Kita dianjurkan untuk tidak berutang
Janganlah berutang apa pun kepada siapa pun, tetapi kasihilah satu dengan yang lain karena orang yang mengasihi sesamanya telah memenuhi Hukum Taurat. (Roma 13:8)
Utang disamakan dengan perbudakan
Orang kaya berkuasa atas orang miskin, dan orang yang berutang adalah budak bagi yang mengutangi. (Amsal 22:7)
Diperintahkan untuk tidak menjadi budak orang lain
Kamu telah ditebus dengan harga lunas, karena itu janganlah kamu menjadi budak manusia. (1 Korintus 7:23)
Contoh beratnya beban utang
Kemudian, Daud pergi dari sana dan melarikan diri ke gua Adulam. Ketika saudara-saudaranya dan seluruh kaum keluarganya mendengar hal itu, mereka pergi untuk mendapatkannya di sana. Setiap orang yang berada dalam kesulitan, setiap orang yang berutang, dan setiap orang yang sakit hati berkumpul kepadanya dan dia menjadi pemimpin atas mereka. Ada empat ratus orang yang menyertainya. (1 Samuel 22:1-2)
Salah seorang istri dari rombongan nabi mengadu kepada Elisa sambil berseru, “Hambamu, yaitu suamiku, sudah mati dan engkau mengetahui bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Namun, sekarang penagih utang datang untuk mengambil kedua anakku untuk menjadi budaknya.” (2 Raja-Raja 4:1)
Ada protes keras dari orang-orang dan istri-istri mereka terhadap saudara-saudara mereka orang Yahudi. Ada yang berkata, “Kami, anak laki-laki kami, dan anak perempuan kami banyak jumlahnya. Oleh karena itu, kami harus memperoleh gandum supaya kami dapat makan dan hidup.” Ada yang berkata, “Kami sudah menggadaikan ladang, kebun anggur, dan rumah kami untuk memperoleh gandum karena ini adalah masa paceklik.” Ada juga yang berkata, “Kami harus meminjam uang untuk membayar pajak kepada raja atas ladang dan kebun anggur. Sekarang, kami ini sedarah daging dengan saudara-saudara kami, anak-anak kami sama seperti anak-anak mereka. Namun, kami memaksa anak laki-laki dan anak perempuan kami menjadi budak. Beberapa anak perempuan kami sudah dibawa ke tempat perbudakan, tetapi kami tidak dapat berbuat apa-apa karena ladang dan kebun anggur kami sudah dimiliki orang lain.” (Nehemia 5:1-5)
Biarlah penagih utang menaruh perangkap pada semua miliknya, biarlah orang-orang asing menjarah hasil kerja kerasnya. (Mazmur 109:11)
Beginilah perkataan TUHAN: “Adakah surat cerai ibumu, yang Aku gunakan untuk mengusir dia? Kepada siapakah di antara orang-orang yang memiutangi Aku, Aku telah menjual kamu? Sesungguhnya, karena kesalahan-kesalahanmulah kamu dijual, karena pelanggaran-pelanggaranmulah ibumu diusir. (Yesaya 50:1)
Bebas utang adalah hal yang baik
Celakalah aku, oh ibuku, bahwa engkau telah melahirkan aku, seorang pemicu perselisihan dan seorang pemicu perdebatan di seluruh negeri. Aku tidak mengutangi atau berutang, tetapi semua orang mengutuk aku. (Yeremia 15:10)
Utang dianggap sebagai kutuk
Namun, jika kamu tidak mematuhi TUHAN, Allahmu, untuk melakukannya dengan sungguh-sungguh setiap perintah dan ketetapan-Nya yang telah kuberikan kepadamu hari ini maka segala kutuk akan datang ke atasmu dan menimpamu: Orang asing yang ada di tengah-tengahmu akan semakin berkuasa ke atasmu dan semakin menguasaimu. Akan tetapi, kamu akan semakin rendah. Dia akan memberikan pinjaman kepadamu, tetapi kamu tidak akan memberikan pinjaman kepada mereka. Dia akan menjadi kepala dan kamu akan menjadi ekornya. Semua kutukan ini akan datang kepadamu, mengejarmu, dan sampai kepadamu hingga kamu binasa, karena kamu tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dengan mematuhi perintah-perintah-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya yang telah Dia perintahkan kepadamu. (Ulangan 28:15, 43-45)
