kamu tidak akan memberi mereka tanah milik di Israel; Akulah kepunyaan mereka. Mereka akan makan persembahan biji-bijian, persembahan penebus dosa, dan persembahan penghapus salah, dan setiap hal yang dikhususkan di Israel akan menjadi milik mereka. Dan, buah sulung dari semua jenis hasil panen pertama, dan setiap persembahan dari semua jenis persembahanmu, akan menjadi milik imam. Kamu juga akan memberikan kepada para imam adonan pertamamu, supaya berkat akan tinggal di rumahmu. (Yehezkiel 44:28-30)

Contoh meninggalkan warisan

Lalu, Abram berkata, “Ya, Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku sebab aku tidak punya anak dan ahli waris rumahku adalah Eliezer, orang Damsyik itu?” Kata Abram lagi, “Lihatlah, karena Engkau tidak memberikan keturunan kepadaku, sesungguhnya orang yang lahir di rumahku adalah ahli warisku.” Namun, lihatlah, firman TUHAN datang kepadanya, kata-Nya, “Orang itu tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan dia yang keluar dari tubuhmu sendirilah yang akan menjadi ahli warismu.” (Kejadian 15:2-4)
TUHAN sangat memberkati tuanku dan dia telah menjadi kaya. Dia telah memberinya kawanan domba dan sapi, perak dan emas, hamba-hamba laki-laki maupun perempuan, serta banyak unta dan keledai. Sara, istri tuanku itu melahirkan seorang anak laki-laki baginya pada masa tuanya. Dia telah memberikan segala sesuatu yang menjadi miliknya kepada anak itu. (Kejadian 24:35-36)
Abraham memberikan segala sesuatu yang dimilikinya kepada Ishak. (Kejadian 25:5)
Rahel dan Lea berkata kepada Yakub, “Apakah masih ada bagian atau warisan bagi kami dalam rumah ayah kami? Bukankah kami ini dianggapnya orang asing? Sebab, dia telah menjual kami dan telah menghabiskan uang kami itu. Karena itu, segala kekayaan yang diambil Allah dari ayah kami adalah milik kami dan anak-anak kami. Sekarang, lakukanlah apa pun yang dikatakan Allah kepadamu.” (Kejadian 31:14-16)
Kemudian, Israel berkata kepada Yusuf, “Lihatlah, aku hampir mati, tetapi Allah akan menyertaimu dan membawamu kembali ke tanah nenek moyangmu. Lebih lagi, aku telah memberikan kepadamu lebih besar dari saudaramu, yaitu wilayah yang aku rebut dengan pedang dan panah dari orang-orang Amori.” (Kejadian 48:21-22)
Tulang-tulang Yusuf, yang dibawa orang Israel keluar dari Mesir, dikuburkan di sebidang tanah yang dibeli Yakub dari anak-anak Hemor, nenek moyang Sikhem, dengan harga seratus kesita. Tanah itu menjadi milik pusaka keturunan Yusuf. (Yosua 24:32)
Lalu, Boas berkata, “Pada hari engkau membeli tanah itu dari tangan Naomi, engkau juga harus mendapatkan Rut, perempuan Moab, janda dari orang yang mati itu, untuk melanjutkan nama orang itu melalui milik pusakanya.” Penebus itu menjawab, “Aku tidak dapat menebusnya untuk diriku sendiri, sebab aku akan merusak milik pusakaku sendiri. Ambillah hakku untuk menebus bagi dirimu sendiri apa yang seharusnya aku tebus, sebab aku tidak dapat menebusnya.” Inilah adat istiadat zaman dahulu di Israel tentang hal menebus dan menukar untuk mengakhiri suatu perkara, seorang laki-laki harus melepaskan sandalnya dan memberikannya kepada pihak lain. Inilah cara pengesahan perkara di Israel. Karena itu, penebus itu berkata kepada Boas, “Belilah untuk dirimu sendiri.” Lalu, dia melepaskan sandalnya. Kemudian, Boas berkata kepada para tua-tua dan semua orang di situ, “Pada hari ini, engkau semua menjadi saksi bahwa aku telah membeli dari tangan Naomi semua yang menjadi milik Elimelekh dan semua yang menjadi milik Kilyon dan Mahlon. Selain itu, Rut, perempuan Moab itu, janda Mahlon, telah aku beli menjadi istriku untuk melanjutkan nama orang yang telah mati itu melalui milik pusakanya supaya nama orang yang sudah mati itu tidak akan putus dari antara saudara-saudara dan pintu gerbang dari tempat asalnya. Pada hari ini, engkau semua telah menjadi saksi.” (Rut 4:5-10)
Ayahnya memberi mereka banyak pemberian, yaitu perak, emas, dan barang-barang berharga, serta kota-kota berkubu di Yehuda. Namun, dia memberikan kerajaan itu kepada Yoram karena dialah anak sulungnya. (2 Tawarikh 21:3)
Ada kemalangan menyedihkan yang aku lihat di bawah matahari, yaitu kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kemalangan mereka sendiri. Kekayaannya itu lenyap karena pekerjaan yang mencelakakan. Walaupun dia menanggung seorang putra, tidak ada apa pun di tangannya. (Pengkhotbah 5:13-14)
Hikmat, seperti warisan, adalah suatu keuntungan bagi mereka yang melihat matahari. (Pengkhotbah 7:11)

