Bagian kita

Allah memberi manusia kuasa atas bumi dan menjadikan kita pengelola yang bertanggung jawab atas milik-Nya. Penatalayanan yang setia, ketaatan, dan kepercayaan kepada Allah mendatangkan berkat, sedangkan ketidaktaatan dan mengandalkan diri sendiri mendatangkan akibat.

Tuhan memberi manusia kuasa atas bumi

Allah memberkati mereka dan Allah berfirman kepada mereka, “Beranakcuculah dan berlipatgandalah, dan penuhilah bumi, dan kuasailah itu. Berkuasalah atas ikan-ikan di laut, atas burung-burung di udara, dan atas segala yang hidup yang bergerak di bumi.” (Kejadian 1:28)
Engkau menetapkan mereka untuk memerintah atas perbuatan-perbuatan tangan-Mu. Engkau telah meletakkan segala sesuatu berada di bawah kakinya. (Mazmur 8:6)
Langit adalah langit milik TUHAN, tetapi bumi telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia. (Mazmur 115:16)
Namun, ada satu orang yang telah memberi kesaksian dalam sebuah nas: “Siapakah manusia sehingga Engkau memikirkannya? Siapakah anak manusia sehingga Engkau memedulikannya? Untuk sesaat, Engkau membuatnya lebih rendah daripada malaikat; Engkau memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau menaklukkan segala sesuatu di bawah kakinya.” Sebab, dengan menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya, maka Allah tidak membiarkan sesuatu pun yang tidak takluk kepada-Nya. Akan tetapi, sekarang kita belum melihat segala sesuatu takluk kepada-Nya. (Ibrani 2:6-8)

Perumpamaan tentang Tuhan memberi manusia kuasa atas milik-Nya

“Sebab, Kerajaan Surga sama seperti seseorang yang akan pergi ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan miliknya kepada mereka. (Matius 25:14)

Kedudukan kita adalah sebagai pengelola

Contoh para pengelola

Abraham berkata kepada hambanya yang tertua dalam rumahnya, yaitu hambanya yang bertanggung jawab atas seluruh harta miliknya, “Letakkanlah tanganmu di bawah pangkal pahaku. (Kejadian 24:2)
Sebab itu, Yusuf mendapat perkenanan di mata tuannya dan Yusuf mengabdi kepadanya. Lalu, Potifar mengangkat Yusuf dalam rumahnya dan segala miliknya pun diserahkannya ke tangan Yusuf. Sejak Potifar mengangkat Yusuf dalam rumahnya dan atas segala miliknya, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf. Berkat TUHAN itu ada pada segala sesuatu yang dimilikinya, baik di dalam rumah maupun di ladang. Jadi, dia menyerahkan segala miliknya ke tangan Yusuf sehingga tidak diketahuinya mengenai apa pun, kecuali makanan yang dimakannya. Yusuf adalah orang yang bagus penampilannya dan tampan. (Kejadian 39:4-6)
Setelah beberapa waktu, terjadilah, istri tuannya memandang Yusuf dan berkata, “Berbaringlah denganku.” Akan tetapi, dia menolak dan berkata kepada istri tuannya itu, “Lihatlah, tuanku tidak mengetahui tentang apa pun yang ada dalam rumah ini dan dia telah menyerahkan segala yang dimilikinya ke tanganku. Tidak seorang pun yang lebih besar daripada aku di rumah ini dan dia tidak menahan apa pun dariku, kecuali engkau, sebab engkau adalah istrinya. Bagaimana mungkin aku dapat melakukan kejahatan yang besar ini dan berdosa terhadap Allah?” (Kejadian 39:7-9)
Kalau aku memberitakan Injil karena kehendakku sendiri, aku mempunyai upah. Namun, kalau ini bukan kehendakku, ini adalah tugas yang dipercayakan kepadaku. (1 Korintus 9:17)

Pengelola memiliki tanggung jawab tertentu

Akui Tuhan sebagai pemilik harta dan serahkan kepemilikan kepada-Nya

Harus menyerahkan kepemilikan harta kepada Tuhan untuk menjadi murid

Begitu juga dengan kamu masing-masing, tidak ada seorang pun di antaramu yang dapat menjadi murid-Ku jika ia tidak menyerahkan seluruh kepunyaannya.” (Lukas 14:33)

Meninggalkan segalanya untuk mengikut Tuhan mendatangkan berkat

Kemudian, Petrus berkata kepada-Nya, “Lihat, kami sudah meninggalkan semuanya dan mengikuti Engkau. Jadi, apa yang akan kami terima?” Dan, Yesus berkata kepada mereka, “Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu bahwa kamu, yang mengikuti Aku dalam dunia yang baru, ketika Anak Manusia duduk di takhta kebesaran-Nya, kamu juga akan duduk di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan, setiap orang yang sudah meninggalkan rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ayah, ibu, anak-anak, atau ladangnya karena nama-Ku akan menerima seratus kali lipat dan akan mewarisi hidup yang kekal. (Matius 19:27-29)
Petrus mulai berkata kepada Yesus, “Lihat, kami telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!” Yesus berkata, “Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, tidak ada seorang pun yang telah meninggalkan rumah, atau saudara-saudara laki-laki, atau saudara-saudara perempuan, atau ibu, atau ayah, atau anak-anak, atau ladang-ladang demi Aku dan demi Injil, yang tidak akan menerima seratus kali lipat sekarang, pada masa ini, rumah-rumah, dan saudara-saudara laki-laki, dan saudara-saudara perempuan, dan ibu-ibu, dan anak-anak, dan ladang-ladang, dengan penganiayaan; dan pada masa yang akan datang, yaitu hidup yang kekal. (Markus 10:28-30)
Lalu, Petrus berkata, “Lihatlah, kami sudah meninggalkan semua yang kami miliki dan mengikut Engkau.” Yesus berkata kepada mereka, “Aku mengatakan yang sesungguhnya kepadamu, tidak seorang pun yang telah meninggalkan rumah, istri, saudara-saudara, orang tua, atau anak-anaknya demi Kerajaan Allah, yang tidak akan menerima hal-hal itu berlipat ganda pada masa ini, dan pada masa yang akan datang, yaitu hidup yang kekal.” (Lukas 18:28-30)

