Ujian dalam memberi
Ujian iman
Saudara-saudaraku, apa gunanya seseorang mengatakan bahwa dia memiliki iman, tetapi dia tidak memiliki perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkannya? Jika seorang saudara atau saudari tidak memiliki pakaian dan membutuhkan makanan sehari-hari, dan seorang di antaramu berkata kepadanya, “Pergilah dalam damai, semoga tubuhmu dihangatkan dan dikenyangkan,” tetapi kamu tidak memberikan kepadanya apa yang diperlukan tubuhnya, apa gunanya itu? Demikian juga iman, jika iman tidak disertai perbuatan-perbuatan, pada dasarnya iman itu mati. (Yakobus 2:14-17)
Ujian kasih Allah yang tinggal di dalam kita
Namun, apabila orang memiliki harta duniawi, dan melihat saudaranya sedang membutuhkan, tetapi menutup hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimana mungkin kasih Allah ada di dalam hatinya? (1 Yohanes 3:17)
Ujian mengasihi sesama
Aku tidak mengatakan hal ini sebagai perintah, tetapi untuk menguji melalui kesungguhan orang lain tentang keikhlasan kasihmu. (2 Korintus 8:8)
Contoh orang Samaria yang murah hati
Akan tetapi, ada seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan lewat di situ. Dan, ketika ia melihat orang itu, ia merasa kasihan kepadanya. Lalu, orang Samaria itu mendekatinya, dan membalut luka-lukanya. Ia mengolesinya dengan minyak dan anggur, lalu menaikkan orang itu ke atas keledainya dan membawanya ke sebuah penginapan, lalu merawat orang itu. Keesokan harinya, orang Samaria itu mengeluarkan uang 2 dinar dan memberikannya kepada penjaga penginapan itu dengan berkata, ‘Rawatlah orang yang terluka ini. Dan, berapa pun kamu menghabiskan uang untuknya, aku akan menggantinya saat aku kembali.’” (Lukas 10:33-35)
Ujian ketuhanan Kristus atas hidup kita
Yesus berkata kepadanya, “Jika kamu ingin sempurna, pergi dan juallah semua yang kamu miliki. Lalu, berikanlah kepada orang miskin, dan kamu akan memiliki harta di surga, dan mari ikutlah Aku.” Namun, ketika orang muda itu mendengar pernyataan ini, ia pergi dengan sedih sebab ia sangat kaya. (Matius 19:21-22)
Namun, Yesus memandang kepada pemuda itu, menaruh kasih kepadanya, dan berkata kepadanya, “Kamu kurang dalam satu hal. Pergi dan juallah semua yang kamu miliki, dan berikanlah kepada orang miskin, maka kamu akan memiliki harta di surga. Lalu, datanglah dan ikutlah Aku.” Orang itu sangat sedih ketika mendengar perkataan itu dan dia pergi dengan susah hati karena dia memiliki banyak harta. (Markus 10:21-22)
Ketika Yesus mendengarnya, Dia berkata kepada orang itu, “Masih ada satu hal yang kurang. Juallah semua yang kamu miliki dan bagikanlah kepada orang-orang miskin, maka kamu akan mempunyai harta di surga; dan mari, ikutlah Aku.” Ketika orang itu mendengar perkataan Yesus itu, ia menjadi sangat sedih sebab ia sangat kaya. (Lukas 18:22-23)
Sikap dalam memberi
Sikap Allah
Karena Allah sangat mengasihi dunia ini, Dia memberikan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)
Jadi, kita telah mengetahui dan telah memercayai kasih yang Allah miliki bagi kita. Allah adalah kasih, dan orang yang tinggal di dalam kasih, tinggal di dalam Allah dan Allah di dalam dia. (1 Yohanes 4:16)
Setiap pemberian yang baik dan setiap pemberian yang sempurna datang dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang, pada-Nya tidak ada perubahan atau pertukaran bayangan. (Yakobus 1:17)
Sikap kita
Bagaimana sikap yang benar?
Dengan kasih
Jika aku memberikan semua hartaku untuk memberi makan kepada orang miskin, dan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada gunanya bagiku. (1 Korintus 13:3)
Dengan sukacita
Setiap orang harus memberi seperti yang telah ia putuskan dalam hatinya, bukan dengan dukacita atau di bawah paksaan karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. (2 Korintus 9:7)
Bagaimana kita memberi dengan kasih?
Memberi kepada Tuhan sebagai ungkapan kasih dan penyembahan
“Katakanlah kepada keturunan Israel untuk membawa persembahan bagi-Ku. Kamu harus menerima persembahan bagi-Ku dari setiap orang yang tergerak hatinya. (Keluaran 25:2)
“Ketika kamu mengadakan sensus bagi keturunan Israel untuk menghitung mereka, setiap orang dari mereka harus memberikan pendamaian bagi dirinya sendiri kepada TUHAN ketika kamu menghitung mereka supaya tidak ada wabah di antara mereka ketika kamu menghitungnya. Setiap orang yang dihitung pada sensus tersebut harus memberi ini: 0,5 syikal menurut syikal tempat kudus, berat 1 syikal adalah 20 gera, 0,5 syikal itu sebagai persembahan bagi TUHAN. Setiap orang yang dihitung, yaitu yang berusia 20 tahun ke atas, harus memberikan persembahan kepada TUHAN. (Keluaran 30:12-14)
‘Ambillah persembahan bagi TUHAN dari antara kamu. Siapa pun yang tergerak hatinya, biarlah dia membawa ini sebagai persembahan bagi TUHAN: emas, perak, dan perunggu; (Keluaran 35:5)