Salah satu berkat ketaatan yang saleh adalah dapat meninggalkan dan menerima warisan

Sekarang, di hadapan seluruh Israel, umat TUHAN, dan dengan didengar oleh Allah kita, aku berkata kepadamu, ‘Peliharalah dan carilah segala perintah TUHAN, Allahmu, supaya kamu tetap memiliki tanah yang baik ini dan mewariskannya kepada anak-anakmu sampai selama-lamanya.’ (1 Tawarikh 28:8)
Oleh karena itu, jangan berikan anak perempuanmu kepada anak laki-laki mereka dan jangan mengambil anak perempuan mereka untuk anak laki-lakimu. Jangan mengusahakan kedamaian atau kesejahteraan mereka sampai selama-lamanya, supaya kamu kuat dan makan hasil tanah yang baik dari negeri itu, serta meninggalkannya sebagai warisan untuk anak cucumu selama-lamanya.’ (Ezra 9:12)
Siapa orang yang takut akan TUHAN? Dia akan menunjukkan jalan yang seharusnya dia pilih. Jiwanya akan bermalam dalam kebahagiaan, dan keturunannya akan mewarisi bumi. (Mazmur 25:12-13)
Hamba yang berakal budi akan berkuasa atas anak yang membuat malu, dan akan mendapat bagian warisan di antara saudara-saudara. (Amsal 17:2)

Perumpamaan dengan gambaran menabung dan berinvestasi

Kemudian Yesus berkata, “Ada seseorang yang mempunyai dua anak laki-laki. Anak yang bungsu berkata kepada ayahnya, ‘Ayah, berikan kepadaku bagian harta yang menjadi milikku.’ Maka, ayahnya pun membagi kekayaannya kepada kedua anaknya. Tidak lama kemudian, anak bungsu itu mengumpulkan semua miliknya, lalu pergi ke negeri yang jauh dan di sana ia menghambur-hamburkan miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Ketika ia sudah menghabiskan semuanya, terjadilah bencana kelaparan yang hebat di negeri itu, dan ia pun mulai berkekurangan. Jadi, pergilah ia dan bekerja pada seorang penduduk negeri itu, yang menyuruhnya ke ladang untuk memberi makan babi-babinya. Ia ingin sekali mengisi perutnya dengan buah karob yang dimakan babi-babi itu, tetapi tidak ada seorang pun yang memberi kepadanya. Ketika anak bungsu itu sadar, ia berkata, ‘Betapa banyaknya pekerja-pekerja ayahku yang memiliki makanan yang berlimpah-limpah, tetapi aku di sini hampir mati kelaparan. Aku akan bangun dan kembali kepada ayahku. Aku akan berkata kepadanya: Ayah, aku sudah berdosa terhadap surga dan di hadapanmu. Aku tidak lagi pantas disebut anakmu, jadikanlah aku sebagai salah seorang pekerjamu.’ Maka, berdirilah ia dan pergi kepada ayahnya. Akan tetapi, ketika anak itu masih sangat jauh, ayahnya melihat dia dan dengan penuh belas kasihan, ayahnya itu berlari lalu memeluk dan menciumnya. Kemudian, anak itu berkata kepada ayahnya, ‘Ayah, aku sudah berdosa terhadap surga dan di hadapanmu. Aku tidak lagi pantas disebut anakmu.’ Namun, ayahnya itu berkata kepada pelayan-pelayannya, ‘Cepat! Bawalah jubah yang terbaik lalu pakaikanlah kepadanya. Pakaikan juga cincin di jari tangannya dan sandal di kakinya. Bawalah kemari anak sapi yang gemuk dan sembelihlah. Mari kita makan dan bergembira, karena anakku ini telah mati, tetapi sekarang hidup kembali! Ia telah hilang, tetapi sekarang telah ditemukan!’ Maka mereka pun mulai bergembira.” “Waktu itu, si anak sulung sedang berada di ladang, dan ketika ia sudah berada di dekat rumahnya, ia mendengar suara musik dan tari-tarian. Jadi, ia memanggil salah satu dari hamba-hamba itu dan bertanya tentang apa yang sedang terjadi. Jawab pelayan itu kepadanya, ‘Adikmu sudah datang, dan ayahmu menyembelih anak sapi yang gemuk, karena ia kembali dengan selamat.’ Namun, anak sulung itu marah dan tidak mau masuk sehingga ayahnya keluar dan membujuknya. Akan tetapi, ia berkata kepada ayahnya, ‘Bertahun-tahun aku telah bekerja melayanimu dan tidak pernah mengabaikan perintahmu, tetapi engkau bahkan tidak pernah memberiku seekor kambing muda supaya aku bisa berpesta dengan teman-temanku. Namun, ketika anakmu itu pulang setelah menghabiskan hartamu dengan pelacur-pelacur, ayah menyembelih anak sapi yang gemuk untuknya.’ Maka, ayahnya menjawab kepadanya, ‘Anakku, kamu selalu bersamaku, dan semua kepunyaanku adalah milikmu. (Lukas 15:11-31)