Contoh meninggalkan segalanya untuk mengikut Tuhan

Segera Yesus memanggil mereka dan mereka meninggalkan Zebedeus, ayah mereka, di perahu dengan para buruh bayaran, lalu pergi mengikut Yesus. (Markus 1:20)
Setelah mereka menarik perahu-perahu mereka ke darat, mereka meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Yesus. (Lukas 5:11)
Setelah itu, Yesus keluar dan melihat seorang pengumpul pajak bernama Lewi yang sedang duduk di tempat pemungutan pajak. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku.” Maka Lewi pun berdiri, meninggalkan semuanya, dan mengikuti Yesus. (Lukas 5:27-28)

Perumpamaan tentang meninggalkan segalanya untuk mengikut Tuhan

“Kerajaan Surga adalah seperti harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu disembunyikannya lagi. Dan, karena sukacitanya, ia pergi, menjual semua yang dipunyainya, dan membeli ladang itu. Sekali lagi, Kerajaan Surga adalah seperti seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Ketika ia menemukan sebuah mutiara yang bernilai tinggi, ia pergi dan menjual semua yang dipunyainya, lalu membeli mutiara itu.” (Matius 13:44-46)

Jadilah setia

Dengan demikian, orang-orang yang dipercaya dengan hal-hal yang berharga haruslah membuktikan bahwa mereka dapat dipercaya. (1 Korintus 4:2)

Berkat kesetiaan

Orang yang setia akan memperoleh banyak berkat, tetapi dia yang tergesa-gesa menjadi kaya tidak akan terlepas dari hukuman. (Amsal 28:20)
Oleh karena itu, kamu juga harus siap sedia karena Anak Manusia datang pada waktu yang kamu tidak menduganya.” “Lalu, siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang tuannya angkat atas seluruh rumahnya untuk memberi mereka makanan pada waktu yang tepat? Diberkatilah hamba itu, yang ketika tuannya datang, tuannya itu mendapati dia sedang bekerja demikian rupa. (Matius 24:44-46)

Diberkati dengan persekutuan yang lebih intim dengan Tuhan

Tuannya berkata kepadanya, ‘Bagus sekali, hamba yang baik dan setia. Kamu setia dengan hal-hal kecil, aku akan mengangkat engkau atas banyak hal, masuklah ke dalam sukacita tuanmu.’ (Matius 25:21)

Diberkati dengan tanggung jawab yang lebih besar

Orang yang telah menerima 5 talenta itu menghadap dan membawa 5 talenta lagi, katanya, ‘Tuan, engkau mempercayakan 5 talenta kepadaku. Lihatlah, aku telah menghasilkan 5 talenta lagi.’ Tuannya berkata kepadanya, ‘Bagus sekali, hamba yang baik dan setia. Kamu setia dengan hal-hal kecil, aku akan mengangkat engkau atas banyak hal, masuklah ke dalam sukacita tuanmu.’ Dan, orang yang menerima 2 talenta juga menghadap dan berkata, ‘Tuan, engkau mempercayakan 2 talenta kepadaku. Lihat, aku telah menghasilkan dua talenta lagi.’ Tuannya menjawab, ‘Bagus sekali, hamba yang baik dan setia. Kamu setia dengan hal-hal kecil, aku akan mengangkat engkau atas banyak hal, masuklah ke dalam sukacita tuanmu.’ (Matius 25:20-23)
Jawab Tuhan, “Siapakah kepala pelayan yang setia dan bijaksana yang dipercayai tuannya untuk mengawasi para hamba yang lain, untuk memberi mereka makan pada waktu yang tepat? Diberkatilah hamba itu, yang ketika tuannya datang, mendapati dia sedang melakukan tugasnya. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, tuan itu akan memilihnya untuk mengawasi semua kepunyaannya. (Lukas 12:42-44)
Oleh karena itu, Dia pun berkata, “Seorang bangsawan pergi ke negeri yang jauh untuk diangkat menjadi raja, dan sesudah itu ia akan pulang. Kemudian, tuan itu mengumpulkan sepuluh orang pelayannya dan memberi mereka uang sebesar 10 mina. Katanya kepada mereka, ‘Berdaganglah menggunakan uang ini sampai aku kembali.’ Akan tetapi, orang-orang sebangsanya membenci dia dan mengirimkan perwakilan setelah ia berangkat untuk berkata, ‘Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.’ Setelah diangkat menjadi raja, bangsawan itu kembali dan memerintahkan hamba-hamba yang telah diberinya uang itu dipanggil menghadapnya supaya ia dapat mengetahui berapa besar keuntungan yang mereka dapatkan dari berdagang. Pelayan yang pertama datang dan berkata, ‘Tuan, uang 1 mina milikmu itu telah menghasilkan 10 mina lagi.’ Raja itu berkata kepadanya, ‘Bagus sekali, hai kamu hamba yang baik! Karena kamu setia dalam urusan yang kecil, kamu akan memerintah atas sepuluh kota.’ Pelayan yang kedua pun datang dan berkata, ‘Tuan, uang 1 mina milikmu itu telah menghasilkan 5 mina.’ Lalu, sang raja berkata kepada hamba itu, ‘Berkuasalah kamu atas 5 kota.’ Kemudian, datanglah hamba yang satu lagi dan berkata, ‘Tuan, ini uang 1 mina milikmu yang aku simpan dalam sapu tangan. Aku takut kepadamu sebab engkau orang yang keras. Engkau mengambil apa yang tidak pernah engkau simpan dan memanen apa yang tidak pernah engkau tanam.’ Kemudian, raja itu berkata kepadanya, ‘Aku akan mengadilimu sesuai dengan perkataanmu, hai kamu hamba yang jahat! Jadi, kamu tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah kusimpan dan memanen apa yang tidak aku tanam? Kalau begitu, mengapa kamu tidak menaruh uangku di tempat orang menjalankan uang sehingga ketika aku kembali, aku akan menerima uangku itu beserta dengan bunganya?’ Lalu, raja itu berkata kepada orang-orang yang berdiri di situ, ‘Ambil mina itu darinya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai 10 mina.’ Namun, mereka berkata kepada sang raja, ‘Tuan, hamba itu sudah mempunyai 10 mina.’ Jawab raja itu, ‘Aku berkata kepadamu, setiap orang yang mempunyai akan diberi lebih, tetapi dari orang yang tidak mempunyai apa pun, semua yang dimilikinya akan diambil. (Lukas 19:12-26)