Sesudah itu, setiap orang yang digerakkan oleh hatinya dan setiap orang yang digerakkan oleh rohnya pun datang serta membawa persembahan bagi TUHAN untuk pengerjaan tenda pertemuan dan untuk segala pelayanannya, dan untuk pakaian-pakaian kudus itu. Mereka pun datang, laki-laki maupun perempuan, setiap orang yang rela hatinya, membawa bros, dan anting-anting, dan cincin meterai, dan gelang, dan segala macam barang dari emas. Demikianlah setiap orang yang membawa persembahan, mempersembahkan emas untuk TUHAN. Setiap orang yang mempunyai kain biru, dan kain ungu, dan kain kirmizi, dan kain linen halus, dan bulu kambing, dan kulit domba jantan yang dicelup merah, dan kulit lumba-lumba, datang membawanya. Setiap orang yang dapat memberikan persembahan dari perak atau perunggu membawanya sebagai persembahan bagi TUHAN, dan setiap orang yang memiliki kayu akasia membawanya untuk berbagai pekerjaan pelayanan itu. Setiap perempuan yang ahli, memintal dengan tangannya dan mereka membawa yang mereka pintal itu, yaitu kain biru, kain ungu, kain kirmizi, dan kain linen halus. Semua perempuan yang digerakkan oleh hatinya, memintal bulu kambing dengan keahliannya. Para pemimpin membawa permata krisopras dan permata-permata ukiran untuk baju efod dan untuk tutup dada, dan rempah-rempah, dan minyak untuk pelita, dan untuk minyak urapan, dan untuk dupa yang harum. Keturunan Israel membawa persembahan sukarela kepada TUHAN, semua laki-laki dan perempuan yang digerakkan oleh hatinya untuk membawa segala keperluan pekerjaan yang telah diperintahkan TUHAN untuk dilaksanakan melalui Musa, mereka membawanya sebagai persembahan sukarela kepada TUHAN. (Keluaran 35:21-29)
Dia harus mengambil sepotong roti dari setiap persembahan itu sebagai pemberian kepada TUHAN. Itu harus menjadi milik imam yang memercikkan darah persembahan pendamaian. (Imamat 7:14)
Lalu TUHAN berfirman kepada Harun, “Lihat, Aku sendiri memberikan tanggung jawab kepadamu atas semua pemberian khusus yang diberikan umat kepada-Ku. Semua pemberian kudus yang diberikan bangsa Israel kepada-Ku, Kuberikan kepadamu sebagai bagianmu dan anak-anakmu untuk selamanya. Umat harus membawa pemberian kudus yang dibakar yaitu kurban sajian, dan kurban penghapus dosa, dan kurban penghapus salah. Persembahan-persembahan ini sangat suci dan menjadi bagianmu dan anak-anakmu. Semua laki-laki dalam keluargamu boleh memakannya. Itu bagian kudusmu. Ini juga akan menjadi bagianmu yaitu persembahan pemberian dan persembahan unjukan umat Israel. Aku memberikannya kepadamu, baik anak-anakmu laki-laki atau perempuan. Setiap orang dalam keluargamu yang tahir dapat memakannya. Aku akan memberikan kepadamu semua minyak, anggur baru, dan gandum yang terbaik yang dipersembahkan umat-Ku sebagai hasil sulungnya. Hasil pertama dari segala yang tumbuh di tanahnya yang dipersembahkan kepada TUHAN akan menjadi bagianmu. Setiap orang yang tahir dari keluargamu boleh memakannya. Semua yang dipersembahkan oleh umat Israel akan menjadi bagianmu. Semua yang sulung, baik anak sulung manusia maupun binatang yang dipersembahkan kepada TUHAN akan menjadi bagianmu. Akan tetapi, kamu harus menebus anak sulung manusia, dan dari anak sulung binatang yang najis. Kamu harus menebusnya sesuai dengan nilai sejak berumur satu bulan. Menurut syikal kudus nilainya lima syikal yaitu dua puluh gera. Akan tetapi, kamu jangan menebus anak sulung sapi, domba, atau kambing karena itu kudus. Percikkan darah binatang itu ke mazbah dan bakarlah lemaknya sebagai kurban bakaran yang harum baunya bagi TUHAN. Dari binatang yang dipersembahkan tadi, dagingnya akan menjadi bagianmu sama seperti persembahan unjukan dada dan paha kanan. Aku, TUHAN, memberikan segala sesuatu yang dipersembahkan umat Israel sebagai persembahan kudus, menjadi milikmu. Itu akan menjadi bagianmu kepada anak-anakmu, baik laki-laki maupun perempuan. Perjanjian garam ini berlaku untuk selama-lamanya.” TUHAN berkata kepada Harun, “Kamu tidak akan mendapat bagian dari tanah pusaka di tengah mereka. Bagimu, Akulah bagianmu dan warisanmu. Bangsa Israel akan memberikan sepersepuluh dari segala sesuatu yang dimilikinya kepada keturunan Lewi, sebagai pengganti dari pelayanan yang mereka lakukan di tenda pertemuan. Namun, orang Israel yang lain tidak boleh mendekati tenda pertemuan sebab mereka akan berdosa dan mati! Akan tetapi, orang Lewi akan melakukan pelayanan mengurus tenda pertemuan dan harus bertanggung jawab atas kesalahannya. Itulah peraturan yang berlaku selamanya dari generasi ke generasi. Mereka tidak akan mendapat tanah pusaka di tengah orang Israel. Umat Israel harus mempersembahkan sepersepuluh kepada TUHAN. Aku memberikannya kepada orang Lewi sebagai milik pusaka. Karena itulah Aku berkata demikian tentang mereka: ‘Mereka tidak akan memperoleh pusaka di Israel.’” (Bilangan 18:8-24)
Raja Daud mengkhususkan semua itu bagi TUHAN bersama emas dan perak yang dia angkut dari semua bangsa, yakni dari orang Edom, orang Moab, keturunan Amon, orang Filistin, dan orang Amalek. (1 Tawarikh 18:11)
Banyak orang membawa persembahan untuk TUHAN ke Yerusalem dan barang-barang berharga untuk Hizkia, raja Yehuda. Sejak saat itu, dia ditinggikan di depan mata semua bangsa. (2 Tawarikh 32:23)
Raja Daud juga mengkhususkan barang-barang ini bagi TUHAN, bersama emas dan perak yang dikhususkan dari seluruh bangsa yang dia taklukkan, (2 Samuel 8:11)
Persembahkanlah kepada Allah kurban syukur, dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi! (Mazmur 50:14)
Aku akan masuk ke dalam rumah-Mu dengan kurban-kurban bakaran; aku akan membayar nazarku kepada-Mu, (Mazmur 66:13)
Oleh karena bait-Mu di Yerusalem, raja-raja membawa persembahan kepada-Mu. (Mazmur 68:29)
Bernazarlah kepada TUHAN, Allahmu, dan penuhi itu! Biarlah semua yang ada di sekeliling-Nya membawa persembahan bagi Dia yang ditakuti. (Mazmur 76:11)
“Sebab, di gunung-Ku yang kudus, di gunung Israel yang tinggi,” firman Tuhan ALLAH, “di sana seluruh keturunan Israel, seluruhnya, akan melayani Aku di negeri itu; di sanalah Aku akan menerima mereka dan di sanalah Aku akan menuntut persembahan-persembahanmu dan persembahan-persembahanmu yang terpilih, dengan semua barang kudusmu. (Yehezkiel 20:40)