Yesus menjawab pertanyaan tentang warisan

Seorang dari antara orang banyak itu berkata kepada Yesus, “Guru, suruhlah saudaraku untuk berbagi warisan denganku.” Akan tetapi, Yesus berkata kepadanya, “Saudara, siapa yang mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?” Kemudian, Yesus berkata kepada mereka, “Berjaga-jagalah dan waspadalah atas segala bentuk keserakahan karena hidup seseorang tidak bergantung pada banyaknya harta yang ia miliki.” (Lukas 12:13-15)

Warisan yang diberikan terlalu cepat tidak akan menjadi berkat

Warisan yang diperoleh dengan cepat pada mulanya tidak akan diberkati pada akhirnya. (Amsal 20:21)

Sudah menjadi kebiasaan mengangkat wali sampai ahli waris cukup dewasa untuk mengelola harta

Yang kumaksud, selama ahli waris itu masih anak-anak, ia tidak ada bedanya dengan budak walaupun ia adalah pemilik segala sesuatu. Ia berada di bawah kuasa pengawas dan pengurus rumah tangga sampai waktu yang telah ditetapkan oleh ayahnya. (Galatia 4:1-2)

Sia-sia bekerja keras untuk meninggalkan warisan bagi orang bebal atau bila tidak ada ahli waris

Aku membenci segala kerja kerasku yang kuusahakan di bawah matahari karena aku harus meninggalkannya kepada orang yang datang sesudah aku. Siapa yang tahu apakah dia akan menjadi orang berhikmat atau orang bodoh? Namun, dia akan berkuasa atas segala kerja keras yang telah kuusahakan dengan hikmat di bawah matahari. Ini pun kesia-siaan. Karena itu, aku berpaling, dan hatiku berputus asa terhadap segala kerja keras yang telah kuusahakan di bawah matahari. Sebab, ada orang yang bekerja keras dengan hikmat, pengetahuan, dan keahlian, lalu dia memberikan bagiannya kepada orang lain yang tidak bekerja keras untuk itu. Ini pun kesia-siaan dan kejahatan besar. (Pengkhotbah 2:18-21)
Ada seseorang tanpa orang kedua. Dia pun tidak memiliki anak laki-laki ataupun saudara laki-laki. Namun, segala kerja kerasnya tidak ada akhirnya, dan matanya pun tidak pernah puas dengan kekayaan. “Untuk siapa aku bekerja keras dan menghilangkan kesenangan diri sendiri?” Ini pun kesia-siaan, dan ini adalah pekerjaan yang menyulitkan. (Pengkhotbah 4:8)

Tujuan investasi yang tidak dapat diterima

Keinginan untuk menjadi kaya

Orang yang ingin menjadi kaya jatuh ke dalam pencobaan dan jebakan, serta berbagai nafsu yang bodoh dan membahayakan yang akan menenggelamkan orang-orang ke dalam kehancuran dan kebinasaan. (1 Timotius 6:9)

Bila kita ingin menjadi kaya, kita mencintai uang

Sebab, cinta akan uang adalah akar dari segala macam kejahatan. Orang-orang yang memburu uang telah menyimpang dari iman dan menyiksa diri sendiri dengan berbagai dukacita. (1 Timotius 6:10)

Jauhilah godaan untuk menjadi kaya

Akan tetapi, kamu sebagai manusia dari Allah, jauhkanlah dirimu dari semuanya itu. Kejarlah kebenaran, kesalehan, iman, kasih, ketabahan, dan kelembutan. (1 Timotius 6:11)

Sembahlah Tuhan saja

Sekali lagi, Iblis membawa Yesus ke atas bukit yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia beserta kemegahannya, dan berkata kepada-Nya, “Semuanya ini akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud dan menyembahku.” Kemudian, Yesus berkata kepadanya, “Enyahlah, Satan! Ada tertulis, ‘Kamu harus menyembah Tuhan Allahmu dan kepada-Nya saja kamu beribadah.’” (Matius 4:8-10)
Kemudian, Iblis membawa Yesus ke tempat yang tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia secara sekilas. Lalu, Iblis berkata kepada-Nya, “Aku akan memberi-Mu kuasa dan kemuliaan atas semua tempat itu, sebab semuanya telah diberikan kepadaku. Dan, aku memberikannya kepada siapa saja yang aku inginkan. Jadi, jika Engkau menyembahku, semuanya itu akan menjadi milik-Mu.” Lalu, Yesus menjawab, “Ada tertulis, ‘Kamu harus menyembah Tuhan Allahmu, dan hanya kepada-Nya kamu harus berbakti.’” (Lukas 4:5-8)

Menabung

Harta benda yang berharga dan minyak ada di tempat tinggal orang berhikmat, tetapi orang bodoh memboroskannya. (Amsal 21:20)
Ada empat yang kecil di atas bumi, tetapi mereka sangat bijaksana: Semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi menyediakan makanannya pada musim panas; (Amsal 30:24-25)