Terkutuk karena ketidaksetiaan

Namun, jika hamba yang jahat itu berkata dalam hatinya, ‘Tuanku menunda datang,’ lalu ia mulai memukuli hamba-hamba yang lain, lalu makan serta minum bersama dengan para pemabuk; tuan dari hamba itu akan datang pada hari ketika ia tidak mengharapkannya dan pada waktu yang tidak ia ketahui, dan akan memenggalnya, dan menempatkan ia bersama-sama orang-orang munafik. Di tempat itu, akan ada tangisan dan kertak gigi.” (Matius 24:48-51)
“Sebab, Kerajaan Surga sama seperti seseorang yang akan pergi ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan miliknya kepada mereka. Kepada yang seorang, ia memberikan 5 talenta. Kepada yang lainnya, 2 talenta, dan kepada yang lainnya lagi, 1 talenta. Masing-masing sesuai kemampuannya. Kemudian, ia pergi. Orang yang menerima 5 talenta itu langsung pergi, dan menjalankan talenta itu, dan ia menghasilkan 5 talenta lagi. Demikian juga orang yang menerima 2 talenta, ia juga menghasilkan 2 talenta lagi. Akan tetapi, orang yang menerima 1 talenta itu pergi, menggali lubang di tanah, dan menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu, tuan dari hamba-hamba itu datang dan mengadakan perhitungan dengan mereka. Orang yang telah menerima 5 talenta itu menghadap dan membawa 5 talenta lagi, katanya, ‘Tuan, engkau mempercayakan 5 talenta kepadaku. Lihatlah, aku telah menghasilkan 5 talenta lagi.’ Tuannya berkata kepadanya, ‘Bagus sekali, hamba yang baik dan setia. Kamu setia dengan hal-hal kecil, aku akan mengangkat engkau atas banyak hal, masuklah ke dalam sukacita tuanmu.’ Dan, orang yang menerima 2 talenta juga menghadap dan berkata, ‘Tuan, engkau mempercayakan 2 talenta kepadaku. Lihat, aku telah menghasilkan dua talenta lagi.’ Tuannya menjawab, ‘Bagus sekali, hamba yang baik dan setia. Kamu setia dengan hal-hal kecil, aku akan mengangkat engkau atas banyak hal, masuklah ke dalam sukacita tuanmu.’ Kemudian, orang yang menerima 1 talenta juga menghadap dan berkata, ‘Tuan, aku tahu engkau orang yang kejam, menuai di tempat yang engkau tidak menabur, dan mengumpulkan di tempat yang engkau tidak menyebarkan benih. Karena itu, aku takut, dan pergi dan menyembunyikan talentamu di dalam tanah. Lihat, engkau memiliki apa yang menjadi milikmu.’ Namun, tuannya menjawab dan berkata kepadanya, ‘Kamu hamba yang jahat dan malas! Kamu tahu bahwa aku menuai di tempat yang aku tidak menabur dan mengumpulkan di tempat yang aku tidak menyebarkan benih. Karena itu, seharusnya kamu menyimpan uangku di bank dan ketika aku kembali, aku akan menerima milikku kembali dengan bunganya. Ambillah 1 talenta itu darinya dan berikan kepada dia, yang memiliki 10 talenta itu. Sebab, setiap orang yang memiliki akan diberi lagi, dan ia akan berkelimpahan. Akan tetapi, dari orang yang tidak memiliki, bahkan apa yang ia miliki akan diambil. Lemparkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling pekat. Di tempat itu akan ada tangisan dan kertak gigi.’” (Matius 25:14-30)
Akan tetapi, jika hambanya itu berkata dalam hatinya, ‘Tuanku tidak akan segera datang,’ dan mulai memukuli hamba laki-laki dan hamba perempuan lainnya, kemudian makan dan minum sampai mabuk, ketika tuannya datang pada waktu yang tidak disangka-sangka dan tidak diketahui oleh hamba itu, sang tuan akan membunuh hamba itu dan menempatkannya bersama dengan orang-orang yang tidak setia. Seorang hamba yang tahu keinginan tuannya, tetapi tidak bersiap sedia atau melakukan sesuai keinginan tuannya akan mendapat banyak pukulan. (Lukas 12:45-47)
Oleh karena itu, Dia pun berkata, “Seorang bangsawan pergi ke negeri yang jauh untuk diangkat menjadi raja, dan sesudah itu ia akan pulang. Kemudian, tuan itu mengumpulkan sepuluh orang pelayannya dan memberi mereka uang sebesar 10 mina. Katanya kepada mereka, ‘Berdaganglah menggunakan uang ini sampai aku kembali.’ Akan tetapi, orang-orang sebangsanya membenci dia dan mengirimkan perwakilan setelah ia berangkat untuk berkata, ‘Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.’ Setelah diangkat menjadi raja, bangsawan itu kembali dan memerintahkan hamba-hamba yang telah diberinya uang itu dipanggil menghadapnya supaya ia dapat mengetahui berapa besar keuntungan yang mereka dapatkan dari berdagang. Pelayan yang pertama datang dan berkata, ‘Tuan, uang 1 mina milikmu itu telah menghasilkan 10 mina lagi.’ Raja itu berkata kepadanya, ‘Bagus sekali, hai kamu hamba yang baik! Karena kamu setia dalam urusan yang kecil, kamu akan memerintah atas sepuluh kota.’ Pelayan yang kedua pun datang dan berkata, ‘Tuan, uang 1 mina milikmu itu telah menghasilkan 5 mina.’ Lalu, sang raja berkata kepada hamba itu, ‘Berkuasalah kamu atas 5 kota.’ Kemudian, datanglah hamba yang satu lagi dan berkata, ‘Tuan, ini uang 1 mina milikmu yang aku simpan dalam sapu tangan. Aku takut kepadamu sebab engkau orang yang keras. Engkau mengambil apa yang tidak pernah engkau simpan dan memanen apa yang tidak pernah engkau tanam.’ Kemudian, raja itu berkata kepadanya, ‘Aku akan mengadilimu sesuai dengan perkataanmu, hai kamu hamba yang jahat! Jadi, kamu tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah kusimpan dan memanen apa yang tidak aku tanam? Kalau begitu, mengapa kamu tidak menaruh uangku di tempat orang menjalankan uang sehingga ketika aku kembali, aku akan menerima uangku itu beserta dengan bunganya?’ Lalu, raja itu berkata kepada orang-orang yang berdiri di situ, ‘Ambil mina itu darinya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai 10 mina.’ Namun, mereka berkata kepada sang raja, ‘Tuan, hamba itu sudah mempunyai 10 mina.’ Jawab raja itu, ‘Aku berkata kepadamu, setiap orang yang mempunyai akan diberi lebih, tetapi dari orang yang tidak mempunyai apa pun, semua yang dimilikinya akan diambil. (Lukas 19:12-26)