“Bangkitlah dan gasaklah mereka, hai putri-putri Sion! Sebab, Aku akan menjadikan tandukmu besi, dan Aku akan membuat kukumu perunggu. Kamu akan menghancurkan banyak bangsa, kamu akan mengkhususkan rampasan mereka bagi TUHAN, dan kekayaan mereka bagi Tuhan seluruh bumi!” (Mikha 4:13)
Semua yang kita miliki berasal dari Tuhan dan kita mengembalikannya kepada-Nya
Sebab, siapakah aku dan siapakah bangsaku sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab, segala sesuatu berasal dari-Mu, dan dari tangan-Mulah persembahan yang kami berikan kepada-Mu. Kami adalah orang asing di hadapan-Mu, dan pendatang seperti semua nenek moyang kami. Hari-hari kami di atas bumi seperti bayang-bayang dan tanpa harapan. Ya TUHAN, Allah kami, semua kelimpahan bahan yang kami siapkan untuk membangun bait bagi nama-Mu yang kudus ini berasal dari tangan-Mu; segala sesuatu adalah milik-Mu. (1 Tawarikh 29:14-16)
Teladan Anak Kristus
Sekarang, setelah Yesus lahir di Betlehem, di Yudea, pada zaman Raja Herodes, lihat, orang-orang Majus dari timur datang ke Yerusalem. (Matius 2:1)
Contoh tidak memberi kepada Tuhan
Kamu tidak membawa kepada-Ku dombamu sebagai kurban bakaran, ataupun memuliakan Aku dengan kurban-kurbanmu. Aku tidak memaksamu melayani dengan persembahan sajian. Aku tidak menyusahkanmu dengan kemenyan. Kamu tidak membeli tebu wangi bagi-Ku dengan uang, ataupun memuaskan Aku dengan lemak kurban-kurbanmu. Sebaliknya, kamu membebani Aku dengan dosa-dosamu; kamu telah menyusahkan Aku dengan kejahatan-kejahatanmu. (Yesaya 43:23-24)
Memberi dengan sukacita dengan berserah kepada Tuhan / memberi dengan sukarela
...emas untuk barang-barang emas dan perak untuk barang-barang perak, dan untuk semua pekerjaan yang dikerjakan oleh para tukang. Siapakah yang pada hari ini rela memberikan persembahan kepada TUHAN?” Dengan sukarela, para pemimpin kaum keluarga, para kepala suku Israel, para pemimpin pasukan seribu dan pasukan seratus, dan para pengawas pekerjaan raja menyerahkan 5.000 talenta emas, 10.000 dirham, 10.000 talenta perak, 18.000 talenta tembaga, serta 100.000 talenta besi untuk ibadah di bait Allah. Mereka yang memiliki batu permata menyerahkannya bagi perbendaharaan bait TUHAN melalui Yehiel, orang Gerson. Bangsa itu bersukacita karena para pemimpin telah memberi dengan sukarela, sebab dengan hati yang tulus mereka memberikan persembahan sukarela itu kepada TUHAN. Raja Daud pun sangat gembira. (1 Tawarikh 29:5-9)
Sebab, siapakah aku dan siapakah bangsaku sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab, segala sesuatu berasal dari-Mu, dan dari tangan-Mulah persembahan yang kami berikan kepada-Mu. Kami adalah orang asing di hadapan-Mu, dan pendatang seperti semua nenek moyang kami. Hari-hari kami di atas bumi seperti bayang-bayang dan tanpa harapan. Ya TUHAN, Allah kami, semua kelimpahan bahan yang kami siapkan untuk membangun bait bagi nama-Mu yang kudus ini berasal dari tangan-Mu; segala sesuatu adalah milik-Mu. Aku mengetahui, ya Allahku, bahwa Engkau menguji hati dan berkenan pada kejujuran. Aku, dalam ketulusan hatiku, mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela. Dan sekarang, aku melihat dengan sukacita umat-Mu yang hadir di sini memberikan persembahan sukarela kepada-Mu. (1 Tawarikh 29:14-17)
Sekarang, Saudara-saudara, kami ingin kamu mengetahui tentang anugerah Allah yang telah diberikan kepada jemaat-jemaat di Makedonia, bahwa dalam banyaknya ujian penderitaan, kelimpahan sukacita dan besarnya kemiskinan mereka telah berkelimpahan dalam kekayaan ketulusan hati mereka. Aku bersaksi bahwa mereka memberi sesuai dengan kemampuan mereka, bahkan melebihi kemampuannya atas kerelaan mereka sendiri. Mereka memohon dengan sangat kepada kami akan anugerah untuk turut ambil bagian dalam pelayanan orang-orang kudus. Dan, inilah yang mereka lakukan, bukan seperti yang kami harapkan, pertama-tama, mereka memberikan diri mereka sendiri kepada Allah, kemudian kepada kami oleh kehendak Allah. (2 Korintus 8:1-5)
Sikap lebih penting daripada jumlah yang diberikan
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, orang-orang munafik! Kamu memberi persepuluhanmu dari selasih, adas manis, dan jintan, tetapi telah mengabaikan hal-hal yang lebih berat dari Hukum Taurat, yaitu keadilan, belas kasihan, dan iman. Hal-hal inilah yang seharusnya sudah kamu lakukan tanpa mengabaikan hal-hal yang lain. (Matius 23:23)
Akan tetapi, celakalah kamu, orang-orang Farisi! Sebab, kamu memberi persepuluhan atas hasil selasih, inggu, dan segala macam tanaman kebunmu, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Seharusnya, kamu melakukan semua hal itu tanpa mengabaikan hal-hal yang lain. (Lukas 11:42)
“Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa. Yang seorang adalah orang Farisi dan yang lain adalah seorang pengumpul pajak. Orang Farisi itu berdiri dan mengucapkan doa tentang dirinya, ‘Ya, Allah, aku berterima kasih kepada-Mu karena aku tidak seperti orang lain; seperti pemeras, penipu, pezina, atau bahkan seperti pengumpul pajak ini. Aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari seluruh penghasilanku.’ Akan tetapi, si pengumpul pajak berdiri agak jauh, bahkan tidak memandang ke langit. Sebaliknya, ia memukul-mukul dadanya sambil berkata, ‘Ya, Allah. Berbelas kasihanlah kepadaku, si pendosa ini.’ Aku berkata kepadamu, pengumpul pajak ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang lebih dibenarkan daripada orang Farisi itu sebab orang yang meninggikan diri akan direndahkan, dan orang yang merendahkan diri akan ditinggikan.” (Lukas 18:10-14)