Contoh menabung untuk kebutuhan masa depan

Lalu, hendaklah Firaun menunjuk para pengawas atas tanah ini dan mengambil seperlima bagian dari hasil tanah Mesir selama tujuh tahun kelimpahan itu. Biarlah mereka mengumpulkan segala makanan dalam tahun-tahun yang baik, yang akan datang ini, dan menimbun gandum di bawah tangan Firaun. Biarlah mereka menyimpan makanan di kota-kotanya. Makanan itu akan menjadi persediaan untuk tanah ini, selama tujuh tahun kelaparan yang akan terjadi di tanah Mesir supaya tanah ini tidak dibinasakan oleh kelaparan itu.” (Kejadian 41:34-36)

Kerangka Allah untuk investasi yang berhasil

Ketahuilah di mana Tuhan ingin engkau berinvestasi

Beginilah perkataan TUHAN, Penebusmu, Yang Kudus dari Israel, “Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajarmu untuk mendapatkan faedah, yang menuntunmu di jalan yang harus kamu lalui. (Yesaya 48:17)

Diversifikasi

Berikanlah bagian kepada tujuh, bahkan delapan orang, karena kamu tidak tahu kemalangan apa yang akan terjadi di atas bumi. (Pengkhotbah 11:2)

Usaha / pekerjaan sebelum memiliki rumah

Sediakanlah pekerjaanmu di luar, dan siapkanlah itu di ladang; sesudah itu, bangunlah rumahmu. (Amsal 24:27)

Mereka yang memiliki rumah

Ketika Yesus tiba di rumah Petrus, Ia melihat ibu mertuanya sedang terbaring dan demam. (Matius 8:14)
Segera setelah Yesus dan murid-murid-Nya meninggalkan sinagoge, mereka masuk ke rumah Simon dan Andreas, bersama Yakobus dan Yohanes. (Markus 1:29)
Kemudian, Yesus meninggalkan rumah ibadah itu dan pergi ke rumah Simon. Saat itu, ibu mertua Simon sedang demam tinggi, karena itu mereka meminta Yesus untuk menyembuhkannya. (Lukas 4:38)

Mereka yang tidak memiliki rumah

Dan, Yesus berkata kepadanya, “Rubah mempunyai liang dan burung di langit mempunyai sarang. Akan tetapi, Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” (Matius 8:20)
Paulus tinggal selama dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri dan menyambut semua orang yang datang kepadanya, (Kisah Para Rasul 28:30)

Hindari investasi yang berisiko

Ada kemalangan menyedihkan yang aku lihat di bawah matahari, yaitu kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kemalangan mereka sendiri. Kekayaannya itu lenyap karena pekerjaan yang mencelakakan. Walaupun dia menanggung seorang putra, tidak ada apa pun di tangannya. (Pengkhotbah 5:13-14)
Ini pun suatu kemalangan yang menyedihkan: Dalam segala cara dia datang, begitu juga dia akan pergi. Apa keuntungan orang yang bekerja keras untuk angin? (Pengkhotbah 5:16)

Jadilah orang yang tekun dan sabar

Rancangan orang rajin pasti menuntun ke kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa pasti mendatangkan kekurangan. (Amsal 21:5)

Jangan tergesa-gesa

Rancangan orang rajin pasti menuntun ke kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa pasti mendatangkan kekurangan. (Amsal 21:5)
Orang yang setia akan memperoleh banyak berkat, tetapi dia yang tergesa-gesa menjadi kaya tidak akan terlepas dari hukuman. (Amsal 28:20)
Orang yang jahat matanya tergesa-gesa mengejar harta, dan tidak mengetahui bahwa kemiskinan akan menimpanya. (Amsal 28:22)

Waktu itu penting

Ada masa tertentu untuk segala sesuatu, dan ada waktu yang tepat untuk segala sesuatu di bawah langit. (Pengkhotbah 3:1)

Ketahuilah kondisi keuangan untuk mencukupi kebutuhan dan mencapai tujuan

Kenallah baik-baik keadaan kawanan dombamu, dan taruhlah hati pada kawanan ternakmu. Sebab, harta benda tidaklah abadi, dan tidak pula mahkota bertahan dari generasi ke generasi. Ketika rumput menghilang, tunas muda muncul, dan tumbuh-tumbuhan gunung dikumpulkan, domba-domba muda akan menyediakan pakaianmu, dan kambing-kambing jantan menjadi harga untuk ladang. Akan ada cukup susu kambing untuk makananmu dan makanan keluargamu, dan penghidupan bagi pelayan-pelayanmu perempuan. (Amsal 27:23-27)
Siapakah di antara kamu yang ingin mendirikan sebuah menara, tetapi tidak duduk terlebih dahulu dan menghitung biaya untuk mengetahui apakah ia memiliki cukup uang untuk menyelesaikannya? Jika tidak demikian, ketika ia meletakkan fondasi dan tidak sanggup menyelesaikannya, semua orang yang melihatnya akan menertawakan dia. (Lukas 14:28-29)