Contoh pengelola yang tidak setia

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Ada seorang kaya yang mempunyai kepala pelayan. Dan, kepada orang kaya itu dilaporkan bahwa kepala pelayannya telah memboroskan hartanya. Karena itu, orang kaya itu memanggil kepala pelayannya dan berkata, ‘Apa yang aku dengar tentangmu ini? Berikanlah pertanggungjawaban atas tugasmu karena kamu tidak bisa lagi menjadi bendaharaku.’ Kepala pelayan itu pun berpikir, ‘Apa yang akan kulakukan karena sekarang tuanku sudah memecat aku dari pekerjaanku? Aku tidak cukup kuat untuk mencangkul dan malu untuk mengemis. Aku tahu apa yang harus kuperbuat supaya ketika aku dipecat sebagai bendahara, orang-orang akan menerimaku di rumah mereka.’ Kemudian, ia pun memanggil setiap orang yang berutang kepada tuannya. Kepada orang pertama ia berkata, ‘Berapa utangmu kepada tuanku?’ Orang itu menjawab, ‘Seratus bat minyak zaitun.’ Lalu, kepala pelayan itu berkata kepadanya, ‘Ambillah surat utangmu, segeralah duduk dan tulislah 50 bat.’ Kemudian kepala pelayan itu bertanya kepada orang lain, ‘Berapa banyak utangmu?’ Orang itu menjawabnya, ‘Seratus kor gandum.’ Lalu bendahara berkata kepadanya, ‘Ambillah surat utangmu dan tulislah bahwa utangmu 80 pikul.’ Kemudian, orang kaya itu memuji kepala pelayan yang tidak jujur itu karena ia bertindak dengan cerdik. Sebab, anak-anak dunia ini lebih cerdik dalam berurusan dengan sesamanya daripada anak-anak terang. (Lukas 16:1-8)