Memberi dengan sikap yang benar / Tuhan menerima persembahan
Habel juga membawa yang sulung dari kawanan dombanya beserta lemak-lemaknya. TUHAN memperhatikan Habel dan persembahannya, (Kejadian 4:4)
Oleh iman, Habel mempersembahkan kepada Allah kurban yang lebih daripada yang dipersembahkan Kain, dan karena itu, Habel memberi kesaksian sebagai orang benar; Allah memuji dia dengan menerima kurban persembahannya. Oleh imannya, meskipun sudah mati, dia masih berbicara. (Ibrani 11:4)
Aku telah menerima pembayaran penuh, bahkan lebih. Aku memiliki semua yang aku butuhkan karena pemberian yang kamu kirim kepadaku melalui Epafroditus. Pemberianmu itu menjadi persembahan yang harum, kurban yang berkenan, dan menyenangkan Allah. (Filipi 4:18)
Memberi dengan sikap yang salah / Tuhan menolak persembahan
Pada suatu waktu, Kain membawa kepada TUHAN suatu persembahan hasil dari tanah itu, Habel juga membawa yang sulung dari kawanan dombanya beserta lemak-lemaknya. TUHAN memperhatikan Habel dan persembahannya, tetapi terhadap Kain dan persembahannya, Dia tidak memperhatikannya. Lalu, Kain menjadi sangat marah dan wajahnya muram. (Kejadian 4:3-5)
“Datanglah ke Betel dan memberontaklah, ke Gilgal, lipatgandakan pemberontakan! Bawalah kurban persembahanmu setiap pagi, dan persembahan persepuluhanmu setiap tiga hari! Persembahkanlah kurban syukur dengan roti beragi, dan persembahan sukarela. Umumkan persembahan sukarela, sebab, bukankah itu yang kamu sukai, hai orang Israel?” firman Tuhan ALLAH. “Sekalipun Aku berikan kepadamu gigi yang bersih di seluruh kotamu, dan kekurangan roti di seluruh tempat tinggalmu, tetapi itu pun tidak membuat kamu kembali kepada-Ku,” firman TUHAN. (Amos 4:4-6)
Sekalipun kamu mempersembahkan kurban-kurban bakaran dan kurban-kurban sajian, Aku takkan menerimanya. Demikian juga kurban pendamaian dari lemakmu, Aku takkan memandang-Nya. Akan tetapi, biarlah keadilan mengalir seperti air dan kebenaran seperti sungai yang senantiasa mengalir.” (Amos 5:22, 24)
“Pernahkah kamu mempersembahkan kurban sembelihan dan persembahan selama empat puluh tahun di padang gurun, hai kaum Israel? Namun, kamu mengangkut Sakut, rajamu, dan Kewan, dewa bintangmu, patung-patung yang kamu buat bagi dirimu sendiri. Karena itu, Aku akan mengirim kamu ke pembuangan lebih jauh dari Damsyik,” firman TUHAN, yang nama-Nya adalah Allah semesta alam. (Amos 5:25-27)
Inilah hal-hal yang telah kamu lakukan lagi: kamu menudungi mazbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan, dan dengan keluhan karena Dia tidak lagi mengindahkan persembahanmu atau menerimanya dengan kesukaan dari tanganmu.” “Namun, kamu bertanya, “Mengapa?” Sebab, TUHAN telah menjadi saksi antara kamu dan istri masa mudamu, yang kepadanya kamu telah berkhianat kepadanya, padahal dialah pasanganmu dan istri perjanjianmu.” (Maleakhi 2:13-14)
Berdusta kepada Roh Kudus
Akan tetapi, ada seorang laki-laki bernama Ananias, bersama dengan istrinya, Safira, menjual harta miliknya. Dan, dengan sepengetahuan istrinya, Ananias menahan sebagian hasil penjualannya bagi dirinya sendiri, dan hanya membawa yang sebagian, lalu meletakkannya di depan kaki para rasul. Namun, Petrus berkata, “Ananias, mengapa Iblis memenuhi hatimu sehingga kamu berbohong kepada Roh Kudus dan menahan sebagian hasil penjualan tanah itu? Ketika belum dijual, bukankah tanah itu tetap milikmu? Dan, setelah terjual, bukankah tanah itu ada di bawah kuasamu? Mengapa kamu memikirkan perbuatan ini di dalam hatimu? Kamu bukan berbohong kepada manusia, melainkan kepada Allah.” Lalu, ketika mendengar perkataan itu, Ananias jatuh dan mengembuskan napasnya yang terakhir. Ketakutan yang besar pun terjadi atas semua orang yang mendengarnya. Beberapa orang muda datang, mengafaninya, menggotongnya ke luar, lalu menguburnya. Kemudian, dalam waktu kira-kira tiga jam, istri Ananias datang, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi. Dan, Petrus berkata kepadanya, “Katakan kepadaku, apakah kamu menjual tanah itu dengan harga sebesar ini?” Dan, Safira berkata, “Ya, sebesar itu.” Kemudian Petrus berkata kepadanya, “Mengapa kamu dan suamimu bersepakat bersama untuk mencobai Roh Tuhan? Lihat, jejak-jejak kaki orang yang telah mengubur suamimu masih ada di depan pintu dan mereka juga akan mengusungmu ke luar.” Tiba-tiba, Safira jatuh di depan kaki Petrus dan mengembuskan napasnya yang terakhir. Ketika orang-orang muda masuk, mereka melihat Safira sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburkannya di samping suaminya. (Kisah Para Rasul 5:1-10)
Untuk membenarkan dosa
“Aku harus mempersembahkan kurban keselamatan, dan pada hari ini, aku telah membayar nazarku. (Amsal 7:14)
Keuntungan memberi
Manfaat bagi si pemberi
Dalam segala hal, aku telah menunjukkan kepadamu bahwa dengan bekerja keras seperti cara ini, kita harus menolong yang lemah dan mengingat perkataan Tuhan Yesus, bahwa Ia sendiri berkata, ‘Lebih berbahagia memberi daripada menerima.’” (Kisah Para Rasul 20:35)
Bertambahnya keintiman dengan Tuhan
Karena di tempat hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Matius 6:21)
Sebab, di tempat hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Lukas 12:34)
Bertambah di surga
Akan tetapi, kumpulkan untuk dirimu sendiri harta di surga, tempat ngengat dan karat tidak merusak, dan tempat pencuri tidak membongkar serta mencuri. (Matius 6:20)