Perencanaan dan keteraturan dianjurkan

Rancangan teguh karena pertimbangan; karena itu, lakukanlah peperangan dengan tuntunan. (Amsal 20:18)
Rancangan orang rajin pasti menuntun ke kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa pasti mendatangkan kekurangan. (Amsal 21:5)
Dengan hikmat, rumah dibangun, dan dengan pengertian, ia ditegakkan; dengan pengetahuan, kamar-kamar diisi dengan segala harta benda yang berharga dan indah. (Amsal 24:3-4)
Namun, semuanya harus dilakukan dengan sopan dan teratur. (1 Korintus 14:40)
Sebab, Allah bukanlah Allah dari kekacauan, melainkan damai sejahtera, sama seperti dalam semua jemaat orang-orang kudus. (1 Korintus 14:33)

Petunjuk bagi investor yang berhasil

Jangan sombong

Beginilah firman TUHAN, “Janganlah orang bijaksana membanggakan diri karena hikmatnya, janganlah orang kuat membanggakan diri karena kekuatannya, janganlah orang kaya membanggakan diri karena kekayaannya. Akan tetapi, biarlah orang yang berbangga, berbangga akan hal ini: bahwa dia mengerti dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN, yang menunjukkan kasih, keadilan, dan kebenaran di bumi. Sebab, dalam hal-hal itulah Aku senang,” firman TUHAN. (Yeremia 9:23-24)
Sementara itu, perintahkan orang-orang kaya di zaman ini agar tidak sombong atau menaruh harapan pada kekayaan yang tidak pasti, tetapi taruhlah harapan kepada Allah, yang dengan melimpah menyediakan segala sesuatu bagi kita untuk dinikmati. (1 Timotius 6:17)
Biarlah saudara yang hidup sederhana bangga dalam kedudukannya yang tinggi, dan orang kaya dalam kedudukannya yang rendah, sebab seperti bunga rumput, dia akan lenyap. Sebab, matahari terbit dengan panasnya yang semakin terik, dan melayukan rumput, bunganya gugur, dan keindahannya pun lenyap. Demikian juga, orang kaya akan lenyap di tengah-tengah usahanya. (Yakobus 1:9-11)

Jangan mengandalkan kekayaan

Karena kamu percaya pada perbuatan-perbuatan dan kekayaanmu, kamu juga akan direbut; dan Kamos akan dibawa ke tempat pembuangan, bersama para imam dan pemimpinnya. (Yeremia 48:7)
Mengapa kamu menyombongkan lembah-lembahmu, yang mengalirkan air, hai anak-anak perempuan yang murtad, yang percaya pada kekayaannya dengan berkata, ‘Siapa yang akan datang melawanku?’ Ketahuilah, Aku akan mendatangkan kengerian ke atasmu,” firman TUHAN, Allah semesta alam, “dari semua yang ada di sekelilingmu, dan kamu akan dihalau, masing-masing ke arah depannya, dan tidak seorang pun akan mengumpulkan para pelarian itu. (Yeremia 49:4-5)
Sementara itu, perintahkan orang-orang kaya di zaman ini agar tidak sombong atau menaruh harapan pada kekayaan yang tidak pasti, tetapi taruhlah harapan kepada Allah, yang dengan melimpah menyediakan segala sesuatu bagi kita untuk dinikmati. (1 Timotius 6:17)

Berilah dengan murah hati

Perintahkan mereka untuk berbuat baik, menjadi kaya dalam perbuatan-perbuatan baik, menjadi orang yang murah hati, dan siap berbagi. (1 Timotius 6:18)

Jangan menjadi sulit dijangkau

Celakalah mereka yang menyerobot rumah demi rumah, yang mencaplok ladang demi ladang, sampai tidak ada lagi tempat sehingga tinggal kamu sendiri yang ada di negeri itu. (Yesaya 5:8)

Prinsip umum investasi

Bayarlah harga yang wajar untuk sebuah investasi

Janganlah merugikan sesamamu ketika kamu menjual sesuatu padanya ataupun membeli sesuatu darinya. Jika kamu membeli sesuatu dari sesamamu, kamu harus membayarnya menurut jumlah tahun setelah tahun Yobel, sementara orang itu harus menjualnya kepadamu menurut jumlah tahun panen. Semakin banyak jumlah tahun setelah tahun Yobel, semakin tinggi harga jualnya. Semakin sedikit jumlah tahunnya, semakin rendah harga jualnya. Sebab, itulah jumlah hasil panen yang dijual orang itu kepadamu. Jangan saling merugikan. Takutlah akan Allahmu. Sebab, Akulah TUHAN, Allahmu. (Imamat 25:14-17)

Sebagian orang menipu agar tidak membayar harga yang wajar

“Jelek, jelek,” kata pembeli, tetapi sesudah dia pergi, dia membanggakan diri. (Amsal 20:14)

Istri boleh berinvestasi

Istri yang cakap, siapa dapat menemukan? Dia jauh lebih berharga daripada permata. (Amsal 31:10)
Dia menimbang-nimbang ladang, lalu membelinya; dengan hasil tangannya, dia menanami kebun anggur. (Amsal 31:16)
Dia membuat pakaian-pakaian dari linen, lalu menjualnya; dia menyerahkan ikat-ikat pinggang kepada para pedagang. (Amsal 31:24)