Taatilah / carilah Tuhan

Berkat ketaatan / mencari Tuhan

Jadi, apabila kamu mendengarkan hukum-hukum ini dan melakukannya, maka TUHAN, Allahmu, akan memegang teguh perjanjian dan kasih setia-Nya yang telah disumpahkan kepada nenek moyangmu. Dia akan mengasihimu, memberkatimu, dan membuatmu bertambah banyak. Dia akan memberkati buah kandunganmu dan memberkati hasil tanahmu, yaitu gandum, anggur serta minyakmu dan juga ternakmu, yaitu sapi-sapimu dan anak kambing dombamu di tanah yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyangmu untuk diberikan-Nya kepadamu. (Ulangan 7:12-13)
Seharusnya, tidak ada lagi orang miskin di negerimu, karena TUHAN, Allahmu, memberkatimu di tanah yang telah diberikan oleh TUHAN, Allahmu kepadamu untuk menjadi milik pusakamu. Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia seluruh perintah yang kusampaikan kepadamu hari ini. Karena TUHAN, Allahmu, akan memberkatimu seperti yang telah dijanjikan-Nya. Dan, kamu akan memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi kamu tidak meminjam. Kamu akan memerintah banyak bangsa, tetapi tidak ada dari bangsa-bangsa ini yang akan memerintahmu. (Ulangan 15:4-6)
Sekarang, jika kamu dengan sungguh-sungguh patuh kepada TUHAN, Allahmu, melakukan dengan setia seluruh perintah-Nya seperti yang telah kukatakan kepadamu hari ini. Dengan demikian TUHAN, Allahmu, akan menjadikanmu lebih tinggi daripada segala bangsa di atas bumi. Seluruh berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi milikmu jika kamu mematuhi TUHAN, Allahmu. “Diberkatilah kamu di kota dan diberkatilah kamu di ladang. Diberkatilah buah kandunganmu, hasil tanahmu, dan hasil ternakmu, yaitu sapi dan dombamu. Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. Diberkatilah kamu ketika kamu datang dan diberkatilah kamu ketika kamu pergi.” TUHAN akan menyerahkan musuh-musuhmu yang bangkit melawanmu untuk dikalahkan di hadapanmu. Mereka datang untuk melawanmu melalui satu jalan, tetapi mereka akan melarikan diri melalui tujuh jalan. TUHAN akan memerintahkan berkat di atas lumbung-lumbungmu dan di setiap pekerjaan tanganmu. Dia juga akan memberkatimu di negeri yang TUHAN, Allahmu berikan kepadamu. TUHAN akan membuatmu menjadi umat-Nya yang kudus seperti yang telah dijanjikan-Nya kepadamu apabila kamu menaati perintah TUHAN, Allahmu dan berjalan di jalan-Nya. Maka seluruh bangsa di muka ini akan melihat bahwa nama TUHAN disebut di atasmu sehingga mereka akan menjadi takut kepadamu. TUHAN juga akan melimpahkanmu kebaikan, baik dalam buah kandunganmu, hasil ternakmu, dan hasil dari tanahmu, di negeri yang telah TUHAN janjikan kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu. TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang terbaik. Langit akan mencurahkan hujan untuk tanahmu pada musimnya dan memberkati segala pekerjaan tanganmu. Kamu akan memberikan pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi kamu tidak akan meminjam. TUHAN akan menjadikanmu kepala, bukan ekor. Kamu akan berada di atas, dan tidak akan di bawah. Apabila kamu mendengarkan perintah-perintah dari TUHAN, Allahmu, yang telah kusampaikan kepadamu hari ini dan lakukanlah dengan setia, dan tidak menyimpang ke kanan maupun ke kiri dari setiap perkataan yang kuperintahkan kepadamu hari ini dengan mengikuti ilah-ilah lain dan beribadah kepadanya. (Ulangan 28:1-14)
Oleh sebab itu, berpegangteguhlah dan lakukan perjanjian ini, supaya kamu berhasil dalam segala usahamu. (Ulangan 29:9)
TUHAN, Allahmu, akan memberimu kelimpahan di setiap pekerjaan tanganmu, dalam buah kandungmu, dan hasil ternakmu, dan hasil tanahmu, TUHAN akan bersukacita kembali karena kebaikanmu, sama seperti Dia bersukacita karena nenek moyangmu, apabila kamu mematuhi TUHAN, Allahmu dengan melakukan segala perintah-Nya dan ketetapan-Nya yang tertulis dalam Kitab Taurat ini, apabila kamu kembali kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu. (Ulangan 30:9-10)
Lihatlah, aku telah menetapkan di hadapanmu pada hari ini kehidupan dan kebahagiaan, kematian dan kesusahan. Hari ini, aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, untuk berjalan di jalan-Nya dan menaati setiap perintah, hukum, dan ketetapan-Nya sehingga kamu hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri yang kamu masuki dan miliki. (Ulangan 30:15-16)
Kitab Taurat ini tidak boleh jauh dari mulutmu, tetapi kamu harus merenungkannya siang dan malam supaya kamu dapat sungguh-sungguh melakukan sesuai dengan semua yang tertulis di dalamnya. Dengan demikian, kamu akan membuat jalanmu berhasil dan kamu akan beruntung. (Yosua 1:8)
...dan lakukanlah kewajiban dari TUHAN, Allahmu untuk hidup seturut jalan-Nya, memelihara ketetapan-ketetapan-Nya, perintah-perintah-Nya, dan peraturan-peraturan-Nya, dan peringatan-peringatan-Nya seperti yang tertulis dalam Hukum Musa, supaya kamu berhasil dalam apa saja yang kamu lakukan dan ke mana pun kamu pergi, (1 Raja-Raja 2:3)
Semoga TUHAN memberimu kebijaksanaan dan pengertian supaya ketika Dia memerintahkanmu memimpin Israel, kamu sanggup memegang teguh Taurat TUHAN, Allahmu. Kamu akan berhasil jika kamu melakukan dengan cermat ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum yang TUHAN perintahkan kepada Musa mengenai Israel. Jadilah kuat dan berani. Jangan takut dan jangan berkecil hati. (1 Tawarikh 22:12-13)
Sekarang, di hadapan seluruh Israel, umat TUHAN, dan dengan didengar oleh Allah kita, aku berkata kepadamu, ‘Peliharalah dan carilah segala perintah TUHAN, Allahmu, supaya kamu tetap memiliki tanah yang baik ini dan mewariskannya kepada anak-anakmu sampai selama-lamanya.’ (1 Tawarikh 28:8)
Senangkanlah dirimu dalam TUHAN, dan Dia akan memberikan kepadamu keinginan hatimu. (Mazmur 37:4)
Nyanyian Ziarah. Diberkatilah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang berjalan pada jalan-jalan-Nya. Kamu akan makan hasil pekerjaan tanganmu, kamu akan bahagia dan itu baik bagimu. (Mazmur 128:1-2)