Yesus berkata kepadanya, “Jika kamu ingin sempurna, pergi dan juallah semua yang kamu miliki. Lalu, berikanlah kepada orang miskin, dan kamu akan memiliki harta di surga, dan mari ikutlah Aku.” (Matius 19:21)
Juallah segala yang kamu miliki dan berilah sedekah. Buatlah bagimu kantong uang yang tidak dapat rusak, yaitu harta di surga yang tidak dapat hilang, yang tidak dapat diambil pencuri ataupun dirusak oleh ngengat. (Lukas 12:33)
“Katakanlah kepada orang Lewi: Orang Israel harus memberikan sepersepuluh dari semua yang mereka miliki kepada TUHAN dan orang Lewi juga harus memberikan sepersepuluh darinya sebagai persembahan. (Bilangan 18:26)
Ketika Yesus mendengarnya, Dia berkata kepada orang itu, “Masih ada satu hal yang kurang. Juallah semua yang kamu miliki dan bagikanlah kepada orang-orang miskin, maka kamu akan mempunyai harta di surga; dan mari, ikutlah Aku.” (Lukas 18:22)
Namun, bukan bantuan itu yang aku cari, melainkan aku mencari buah yang akan memperbesar keuntunganmu. (Filipi 4:17)
Sementara itu, perintahkan orang-orang kaya di zaman ini agar tidak sombong atau menaruh harapan pada kekayaan yang tidak pasti, tetapi taruhlah harapan kepada Allah, yang dengan melimpah menyediakan segala sesuatu bagi kita untuk dinikmati. Perintahkan mereka untuk berbuat baik, menjadi kaya dalam perbuatan-perbuatan baik, menjadi orang yang murah hati, dan siap berbagi. Dengan demikian, mereka akan mengumpulkan harta bagi diri mereka sendiri sebagai dasar yang baik untuk masa yang akan datang sehingga mereka dapat berpegang pada hidup yang sesungguhnya. (1 Timotius 6:17-19)
Bertambah di bumi
Pada akhir setiap tiga tahun, sepersepuluh dari hasil panen ladangmu tahun itu harus kamu kumpulkan. Simpanlah makanan itu di kotamu. Dan, orang Lewi yang tidak mendapat bagian tanah pusaka di antaramu, begitu juga orang asing, para janda, dan yatim piatu yang tinggal di kotamu akan datang dan makan kenyang. Dengan demikian, TUHAN, Allahmu, akan selalu memberkati segala pekerjaan tanganmu. (Ulangan 14:28-29)
Lalu, Azarya, imam kepala dari keturunan Zadok, menjawab dia dan berkata, “Sejak persembahan khusus mulai dibawa ke bait TUHAN, kami makan sekenyang-kenyangnya, tetapi sisanya masih banyak. Sebab, TUHAN memberkati umat-Nya sehingga sisanya sebanyak ini.” (2 Tawarikh 31:10)
Hormatilah TUHAN dengan kekayaanmu dan dengan buah pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan dipenuhi dengan kelimpahan, dan tempat-tempat pemerasan anggurmu akan meluap-luap dengan anggur baru. (Amsal 3:9-10)
Seseorang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, yang lain menahan melebihi seharusnya, tetapi menjadi kekurangan. Orang yang memberi berkat akan menjadi makmur, dan orang yang memberi minum, dia juga akan diberi minum. (Amsal 11:24-25)
Lemparkanlah rotimu ke atas permukaan air karena kamu akan mendapatkannya kembali setelah berhari-hari. (Pengkhotbah 11:1)
Berilah dan akan diberikan kepadamu: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang diguncangkan dan berlimpah, dan yang akan dituangkan ke pangkuanmu. Karena dengan ukuran yang sama yang kamu gunakan untuk mengukur, hal itu akan diukurkan kembali kepadamu.” (Lukas 6:38)
Aku mengatakan hal ini: siapa yang menabur sedikit akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga. Setiap orang harus memberi seperti yang telah ia putuskan dalam hatinya, bukan dengan dukacita atau di bawah paksaan karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan, Allah sanggup melimpahkan semua anugerah kepada kamu supaya kamu selalu memiliki semua kecukupan dalam segala hal dan berkelimpahan dalam setiap pekerjaan baik. Seperti yang tertulis: “Ia telah membagi-bagikan, Ia telah memberi kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya.” Sekarang, Ia yang menyediakan benih bagi penabur dan roti sebagai makanan, akan menyediakan dan melipatgandakan benihmu untuk ditabur dan akan memperbanyak hasil-hasil kebenaranmu. Kamu akan diperkaya dalam segala hal atas semua kemurahan hatimu, yang melalui kami membangkitkan ucapan syukur kepada Allah. (2 Korintus 9:6-11)
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan-Nya yang mulia dalam Yesus Kristus. (Filipi 4:19)
Tantangan untuk menguji Tuhan demi pertambahan materi
“Bawalah seluruh persepuluhan itu ke rumah perbendaharaan supaya ada makanan di rumah-Ku. Kemudian, ujilah Aku sekarang dalam hal ini,” TUHAN semesta alam berfirman, “apakah Aku tidak akan membukakan tingkap-tingkap langit untukmu dan mencurahkan berkat kepadamu sampai penyimpanannya tidak cukup?” (Maleakhi 3:10)
Bertambahnya berkat
Dan, buah sulung dari semua jenis hasil panen pertama, dan setiap persembahan dari semua jenis persembahanmu, akan menjadi milik imam. Kamu juga akan memberikan kepada para imam adonan pertamamu, supaya berkat akan tinggal di rumahmu. (Yehezkiel 44:30)
Di sana, ada seorang Perwira Romawi yang memiliki budak yang dihargainya. Budak itu sedang sakit parah dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia mengutus beberapa tua-tua Yahudi menemui Yesus dan meminta Dia datang untuk menyembuhkan pelayannya itu.” Saat orang-orang itu datang kepada Yesus, mereka sungguh-sungguh memohon kepada-Nya. Kata mereka, “Orang ini layak mendapat pertolongan-Mu, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang membangun sinagoge bagi kita.” (Lukas 7:2-5)