Meminjamkan

Orang percaya Perjanjian Lama harus meminjamkan kepada saudara seiman yang berkekurangan

Jika di antara kamu ada orang miskin, yaitu salah seorang saudaramu yang tinggal di kota mana pun di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, jangan keraskan hatimu dan jangan tutup tanganmu terhadap saudaramu yang miskin itu. Sebaliknya, kamu harus membuka tanganmu baginya dan meminjamkan kepada mereka yang memerlukan dengan murah hati. Jagalah hatimu supaya jangan muncul dalam hatimu pikiran jahat, “Tahun ketujuh, tahun pembebasan sudah dekat”, dan kamu memusuhi saudaramu yang miskin itu. Kamu tidak memberikan sesuatu kepadanya. Kemudian, dia berseru kepada TUHAN tentang kamu, maka hal itu menjadi dosa bagimu. (Ulangan 15:7-9)

Orang yang meminjamkan diberkati

Itu baik bagi orang yang berbelas kasih meminjamkan, yang menangani urusannya dengan keadilan. (Mazmur 112:5)

Perjanjian Baru memperluas kewajiban kepada mereka yang meminta pinjaman

Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan jangan menolak orang yang ingin meminjam darimu.” (Matius 5:42)

Tidak boleh memungut bunga

Jika kamu meminjamkan uang kepada umat-Ku yang miskin di antaramu, kamu tidak boleh bertindak seperti penagih utang terhadapnya dan kamu juga tidak boleh menetapkan bunga kepadanya. (Keluaran 22:25)
Jika saudaramu menjadi miskin dan tidak dapat lagi hidup di antaramu, kamu harus menopangnya, sebagaimana layaknya terhadap orang asing atau pendatang, sehingga ia dapat bertahan hidup di antaramu. Jangan membebankan riba kepadanya, tetapi takutlah akan Allahmu, supaya saudaramu bisa hidup bersamamu. Jangan meminjamkan uangmu kepadanya dengan bunga. Jangan berusaha mengambil keuntungan dari makanan yang kamu berikan kepadanya. (Imamat 25:35-37)
Janganlah kamu membungakan kepada saudaramu, baik berupa uang, makanan, atau segala sesuatu yang dapat dibungakan. (Ulangan 23:19)

Contoh pelanggaran hukum ini

Ada yang berkata, “Kami sudah menggadaikan ladang, kebun anggur, dan rumah kami untuk memperoleh gandum karena ini adalah masa paceklik.” Ada juga yang berkata, “Kami harus meminjam uang untuk membayar pajak kepada raja atas ladang dan kebun anggur. Sekarang, kami ini sedarah daging dengan saudara-saudara kami, anak-anak kami sama seperti anak-anak mereka. Namun, kami memaksa anak laki-laki dan anak perempuan kami menjadi budak. Beberapa anak perempuan kami sudah dibawa ke tempat perbudakan, tetapi kami tidak dapat berbuat apa-apa karena ladang dan kebun anggur kami sudah dimiliki orang lain.” Aku sangat marah ketika mendengar teriakan dan perkataan mereka. Aku mempertimbangkan hal ini dalam hati dan menegur para pembesar dan penguasa, dan berkata kepada mereka, “Masing-masing kamu telah menuntut riba dari saudaramu.” Oleh karena itu, aku mengadakan sidang jemaat yang besar melawan mereka. Aku berkata kepada mereka, “Kami sedapat mungkin sudah menebus saudara-saudara kami orang Yahudi yang dijual kepada bangsa-bangsa lain. Namun, sekarang kamu malah menjual saudara-saudaramu untuk dijual kepada kami!” Mereka tidak berkata apa-apa dan tidak membantah. Aku berkata, “Perbuatan yang kamu lakukan itu tidak baik. Bukankah kamu harus takut kepada Allah kita untuk menghindar dari celaan bangsa-bangsa lain, musuh-musuh kita? Aku, saudara-saudaraku, dan hamba-hambaku, sudah meminjamkan uang dan gandum kepada mereka. Mari kita hapuskan utang mereka. Kembalikan kepada mereka hari ini juga ladang, kebun anggur, kebun zaitun, dan rumah mereka, juga 1/100 dari uang, gandum, air anggur, dan minyak yang kamu tagih dari mereka.” Mereka berkata, “Kami akan mengembalikannya dan kami tidak akan meminta apa pun dari mereka. Kami akan melakukan seperti yang engkau katakan.” Lalu, aku memanggil para imam dan meminta mereka bersumpah bahwa mereka akan berbuat sesuai dengan janji tersebut. (Nehemia 5:3-12)