Contoh ketaatan dan berkat

Dia berpaut kepada TUHAN dengan tidak menyimpang dari mengikuti-Nya serta berpegang pada perintah-perintah-Nya, yang telah diperintahkan oleh TUHAN kepada Musa. TUHAN menyertainya, ke mana pun dia pergi, dia berhasil. Dia memberontak melawan raja Asyur dan tidak lagi takluk kepadanya. (2 Raja-Raja 18:6-7)
Asa berkata kepada orang-orang Yehuda, “Mari membangun kota-kota ini dan mengelilinginya dengan tembok, menara-menara, pintu-pintu gerbang, serta palang-palang. Tanah ini masih milik kita karena kita mencari TUHAN, Allah kita. Kita telah mencari-Nya dan Dia mengaruniakan keamanan kepada kita di seluruh penjuru.” Lalu, mereka membangun kota-kota itu dan berhasil. (2 Tawarikh 14:7)
Dia mencari Allah pada masa Zakharia yang memiliki pengertian tentang penglihatan ilahi. Selama dia mencari TUHAN, Allah membuat dia berhasil. (2 Tawarikh 26:5)
Hizkia melakukan hal ini di seluruh Yehuda. Dia berlaku baik, jujur, dan benar di hadapan TUHAN, Allahnya. Pada setiap usaha yang dimulainya dalam pelayanan bagi bait Allah dan dalam pelaksanaan Taurat serta perintah untuk mencari Allahnya, dia melaksanakannya dengan segenap hati dan berhasil. (2 Tawarikh 31:20-21)
Maka, kamu akan menajiskan patung-patung berhalamu yang dilapisi dengan perak, dan patung-patung tuanganmu yang dilapisi dengan emas. Kamu akan menyerakkan semua itu sebagai barang-barang najis dan berkata kepadanya, “Enyahlah!” Lalu, Tuhan akan memberikan hujan bagi benih yang kamu taburkan di tanah, dan roti dari hasil tanah, yang akan menjadi kaya dan berlimpah. Pada hari itu, ternakmu akan merumput di padang rumput yang luas. (Yesaya 30:22-23)

Kutuk ketidaktaatan / tidak mencari Tuhan

Namun, jika kamu tidak mematuhi TUHAN, Allahmu, untuk melakukannya dengan sungguh-sungguh setiap perintah dan ketetapan-Nya yang telah kuberikan kepadamu hari ini maka segala kutuk akan datang ke atasmu dan menimpamu: “Terkutuklah kamu di kota dan terkutuklah kamu di ladang. Terkutuklah bakulmu dan tempat adonanmu. Terkutuklah buah kandunganmu, hasil tanahmu, anak sapi dan anak dombamu. Suatu bangsa yang tidak kaukenal akan memakan hasil tanahmu dan semua hasil pekerjaanmu. Kamu akan selalu ditindas dan diremukkan. (Ulangan 28:15-18, 33)
Semua kutukan ini akan datang kepadamu, mengejarmu, dan sampai kepadamu hingga kamu binasa, karena kamu tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dengan mematuhi perintah-perintah-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya yang telah Dia perintahkan kepadamu. Semuanya itu akan menjadi tanda yang ajaib bagimu dan keturunanmu sampai selama-lamanya. Karena kamu tidak beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan sukacita dan hati yang gembira, atas segala kelimpahan yang ada. Oleh sebab itu, kamu akan melayani musuhmu yang telah TUHAN kirimkan untuk melawanmu, dalam kelaparan, kehausan, ketelanjangan, dan kekurangan segala sesuatu. Dia akan meletakkan kuk besi ke atas tengkukmu sampai kamu dibinasakan-Nya. Akan terjadi nanti, sama seperti TUHAN dengan senang berbuat baik kepadamu dan membuatmu lebih banyak, demikian juga TUHAN senang menghancurkanmu dan membinasakanmu. Kamu akan dicabut dari negeri yang telah kamu masuki untuk kamu miliki. (Ulangan 28:45-48, 63)
Lihatlah, aku telah menetapkan di hadapanmu pada hari ini kehidupan dan kebahagiaan, kematian dan kesusahan. Hari ini, aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, untuk berjalan di jalan-Nya dan menaati setiap perintah, hukum, dan ketetapan-Nya sehingga kamu hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri yang kamu masuki dan miliki. Namun, jika kamu berbalik dan tidak mau mendengarkan, bahkan pergi menyembah dan beribadah kepada ilah-ilah lain, maka aku memberitahukan kepadamu hari ini bahwa kamu akan binasa. Kamu tidak akan hidup lama di tanah di seberang Sungai Yordan yang kamu masuki dan miliki itu. (Ulangan 30:15-18)
Setiap orang yang tidak mematuhi hukum Allahmu dan hukum raja, akan dihukum dengan hukuman yang sesuai, apakah itu kematian, atau pembuangan, atau penyitaan harta, atau pemenjaraan. (Ezra 7:26)