Suatu saat, di Yope, ada seorang murid perempuan bernama Tabita, yang jika diterjemahkan berarti Dorkas. Ia penuh dengan perbuatan baik dan tindakan sedekah. Pada hari-hari itu terjadilah, ia sakit dan mati. Lalu, ketika orang-orang telah memandikannya, mereka membaringkannya di ruang atas. Namun, Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu berlutut dan berdoa. Kemudian, ia berpaling kepada mayat Tabita dan ia berkata, “Tabita, bangunlah!” Lalu, perempuan itu membuka matanya dan ketika ia melihat Petrus, ia duduk. (Kisah Para Rasul 9:36-37, 40)
Suatu saat, di Kaisarea, ada seseorang bernama Kornelius, seorang perwira dari apa yang disebut pasukan Italia, orang saleh yang takut akan Allah, begitu juga dengan semua orang yang ada di rumahnya, dan memberikan banyak sedekah kepada orang-orang dan selalu berdoa kepada Allah. Suatu sore, sekitar jam kesembilan hari itu, ia melihat dengan jelas dalam sebuah penglihatan, seorang malaikat Allah datang dan berkata kepadanya, “Kornelius!” Lalu, ia menatap malaikat itu dengan ketakutan dan berkata, “Apa ini, Tuan?” Dan, malaikat itu berkata kepadanya, “Doa-doamu dan sedekah-sedekahmu telah naik sebagai suatu peringatan di hadapan Allah. Lalu, berkata, ‘Kornelius, doamu sudah didengar dan sedekahmu telah diingat di hadapan Allah. (Kisah Para Rasul 10:1-4, 31)
Jumlah yang diberikan
Persepuluhan
Sebelum hukum Taurat
Terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuh-musuhmu ke dalam tanganmu.” Kemudian, Abram menyerahkan sepersepuluh dari segala sesuatunya kepada Melkisedek. (Kejadian 14:20)
Kemudian, Yakub bersumpah, katanya, “Jika Allah akan menyertaiku dan akan menjagaku dalam perjalanan yang kutempuh ini, dan jika Dia memberiku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dikenakan, sampai aku kembali lagi ke rumah ayahku dengan selamat, TUHAN akan menjadi Allahku. Batu ini, yang kudirikan sebagai tugu, akan menjadi rumah Allah dan segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku, aku akan memberikan sepersepuluhnya kepada-Mu.” (Kejadian 28:20-22)
Di bawah hukum Taurat
Sepersepuluh hasil panen adalah milik TUHAN, baik itu hasil gandum maupun buah pohon-pohon. Itu kudus bagi TUHAN. Jika seseorang ingin menebus sebagian persepuluhannya, dia harus menambahkan 1/5. Setiap sepersepuluh dari kawanan sapi atau domba, yaitu hewan kesepuluh yang lewat di bawah tongkat gembala saat dihitung, adalah persembahan kudus bagi TUHAN. (Imamat 27:30-32)
Tidak memberi persepuluhan dianggap merampok Allah
“Dapatkah manusia merampok Allah? Namun, kamu sudah merampok-Ku! Akan tetapi, kamu bertanya, ‘Bagaimana kami telah merampok Engkau?’ Dalam hal persepuluhan dan persembahan. Kamu dikutuk dengan kutukan, tetapi kamu masih menipu Aku, bahkan seluruh bangsa ini!” (Maleakhi 3:8-9)
Persepuluhan dimakan di hadapan Tuhan
Kamu harus mempersembahkan sepersepuluh dari semua hasil panen ladangmu setiap tahunnya. Di depan TUHAN, Allahmu, di tempat yang telah dipilih-Nya untuk menegakkan nama-Nya, kamu boleh makan sepersepuluh dari gandummu, anggurmu, minyakmu dan anak-anak sulung dari kawanan sapimu atau dombamu. Supaya kamu takut akan TUHAN, Allahmu. Jika jarak itu terlalu jauh bagimu sehingga tidak dapat membawa persepuluhan ke tempat yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, untuk menegakkan nama-Nya. Ketika TUHAN, Allahmu, akan memberkatimu, kamu harus menjual panenmu itu dan bawalah uang itu ke tempat yang telah TUHAN, Allahmu, pilih. Kamu bisa membelanjakan uang itu sesuai dengan kehendak hatimu seperti: sapi, domba, anggur, minuman keras, atau apa pun yang diingini hatimu. Dan, kamu harus memakannya dan bersukacita di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat itu, kamu dan seisi rumahmu. (Ulangan 14:22-26)
Persepuluhan diberikan untuk menopang orang Lewi dan orang miskin
Bangsa Israel akan memberikan sepersepuluh dari segala sesuatu yang dimilikinya kepada keturunan Lewi, sebagai pengganti dari pelayanan yang mereka lakukan di tenda pertemuan. Namun, orang Israel yang lain tidak boleh mendekati tenda pertemuan sebab mereka akan berdosa dan mati! Akan tetapi, orang Lewi akan melakukan pelayanan mengurus tenda pertemuan dan harus bertanggung jawab atas kesalahannya. Itulah peraturan yang berlaku selamanya dari generasi ke generasi. Mereka tidak akan mendapat tanah pusaka di tengah orang Israel. Umat Israel harus mempersembahkan sepersepuluh kepada TUHAN. Aku memberikannya kepada orang Lewi sebagai milik pusaka. Karena itulah Aku berkata demikian tentang mereka: ‘Mereka tidak akan memperoleh pusaka di Israel.’” (Bilangan 18:21-24)
Pada akhir setiap tiga tahun, sepersepuluh dari hasil panen ladangmu tahun itu harus kamu kumpulkan. Simpanlah makanan itu di kotamu. Dan, orang Lewi yang tidak mendapat bagian tanah pusaka di antaramu, begitu juga orang asing, para janda, dan yatim piatu yang tinggal di kotamu akan datang dan makan kenyang. Dengan demikian, TUHAN, Allahmu, akan selalu memberkati segala pekerjaan tanganmu. (Ulangan 14:28-29)
Setiap tahun ketiga adalah tahun persepuluhan. Kamu harus memberikan 1/10 dari panenmu kepada orang Lewi, kepada orang asing, para janda, dan anak yatim. Dengan demikian, mereka dapat makan di setiap tempat di kotamu dan menjadi kenyang. (Ulangan 26:12)