Bebas utang dianggap sebagai berkat
Seharusnya, tidak ada lagi orang miskin di negerimu, karena TUHAN, Allahmu, memberkatimu di tanah yang telah diberikan oleh TUHAN, Allahmu kepadamu untuk menjadi milik pusakamu. Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia seluruh perintah yang kusampaikan kepadamu hari ini. Karena TUHAN, Allahmu, akan memberkatimu seperti yang telah dijanjikan-Nya. Dan, kamu akan memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi kamu tidak meminjam. Kamu akan memerintah banyak bangsa, tetapi tidak ada dari bangsa-bangsa ini yang akan memerintahmu. (Ulangan 15:4-6)
Sekarang, jika kamu dengan sungguh-sungguh patuh kepada TUHAN, Allahmu, melakukan dengan setia seluruh perintah-Nya seperti yang telah kukatakan kepadamu hari ini. Dengan demikian TUHAN, Allahmu, akan menjadikanmu lebih tinggi daripada segala bangsa di atas bumi. Seluruh berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi milikmu jika kamu mematuhi TUHAN, Allahmu. TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang terbaik. Langit akan mencurahkan hujan untuk tanahmu pada musimnya dan memberkati segala pekerjaan tanganmu. Kamu akan memberikan pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi kamu tidak akan meminjam. (Ulangan 28:1-2, 12)
Pelunasan utang
Orang saleh melunasi utang
Jangan menahan kebaikan dari mereka yang berhak menerimanya jika ada padamu kesanggupan untuk melakukannya. Jangan berkata kepada sesamamu, “Pergilah dan datanglah kembali, besok aku akan memberikannya,” padahal kamu memilikinya. (Amsal 3:27-28)
Orang fasik tidak melunasi utang
Orang fasik meminjam, tetapi tidak membayar ganti, tetapi orang benar berbelaskasihan dan memberi. (Mazmur 37:21)
Tuhan dapat menyediakan sarana secara ajaib untuk keluar dari utang
Salah seorang istri dari rombongan nabi mengadu kepada Elisa sambil berseru, “Hambamu, yaitu suamiku, sudah mati dan engkau mengetahui bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Namun, sekarang penagih utang datang untuk mengambil kedua anakku untuk menjadi budaknya.” Elisa berkata kepadanya, “Apa yang dapat aku perbuat? Beritahukanlah apa yang kamu punya di rumah.” Jawabnya, “Tidak ada sesuatu apa pun di rumah hambamu ini, selain sebuah buli-buli berisi minyak.” Elisa menjawab, “Pergi, dan mintalah bejana-bejana dari luar, dari semua tetanggamu bejana-bejana yang kosong. Namun, jangan mengumpulkan sedikit. Sesudah itu, masuk dan tutuplah pintu sesudah anak-anakmu masuk. Kemudian, tuanglah minyak itu ke dalam seluruh bejana dan angkatlah yang sudah berisi penuh.” Sesudah itu, perempuan itu pergi dan menutup pintu sesudah anak-anaknya masuk. Lalu, Mereka mendekatkan bejana-bejana kepadanya sementara dia menuang. Saat bejana-bejana itu sudah penuh, perempuan itu berkata kepada anaknya, “Dekatkanlah kepadaku bejana lainnya.” Anaknya menjawab kepadanya, “Tidak ada lagi bejana.” Lalu, minyak itu berhenti mengisi. Lalu, perempuan itu datang kepada abdi Allah dan dia berkata, “Pergi dan juallah minyak itu untuk membayar utangmu sehingga kamu dan anak-anakmu dapat hidup dari sisanya.” (2 Raja-Raja 4:1-7)
Penghapusan utang setiap tahun ketujuh – hukum bagi orang percaya Perjanjian Lama