Contoh ketidaktaatan dan kutuk

Mereka meninggalkan TUHAN dan melayani Baal dan Asytoret. Lalu, kemarahan TUHAN bangkit terhadap orang Israel. Dia menyerahkan mereka ke tangan para perampok dan menjual mereka ke tangan musuh-musuh di sekelilingnya sehingga mereka tidak sanggup lagi bertahan di hadapan musuh-musuhnya. (Hakim-Hakim 2:13-14)
Lalu, sepucuk surat dari Nabi Elia sampai kepadanya, yang berbunyi: “Inilah firman TUHAN, Allah Daud, leluhurmu, ‘Karena engkau tidak mengikuti jejak Yosafat, ayahmu, dan jejak Asa, raja Yehuda, tetapi hidup mengikuti jejak raja-raja Israel dan menyebabkan Yehuda serta penduduk Yerusalem berzina sama seperti keluarga Ahab berzina, bahkan membunuh saudara-saudaramu dari keturunan ayahmu yang lebih baik daripada dirimu, maka TUHAN akan mengirimkan tulah besar atas rakyatmu, anak-anakmu, istri-istrimu, dan harta milikmu. Kemudian, TUHAN menggerakkan hati orang-orang Filistin dan orang-orang Arab yang tinggal berdekatan dengan orang Kush untuk melawan Yoram. Mereka maju menyerang Yehuda, memasukinya, dan mengangkut seluruh harta benda yang terdapat dalam istana raja, juga anak-anak dan istri-istrinya sehingga tidak ada seorang anak tertinggal padanya, kecuali Yoahas, anak bungsunya. (2 Tawarikh 21:12-14, 16, 17)
Kemudian, Roh Allah menguasai Zakharia, anak Imam Yoyada. Dia berdiri di depan rakyat dan berkata, “Inilah firman Allah: Mengapa kamu melanggar perintah-perintah TUHAN sehingga kamu tidak beruntung? Karena kamu meninggalkan TUHAN, maka Dia meninggalkan kamu.” (2 Tawarikh 24:20)
Akan tetapi, Engkau benar dalam segala hal yang menimpa kami. Engkau berlaku setia, tetapi kami berbuat jahat. Demikian juga para raja, para pemimpin, imam-imam, dan nenek moyang kami tidak melakukan hukum-hukum-Mu. Mereka tidak memperhatikan perintah-perintah-Mu dan peringatan-peringatan-Mu yang Engkau berikan kepada mereka. Mereka tidak melayani-Mu di kerajaan mereka atau berbalik dari perbuatan-perbuatan mereka yang jahat, meskipun Engkau telah memberikan kebaikan yang melimpah dan menyediakan tanah luas yang subur di hadapan mereka. Lihatlah, sekarang ini, kami adalah hamba, bahkan di tanah yang Engkau berikan kepada nenek moyang kami supaya mereka menikmati buahnya dan hal-hal baik di dalamnya. Lihatlah, kami adalah hamba di dalamnya. (Nehemia 9:33-36)
Sebab, para gembala telah menjadi bodoh dan tidak mencari TUHAN. Karena itu, mereka tidak makmur dan semua ternak mereka tercerai-berai. (Yeremia 10:21)
Kamu juga mengambil perhiasan-perhiasan indahmu dari emas-Ku dan perak-Ku, yang telah Aku berikan kepadamu, dan membuat bagi dirimu sendiri patung-patung laki-laki dan berzina dengan mereka. Lalu, kamu mengambil pakaian-pakaianmu yang bersulam untuk menutupi mereka, dan mempersembahkan minyak-Ku dan ukupan-Ku di depan mereka. Juga roti-Ku yang Aku berikan kepadamu, tepung, madu, dan minyak yang baik, yang Aku pakai untuk memberimu makan, kamu mempersembahkannya di hadapan mereka sebagai bau-bauan yang menyenangkan; dan demikianlah hal itu terjadi,” firman Tuhan ALLAH. Aku akan menyerahkan kamu ke tangan mereka, dan mereka akan meruntuhkan tempat agungmu dan merobohkan bukit-bukit pengurbananmu. Mereka akan melucuti pakaianmu, merampas perhiasan-perhiasanmu, dan meninggalkanmu telanjang dan tanpa mengenakan apa-apa. (Yehezkiel 16:17-19, 39)
“Apakah ini waktu bagi kalian untuk tinggal di dalam rumahmu yang berpapan, sedangkan Bait ini tetap dalam keadaan runtuh? Oleh karena itu, inilah firman TUHAN semesta alam, ‘Perhatikan jalan-jalanmu! Kamu telah menabur banyak, tetapi menuai sedikit. Kamu makan, tetapi tidak kenyang. Kamu minum, tetapi tidak sampai puas. Kamu berpakaian, tetapi tidak ada kehangatan. Lalu, orang yang bekerja mendapat upah, mendapat upah demi pundi-pundi yang berlubang!’ Inilah firman TUHAN semesta alam, ‘Perhatikan jalan-jalanmu! Naiklah ke gunung, bawalah kayu, dan bangunlah Bait itu, maka Aku akan berkenan atasnya dan Aku akan dimuliakan,’ firman Tuhan. ‘Kamu mengharapkan banyak, tetapi lihatlah hasilnya sedikit. Saat kamu membawanya ke rumah, Aku melenyapkannya. Mengapa?’ Firman TUHAN semesta alam, ‘Sebab Bait-Ku tetap dalam keadaan runtuh, sedangkan kamu masing-masing sibuk dengan rumahmu sendiri. Oleh sebab itu, langit di atasmu menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya. Demikianlah, Aku telah memanggil kemarau ke atas tanah dan ke atas pegunungan, dan ke atas gandum, dan ke atas anggur baru, dan ke atas minyak, dan ke atas apa saja yang dihasilkan oleh tanah, dan ke atas manusia, dan ke atas binatang, serta ke atas semua hasil usaha yang dilakukan.’” (Hagai 1:4-11)
Sekarang, mulai hari ini dan seterusnya, perhatikanlah, sebelum batu disusun di atas batu lainnya di Bait TUHAN ini, sejak saat itu, jika seseorang datang ke timbunan gandum dari dua puluh gantang, maka hanya akan ada sepuluh gantang. Dan, jika seseorang datang ke tempat pemerasan anggur untuk menciduk lima puluh takar, maka hanya akan ada dua puluh takar. Aku telah menghajar kamu dan segala usaha yang dilakukan dengan hama, dan jamur, dan hujan es, tetapi kamu tidak berbalik kepada-Ku,’ demikianlah firman TUHAN. (Hagai 2:15-17)