Dia memerintahkan rakyat yang tinggal di Yerusalem untuk memberi sumbangan yang menjadi bagian para imam dan orang-orang Lewi, supaya mereka kuat dalam melaksanakan Taurat TUHAN. Setelah perintah ini tersebar, orang Israel membawa sejumlah besar hasil pertama dari gandum, anggur, minyak, madu, dan segala macam hasil bumi. Mereka juga membawa persembahan persepuluhan dari segala sesuatu dengan jumlah yang melimpah. Orang-orang Israel dan orang-orang Yehuda yang tinggal di kota-kota Yehuda membawa persembahan persepuluhan berupa sapi dan domba, serta persembahan persepuluhan dari benda-benda kudus yang telah dikuduskan bagi TUHAN, Allah mereka. Semua itu mereka letakkan hingga bertumpuk-tumpuk. Pada bulan ketiga, mereka mulai membuat tumpukan itu, dan pada bulan ketujuh mereka menyelesaikannya. Ketika Hizkia dan para pemimpin datang untuk melihat tumpukan itu, mereka memuji TUHAN serta umat-Nya, Israel. Hizkia bertanya kepada para imam dan orang Lewi tentang tumpukan itu. Lalu, Azarya, imam kepala dari keturunan Zadok, menjawab dia dan berkata, “Sejak persembahan khusus mulai dibawa ke bait TUHAN, kami makan sekenyang-kenyangnya, tetapi sisanya masih banyak. Sebab, TUHAN memberkati umat-Nya sehingga sisanya sebanyak ini.” Lalu, Hizkia menyuruh agar disediakan kamar-kamar di bait TUHAN, dan mereka menyiapkannya. Dengan setia, mereka membawa persembahan khusus, persembahan persepuluhan, dan persembahan kudus. Pengawas mereka adalah Konanya, seorang Lewi, dan Simei, saudaranya, yang merupakan orang kedua. (2 Tawarikh 31:4-12)
Kami akan membawa tepung jelai kami yang pertama, persembahan khusus kami, dan buah dari segala jenis pohon, anggur, dan minyak kepada para imam ke dalam bilik-bilik bait Allah. Kami akan membawa 1/10 dari hasil tanah kami kepada orang-orang Lewi supaya mereka mendapatkan persepuluhan di semua kota yang tanahnya kami kerjakan. Seorang imam, anak Harun, akan bersama-sama dengan orang-orang Lewi ketika mereka mengambil persepuluhan. Dan, orang-orang Lewi harus membawa 1/10 dari persepuluhan tersebut ke bait Allah kami, ke bilik-bilik rumah perbendaharaan. (Nehemia 10:37-38)
Aku juga mengetahui bahwa bagian-bagian untuk orang-orang Lewi tidak diberikan sehingga orang-orang Lewi dan para penyanyi yang seharusnya melakukan tugasnya, kembali bekerja di ladang mereka masing-masing. Oleh karena itu, aku menegur para pemimpin di bait Allah, dan berkata, “Mengapa bait Allah ditinggalkan?” Lalu, aku memanggil mereka kembali dan menempatkan mereka pada posisi mereka. (Nehemia 13:10-11)
Orang Lewi harus memberi persepuluhan dari persepuluhan yang mereka terima
“Katakanlah kepada orang Lewi: Orang Israel harus memberikan sepersepuluh dari semua yang mereka miliki kepada TUHAN dan orang Lewi juga harus memberikan sepersepuluh darinya sebagai persembahan. (Bilangan 18:26)
Persepuluhan dalam Perjanjian Baru
Keunggulan keimamatan Melkisedek
Sebab, Melkisedek, Raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi, menemui Abraham setelah Abraham kembali dari membantai raja-raja, dan memberkatinya. Kepada Melkisedek, Abraham juga memberikan sepersepuluh dari semua harta rampasan yang diperolehnya. Pertama-tama, nama Melkisedek berarti “Raja Kebenaran”, selanjutnya, “Raja Salem” yang berarti “raja damai”. Perhatikanlah, betapa agungnya orang ini, bahkan Abraham leluhur kita pun menyerahkan kepadanya sepersepuluh dari segala hasil rampasan perangnya. Menurut Hukum Taurat, anak-anak Lewi yang menerima jabatan imam berhak mengumpulkan persepuluhan dari umat yang adalah saudara-saudara mereka, walaupun mereka sama-sama keturunan Abraham. Namun, Melkisedek yang tidak dari keturunan Lewi, menerima persepuluhan dari Abraham dan memberkati dia yang memegang janji-janji Allah. Dan, tidak dapat disangkal, yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi. Dalam satu hal, persepuluhan diterima oleh manusia fana yang bisa mati. Namun, dalam hal ini, diterima oleh dia, yang dipastikan hidup. Karena itu, dapat dikatakan bahwa bahkan kaum Lewi yang berhak menerima persepuluhan pun juga membayar persepuluhan mereka melalui Abraham, (Ibrani 7:1-2, 4-9)
Persepuluhan ke rumah perbendaharaan
Lalu, Hizkia menyuruh agar disediakan kamar-kamar di bait TUHAN, dan mereka menyiapkannya. Dengan setia, mereka membawa persembahan khusus, persembahan persepuluhan, dan persembahan kudus. Pengawas mereka adalah Konanya, seorang Lewi, dan Simei, saudaranya, yang merupakan orang kedua. (2 Tawarikh 31:11-12)
Seorang imam, anak Harun, akan bersama-sama dengan orang-orang Lewi ketika mereka mengambil persepuluhan. Dan, orang-orang Lewi harus membawa 1/10 dari persepuluhan tersebut ke bait Allah kami, ke bilik-bilik rumah perbendaharaan. (Nehemia 10:38)
Pada waktu itu, orang-orang telah ditetapkan untuk mengawasi gudang-gudang penyimpanan untuk perbendaharaan, untuk persembahan khusus, untuk hasil pertama, dan untuk persepuluhan supaya sumbangan yang menurut hukum Taurat menjadi bagian para imam dan orang-orang Lewi dapat dikumpulkan di bilik-bilik itu sesuai dengan ladang di tiap kota. Orang-orang Yehuda bersukacita karena para imam dan orang-orang Lewi yang melayani. (Nehemia 12:44)
Kemudian, semua orang Yehuda membawa persepuluhan biji-bijian, anggur baru, dan minyak ke gudang penyimpanan. (Nehemia 13:12)
Memberi sebanding dengan berkat Allah
Dan, rayakanlah hari raya Tujuh Minggu bagi TUHAN, Allahmu dengan membawa persembahanmu sesuai dengan yang TUHAN, Allahmu berikan kepadamu. (Ulangan 16:10)
Tiga kali dalam setahun semua lelaki harus hadir menghadap TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya, pada hari raya Roti Tidak Beragi, hari raya Tujuh Minggu, dan hari raya Pondok Daun. Setiap orang yang datang untuk menemui TUHAN harus membawa persembahan. (Ulangan 16:16)