Pada akhir setiap tujuh tahun, kamu harus menghapuskan utang. Beginilah cara melakukannya: Setiap orang yang telah meminjamkan uang kepada orang lain harus menghapuskan utang itu. Jangan mengharuskan sesamanya melunasi utangnya, karena TUHAN berfirman untuk menghapuskan utang dalam tahun itu. Kamu boleh meminta orang asing untuk melunasi utangnya kepadamu, tetapi kau harus menghapus utang terhadap sesama bangsamu. Seharusnya, tidak ada lagi orang miskin di negerimu, karena TUHAN, Allahmu, memberkatimu di tanah yang telah diberikan oleh TUHAN, Allahmu kepadamu untuk menjadi milik pusakamu. Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia seluruh perintah yang kusampaikan kepadamu hari ini. Karena TUHAN, Allahmu, akan memberkatimu seperti yang telah dijanjikan-Nya. Dan, kamu akan memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi kamu tidak meminjam. Kamu akan memerintah banyak bangsa, tetapi tidak ada dari bangsa-bangsa ini yang akan memerintahmu. Jika di antara kamu ada orang miskin, yaitu salah seorang saudaramu yang tinggal di kota mana pun di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, jangan keraskan hatimu dan jangan tutup tanganmu terhadap saudaramu yang miskin itu. Sebaliknya, kamu harus membuka tanganmu baginya dan meminjamkan kepada mereka yang memerlukan dengan murah hati. Jagalah hatimu supaya jangan muncul dalam hatimu pikiran jahat, “Tahun ketujuh, tahun pembebasan sudah dekat”, dan kamu memusuhi saudaramu yang miskin itu. Kamu tidak memberikan sesuatu kepadanya. Kemudian, dia berseru kepada TUHAN tentang kamu, maka hal itu menjadi dosa bagimu. Kamu harus memberikan kepadanya dengan sukarela. TUHAN, Allahmu, akan memberkatimu karena melakukan hal yang baik ini dan dalam segala sesuatu yang kamu lakukan. Orang miskin akan selalu ada di negerimu. Oleh sebab itu, aku memerintahkan kepadamu supaya kamu membantu orang miskin dan yang memerlukan pertolongan di negerimu. (Ulangan 15:1-11)
Musa memerintahkan kepada mereka, katanya, “Pada akhir setiap tujuh tahun pada tahun pembebasan utang, yaitu pada Hari Raya Pondok Daun. Semua orang Israel harus datang menemui TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan Dia pilih. Bacakanlah Taurat ini di hadapan seluruh umat Israel supaya mereka mendengarnya. (Ulangan 31:10-11)
Jika orang-orang di negeri itu membawa barang-barang atau bermacam-macam gandum untuk dijual pada hari Sabat, kami tidak akan membelinya dari mereka pada hari Sabat itu atau pada hari kudus. Setiap tahun ketujuh, kami membiarkan hasil tanah kami dan tidak menagih utang. (Nehemia 10:31)
Contoh lain pelunasan utang
Jika ia telah bersalah kepadamu atau berutang apa pun kepadamu, tanggungkanlah itu kepadaku. Aku, Paulus, menulis ini dengan tanganku sendiri: Aku akan melunasinya — tanpa menyebut apa pun tentang utangmu kepadaku, yaitu hidupmu sendiri. (Filemon 18-19)
Utang dipakai sebagai contoh dalam pengajaran
Pengajaran Yesus Kristus
Kemudian, Petrus datang kepada Yesus dan bertanya, “Tuhan, seberapa sering seharusnya aku mengampuni saudaraku yang berdosa terhadapku? Sampai 7 kali?” Yesus berkata kepadanya, “Aku tidak mengatakan kepadamu sampai 7 kali tetapi sampai 70 kali 7 kali. Karena itulah, Kerajaan Surga diumpamakan seperti seorang raja yang mengadakan perhitungan dengan para hambanya. Ketika ia mulai mengadakan perhitungan, orang yang berutang sebesar 10.000 talenta dibawa kepadanya. Karena ia itu tidak mampu membayar, tuannya memerintahkan supaya ia dijual, beserta istri dan anak-anaknya, juga semua yang ia miliki, dan dengan itu pembayaran dilakukan. Maka, hamba itu tersungkur dan menyembah tuannya, katanya, ‘Bersabarlah kepadaku dan aku akan membayar semuanya kepadamu.’ Kemudian, tuan dari hamba itu berbelas kasihan, dan membebaskannya, dan memberi ampunan atas utangnya itu. Akan tetapi, ketika hamba itu keluar dan bertemu dengan hamba lain yang berutang 100 dinar kepadanya, ia menangkap serta mencekik hamba itu, dan berkata, ‘Bayar kembali uang yang kamu pinjam dariku!’ Maka, hamba yang berutang itu bersujud dan memohon kepadanya, katanya, ‘Bersabarlah kepadaku dan aku akan membayar semuanya kepadamu.’ Akan tetapi, ia menolak dan menjebloskan temannya itu ke penjara sampai ia bisa melunasi semua utangnya. Ketika hamba-hamba yang lain melihat kejadian itu, mereka menjadi sangat sedih lalu datang dan melaporkan kepada tuannya tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Kemudian, tuannya memanggil hamba yang pertama itu dan berkata kepadanya, ‘Kamu hamba yang jahat. Aku mengampuni semua utangmu karena kamu memohon kepadaku. Bukankah kamu seharusnya memiliki belas kasihan kepada hamba sesamamu, seperti aku juga telah menunjukkan belas kasihan kepadamu?’ Dan, tuannya, dengan penuh kemarahan, menyerahkannya kepada para penyiksa sampai ia dapat membayar kembali semua yang dipinjamkan kepadanya. Bapa-Ku di surga juga akan melakukan hal yang sama kepadamu, jika kamu tidak mengampuni saudaramu dari dalam hatimu.” (Matius 18:21-35)
Yesus menanggapi dan berkata, “Simon, ada yang ingin Kukatakan kepadamu.” Jawab Simon, “Katakanlah, Guru.” Yesus berkata, “Ada dua orang yang berutang kepada seorang pelepas uang, yang seorang berutang 500 dinar dan yang lainnya berutang 50 dinar. Ketika keduanya tidak sanggup membayar, si pelepas uang itu menghapuskan utang mereka berdua. Sekarang, siapakah di antara kedua orang itu yang akan lebih mengasihi si pelepas uang itu?” Jawab Simon, “Menurutku, orang yang paling banyak dibebaskan utangnya.” Yesus berkata kepadanya, “Kamu menilainya dengan benar.” (Lukas 7:40-43)
Pengajaran Paulus
Ia telah membatalkan surat utang dan aturan-aturan tuntutannya yang menghalangi hubungan antara Allah dan kita. Ia telah mengambilnya dengan memakukannya di atas kayu salib. (Kolose 2:14)
Menjadi penjamin (menanggung utang orang lain/berjabat tangan)
Menjadi penjamin tidak dianjurkan
Orang yang kurang berakal budi menjabat tangan dalam perjanjian, lalu menjadi penjamin bagi sesamanya. (Amsal 17:18)
Ambillah pakaian orang yang menanggung jaminan bagi orang asing, sedangkan bagi orang asing, tahanlah sebagai sandera. (Amsal 20:16)
Ambillah pakaian orang yang menanggung jaminan bagi orang asing, sedangkan bagi orang asing, tahanlah sebagai sandera. (Amsal 27:13)
Menjadi penjamin itu berbahaya
Dia yang menjadi penjamin bagi orang asing benar-benar malang, tetapi dia yang membenci penjaminan akan aman. (Amsal 11:15)
Jangan menjadi salah satu di antara orang yang memberi jabatan tangan, yang menjadi penjamin utang. Jika kamu tidak mempunyai apa pun untuk membayarnya, mengapa tempat tidur di bawahmu harus diambil? (Amsal 22:26-27)
Lepas dari tanggungan sebagai penjamin
Anakku, jika kamu menjadi penanggung bagi sesamamu, dan mengikat perjanjian dengan orang lain, jika kamu terjerat oleh perkataan-perkataan mulutmu, tertangkap oleh perkataan-perkataan mulutmu, lakukanlah ini, hai anakku, bebaskanlah dirimu karena kamu telah jatuh ke dalam genggaman sesamamu; pergilah, rendahkanlah dirimu, dan desaklah sesamamu itu. Jangan biarkan matamu tertidur, atau kelopak matamu mengantuk. Bebaskanlah dirimu seperti seekor kijang dari tangan pemburu, seperti seekor burung dari tangan penangkap burung. (Amsal 6:1-5)