Diberkati bila tidak memungut bunga

Kamu boleh membungakan kepada orang asing, tetapi kepada saudaramu janganlah kamu membebankan bunga. Dengan demikian, TUHAN, Allahmu, akan memberkatimu dalam segala sesuatu yang kamu kerjakan di negeri yang kamu masuki untuk kamu miliki. (Ulangan 23:20)
Nyanyian Daud. Ya TUHAN, siapa yang boleh menumpang di dalam tenda-Mu? Siapa yang boleh tinggal di gunung-Mu yang kudus? yang tidak meminjamkan uangnya dengan bunga, dan tidak menerima suap untuk melawan orang tidak bersalah. Dia yang melakukan semuanya itu, takkan pernah goyah selama-lamanya. (Mazmur 15:1, 5)
...dan tidak menindas siapa pun, tetapi mengembalikan kepada orang yang berutang jaminannya, tidak melakukan perampokan, memberikan rotinya kepada orang lapar, dan memberi pakaian kepada orang yang telanjang, tidak mendapatkan riba dari pinjaman atau mengambil untung, menahan tangannya dari ketidakadilan, dan melakukan penghakiman yang adil di antara manusia dan manusia, dan berjalan menurut ketetapan-ketetapan-Ku serta menjaga peraturan-peraturan-Ku dengan bertindak setia, orang itu adalah orang benar dan pastilah dia akan hidup,” firman Tuhan ALLAH.” “Jika dia memiliki seorang anak laki-laki yang bengis, seorang penumpah darah, yang melakukan salah satu dari hal-hal tadi, — walaupun sang ayah sendiri tidak melakukan salah satu dari hal-hal tadi — bahkan makan di atas gunung-gunung, menajiskan istri sesamanya, menindas orang miskin dan orang yang membutuhkan, melakukan perampokan, tidak mengembalikan barang jaminan, mengarahkan matanya kepada berhala-berhala, dan melakukan kekejian, mendapat riba atas pinjaman dan mendapatkan keuntungan, akankah ia hidup? Dia telah melakukan semua kekejian ini, ia pasti akan mati, darahnya akan ditanggungkan ke atasnya sendiri.” “Sesungguhnya, seandainya dia memiliki anak yang melihat semua dosa ayahnya, mengetahuinya, tetapi tidak melakukan hal yang sama: ia tidak makan di gunung-gunung, atau mengarahkan matanya kepada berhala-berhala keturunan Israel, tidak menajiskan istri sesamanya, tidak menindas seseorang, tidak menahan barang jaminan, tidak melakukan perampokan, tetapi memberikan rotinya kepada orang yang lapar dan menutupi orang yang telanjang dengan pakaian, menahan tangannya dari orang miskin, tidak menerima riba maupun keuntungan, tetapi melakukan peraturan-peraturan-Ku, dan berjalan menurut ketetapan-ketetapan-Ku, dia tidak akan mati karena kesalahan ayahnya, dia pasti akan hidup. (Yehezkiel 18:7-17)

Terkutuk bila memungut bunga

Orang yang memperbanyak hartanya dengan riba dan bunga uang mengumpulkannya bagi orang yang berbelaskasihan kepada orang miskin. (Amsal 28:8)
“Jika dia memiliki seorang anak laki-laki yang bengis, seorang penumpah darah, yang melakukan salah satu dari hal-hal tadi, mendapat riba atas pinjaman dan mendapatkan keuntungan, akankah ia hidup? Dia telah melakukan semua kekejian ini, ia pasti akan mati, darahnya akan ditanggungkan ke atasnya sendiri.” (Yehezkiel 18:10, 13)
Di antaramu, mereka telah menerima suap untuk menumpahkan darah; kamu telah mengambil bunga dan riba, dan mengambil keuntungan dari sesamamu dengan pemerasan, dan kamu telah melupakan Aku,’” firman Tuhan ALLAH. “Karena itu, lihatlah, Aku telah memukulkan tangan-Ku pada keuntunganmu yang tidak jujur, yang telah kamu peroleh, dan pada darah yang ada di antaramu. (Yehezkiel 22:12-13)
“Bukankah semuanya itu akan melontarkan peribahasa mengenai dia, dengan nyanyian olok-olokan serta sindiran ini, ‘Celakalah orang yang memperbanyak dari apa yang bukan miliknya, berapa lama lagi?’ Dan, yang memberati dirinya dengan barang gadaian!” “Bukankah akan bangkit dengan segera, mereka yang menggigitmu, dan akan terjaga mereka yang mengejutkanmu, sehingga kamu menjadi barang rampasan bagi mereka. (Habakuk 2:6-7)

Boleh memungut bunga dari orang asing

Kamu boleh membungakan kepada orang asing, tetapi kepada saudaramu janganlah kamu membebankan bunga. Dengan demikian, TUHAN, Allahmu, akan memberkatimu dalam segala sesuatu yang kamu kerjakan di negeri yang kamu masuki untuk kamu miliki. (Ulangan 23:20)