Percayalah kepada Tuhan, bukan kepada diri sendiri atau harta

Berkat / kemakmuran bagi mereka yang percaya kepada Tuhan

Haleluya! Diberkatilah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat menyukai perintah-perintah-Nya. Harta dan kekayaan ada di dalam rumahnya, kebenarannya bertahan untuk selama-lamanya. (Mazmur 112:1, 3)
Upah kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan, dan kehidupan. (Amsal 22:4)
Jiwa yang serakah menimbulkan pertengkaran, tetapi orang yang percaya dalam TUHAN diberi kelimpahan. (Amsal 28:25)

Akibat percaya kepada diri sendiri atau harta kita

Siapa memercayakan diri kepada kekayaannya, dia akan jatuh, tetapi orang benar akan bertunas seperti daun muda. (Amsal 11:28)
Beginilah firman TUHAN, “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya, dan yang hatinya menjauh dari TUHAN. Dia akan menjadi seperti semak di padang gurun, dan tidak akan melihat ketika kebaikan datang, tetapi akan tinggal di tempat-tempat kering di padang belantara, di tanah asin yang tidak berpenghuni. (Yeremia 17:5-6)
Karena kamu percaya pada perbuatan-perbuatan dan kekayaanmu, kamu juga akan direbut; dan Kamos akan dibawa ke tempat pembuangan, bersama para imam dan pemimpinnya. (Yeremia 48:7)
Mengapa kamu menyombongkan lembah-lembahmu, yang mengalirkan air, hai anak-anak perempuan yang murtad, yang percaya pada kekayaannya dengan berkata, ‘Siapa yang akan datang melawanku?’ Ketahuilah, Aku akan mendatangkan kengerian ke atasmu,” firman TUHAN, Allah semesta alam, “dari semua yang ada di sekelilingmu, dan kamu akan dihalau, masing-masing ke arah depannya, dan tidak seorang pun akan mengumpulkan para pelarian itu. (Yeremia 49:4-5)

Dimintai pertanggungjawaban atas pengelolaan kita

“Sebab, Kerajaan Surga sama seperti seseorang yang akan pergi ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan miliknya kepada mereka. Lama sesudah itu, tuan dari hamba-hamba itu datang dan mengadakan perhitungan dengan mereka. (Matius 25:14, 19)
Karena itu, orang kaya itu memanggil kepala pelayannya dan berkata, ‘Apa yang aku dengar tentangmu ini? Berikanlah pertanggungjawaban atas tugasmu karena kamu tidak bisa lagi menjadi bendaharaku.’ (Lukas 16:2)
Oleh karena itu, kami berusaha supaya kami berkenan kepada-Nya, entah kami tinggal di rumah ini atau berada di luar. Sebab, kita semua harus dihadapkan di depan kursi pengadilan Kristus supaya setiap orang dapat menerima kembali hal-hal yang dilakukan dalam tubuhnya, sesuai dengan apa yang sudah dilakukannya, entah itu baik ataupun jahat. (2 Korintus 5:9-10)
Setelah itu, aku melihat takhta putih yang besar dan Dia yang duduk di atasnya, yang dari hadapan-Nya bumi dan langit lenyap dan tidak ditemukan lagi tempat bagi mereka. Dan, aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di hadapan takhta itu. Lalu, dibukalah kitab-kitab dan sebuah kitab yang lain, yaitu Kitab Kehidupan, dan orang-orang mati itu dihakimi berdasarkan apa yang tertulis dalam kitab-kitab itu, sesuai perbuatan mereka. (Wahyu 20:11-12)