Barang kebutuhan pokok tidak boleh diambil sebagai jaminan pinjaman

Jika kamu mengambil jubah temanmu sebagai jaminan utang, kamu harus mengembalikan itu kepadanya sebelum matahari terbenam, sebab mungkin hanya itulah penutup tubuhnya, itulah pakaian bagi kulitnya, jadi dengan apakah dia akan tidur? Lalu, akan terjadi, ketika dia berseru kepada-Ku, Aku akan mendengarkannya sebab Aku ini murah hati. (Keluaran 22:26-27)
Janganlah kamu mengambil batu gilingan bawah atau batu gilingan atas sebagai jaminan. Karena hal itu berarti mengambil hidupnya sebagai jaminan. Ketika kamu meminjamkan sesuatu kepada sesamamu, janganlah kamu memasuki rumahnya untuk mengambil jaminan. Kamu harus tetap berada di luar, orang yang menerima pinjaman itu untuk membawa jaminan itu kepadamu. Jika dia orang miskin, janganlah kamu tidur dengan barang jaminannya. Ketika matahari terbenam, haruslah kamu mengembalikan jaminan itu kepadanya sehingga dia dapat tidur dengan jubahnya sendiri dan memberkatimu. Dengan demikian, kamu akan menjadi benar di hadapan TUHAN, Allahmu. (Ulangan 24:6, 10-13)
Janganlah kamu mengabaikan hak untuk orang asing atau yatim dan mengambil pakaian seorang janda sebagai jaminan. (Ulangan 24:17)

Tuduhan melanggar hukum ini

Bukankah kefasikanmu besar, dan kesalahan-kesalahanmu tidak terhingga? Sebab, kamu telah mengambil ikrar saudara-saudaramu tanpa alasan, dan merampas pakaian orang-orang telanjang. (Ayub 22:5-6)

Diberkati bila tidak mengambil gadai seperti itu

...dan tidak menindas siapa pun, tetapi mengembalikan kepada orang yang berutang jaminannya, tidak melakukan perampokan, memberikan rotinya kepada orang lapar, dan memberi pakaian kepada orang yang telanjang, dan berjalan menurut ketetapan-ketetapan-Ku serta menjaga peraturan-peraturan-Ku dengan bertindak setia, orang itu adalah orang benar dan pastilah dia akan hidup,” firman Tuhan ALLAH.” tidak menindas seseorang, tidak menahan barang jaminan, tidak melakukan perampokan, tetapi memberikan rotinya kepada orang yang lapar dan menutupi orang yang telanjang dengan pakaian, menahan tangannya dari orang miskin, tidak menerima riba maupun keuntungan, tetapi melakukan peraturan-peraturan-Ku, dan berjalan menurut ketetapan-ketetapan-Ku, dia tidak akan mati karena kesalahan ayahnya, dia pasti akan hidup. (Yehezkiel 18:7, 9, 16-17)
...jika orang jahat itu mengembalikan gadaian, mengembalikan apa yang telah dirampasnya, dan berjalan dalam ketetapan-ketetapan kehidupan tanpa melakukan kejahatan, dia pasti akan hidup, dia tidak akan mati. (Yehezkiel 33:15)

Terkutuk bila mengambil gadai seperti itu

“Jika dia memiliki seorang anak laki-laki yang bengis, seorang penumpah darah, yang melakukan salah satu dari hal-hal tadi, menindas orang miskin dan orang yang membutuhkan, melakukan perampokan, tidak mengembalikan barang jaminan, mengarahkan matanya kepada berhala-berhala, dan melakukan kekejian, mendapat riba atas pinjaman dan mendapatkan keuntungan, akankah ia hidup? Dia telah melakukan semua kekejian ini, ia pasti akan mati, darahnya akan ditanggungkan ke atasnya sendiri.” (Yehezkiel 18:10, 12-13)
Inilah firman TUHAN, “Untuk tiga pelanggaran Israel, bahkan empat, Aku takkan menarik kembali hukumannya. Sebab, mereka menjual orang benar demi perak dan orang miskin demi sepasang sandal. Mereka membaringkan diri di samping setiap mazbah dia atas pakaian yang diambil dari tempat orang-orang miskin menggadaikan pakaiannya dan minum anggur orang-orang hukuman di rumah ilah mereka. (Amos 2:6, 8)

Orang fasik mengambil gadai seperti itu

Mereka mengusir keledai dari anak yatim; mereka mengambil sapi dari janda sebagai jaminan. Ada yang melepaskan anak yatim dari susu ibunya, dan mereka menggadaikan bayi-bayi orang miskin sebagai jaminan. (Ayub 24:3, 9)

Pelunasan pinjaman tidak diwajibkan

Mereka mengusir keledai dari anak yatim; mereka mengambil sapi dari janda sebagai jaminan. Ada yang melepaskan anak yatim dari susu ibunya, dan mereka menggadaikan bayi-bayi orang miskin sebagai jaminan. (Ayub 24:3, 9)

Utang dihapuskan setiap tujuh tahun

Dalam Perjanjian Baru, pinjamkanlah bahkan kepada musuh tanpa mengharapkan balasan

Jika kamu meminjamkan barang kepada orang lain dengan mengharapkan imbalan, apakah pujian yang diberikan kepadamu? Sebab, orang berdosa pun meminjamkan kepada orang berdosa lainnya supaya mereka dapat menerimanya kembali dengan jumlah yang sama. Akan tetapi, kasihilah musuhmu dan berbuatlah yang baik, berilah pinjaman kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Dengan begitu, kamu akan mendapat upah yang besar dan kamu akan menjadi anak-anak Yang Mahatinggi, sebab Allah itu baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan yang jahat. (Lukas 6:34-35)