Pada hari pertama setiap minggu, masing-masing kamu menyisihkan sesuatu dan menyimpannya sesuai dengan yang kamu peroleh supaya jangan ketika aku datang baru diadakan pengumpulan. (1 Korintus 16:2)
Contoh memberi sebanding dengan kemampuan
Sesuai kemampuan, mereka memberi 61.000 dirham emas, 5.000 mina perak, dan 100 jubah untuk perbendaharaan pekerjaan itu. (Ezra 2:69)
Maka, para murid memutuskan untuk mengirim sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing, kepada saudara-saudara seiman yang tinggal di Yudea. (Kisah Para Rasul 11:29)
Jumlah yang diberikan sesuai kemampuan seseorang itu berkenan
Sebab, jika ada kesiapan memberi, pemberian itu akan diterima, berdasarkan apa yang dimiliki seseorang, dan bukan berdasarkan apa yang tidak dimilikinya. (2 Korintus 8:12)
Memberi dengan berkorban
Yesus duduk berseberangan dengan kotak persembahan dan mengamati orang banyak yang memasukkan uang ke dalam kotak persembahan itu. Banyak orang kaya yang memberi dalam jumlah besar. Kemudian, seorang janda miskin datang dan memberi dua keping uang logam, senilai 1 sen. Lalu, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka, “Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, janda miskin ini telah memberi lebih banyak daripada semua yang memberi. Sebab, mereka semua memberi ke kotak persembahan dari kelimpahan mereka, tetapi janda miskin itu, dari kemiskinannya, dia memberikan semua yang dia miliki, yaitu semua nafkahnya.” (Markus 12:41-44)
Ketika Yesus memandang ke atas, Ia melihat beberapa orang kaya memasukkan persembahan mereka ke kotak persembahan. Dia juga melihat seorang janda miskin memasukkan 2 keping uang tembaga. Yesus berkata, “Aku mengatakan yang sesungguhnya kepadamu bahwa janda miskin ini memberikan lebih banyak daripada semua orang kaya itu. Sebab, mereka memberi persembahan dari kelebihan mereka, tetapi janda ini memberi persembahannya dari kekurangannya, yaitu semua yang dimilikinya untuk melanjutkan hidup.” (Lukas 21:1-4)
Sekarang, Saudara-saudara, kami ingin kamu mengetahui tentang anugerah Allah yang telah diberikan kepada jemaat-jemaat di Makedonia, bahwa dalam banyaknya ujian penderitaan, kelimpahan sukacita dan besarnya kemiskinan mereka telah berkelimpahan dalam kekayaan ketulusan hati mereka. Aku bersaksi bahwa mereka memberi sesuai dengan kemampuan mereka, bahkan melebihi kemampuannya atas kerelaan mereka sendiri. Mereka memohon dengan sangat kepada kami akan anugerah untuk turut ambil bagian dalam pelayanan orang-orang kudus. (2 Korintus 8:1-4)
Jangan memberi sesuatu yang tidak memerlukan pengorbanan apa pun darimu
Arauna bertanya, “Mengapa Tuanku Raja datang kepada hambamu ini?” Daud menjawab, “Untuk membeli tempat pengirikan ini darimu. Aku akan mendirikan mazbah bagi TUHAN supaya bencana yang menimpa rakyat berhenti.” Arauna berkata kepada Daud, “Ambil dan persembahkanlah apa yang Tuanku Raja pandang baik. Lihatlah, ada sapi-sapi untuk korban bakaran, dan alat-alat pengirik serta perkakas-perkakas sapi untuk kayu bakar. Semuanya itu, ya Raja, Arauna berikan kepada Raja.” Arauna juga berkata kepada raja, “Kiranya TUHAN, Allahmu, berkenan kepada Raja.” Akan tetapi, raja berkata kepada Arauna, “Tidak, sebab aku ingin membelinya darimu dengan uang. Aku tidak ingin mempersembahkan kurban bakaran kepada TUHAN, Allahku, dengan cuma-cuma.” Lalu, Daud membeli tempat pengirikan itu beserta sapi-sapinya seharga 50 syikal perak. (2 Samuel 24:21-24)
Daud berkata kepada Ornan, “Berikanlah tempat pengirikan ini supaya aku dapat mendirikan mazbah bagi TUHAN di sini. Berikanlah kepadaku dengan harga penuh agar tulah ini berhenti menimpa rakyat.” Ornan berkata kepada Daud, “Ambillah, dan biarlah Tuanku Raja melakukan apa yang baik di matanya. Lihatlah, aku akan memberikan sapi untuk kurban bakaran, alat pengirik untuk kayu bakar, dan gandum untuk kurban sajian. Aku memberikan semuanya.” Namun, Raja Daud berkata kepada Ornan, “Tidak, aku akan membelinya dengan harga penuh. Aku tidak akan mengambil kepunyaanmu untuk TUHAN ataupun mempersembahkan kurban bakaran secara cuma-cuma.” (1 Tawarikh 21:22-24)
Terkutuk bila memberi barang curian atau yang bercacat
“‘Seorang anak laki-laki menghormati ayahnya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku adalah Bapa, di manakah hormatmu terhadap-Ku? Jika Aku adalah Tuan, di manakah takutmu terhadap-Ku,’ firman TUHAN semesta alam, ‘hai para imam yang telah menghina nama-Ku?’ Namun, kamu bertanya, ‘Dalam hal apa kami telah menghina nama-Mu?’ ‘Kamu membawa roti yang cemar di atas mazbah-Ku.’ Lalu, kamu bertanya, ‘Bagaimana kami sudah mencemari Engkau?’ Dengan ucapanmu ini, ‘Meja TUHAN itu boleh dihina!’ ‘Jika kamu mempersembahkan yang buta sebagai kurban, bukankah itu jahat? Jika kamu mempersembahkan yang timpang dan sakit, bukankah itu jahat? Sekarang, persembahkanlah itu kepada gubernurmu, apakah dia akan berkenan kepadamu atau memandang wajahmu?’ firman TUHAN semesta alam. ‘Namun, sekarang, aku minta kepadamu, memohonlah di hadapan Allah supaya Dia mengasihani kita. Karena hal ini terjadi akibat ulahmu, apakah Dia akan mengindahkanmu?’ firman TUHAN semesta alam. ‘Ah, siapakah di antara kamu yang mau menutup pintu sehingga kamu tidak menyalakan api di mazbah-Ku dengan sembarangan! Tidak ada kesukaan bagi-Ku di dalam kamu,’ TUHAN semesta alam berfirman, ‘Aku juga tidak akan menerima persembahan dari tanganmu.’ ‘Sebab, dari terbitnya matahari dan sampai terbenamnya, nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa dan di setiap tempat akan dipersembahkan dupa bagi nama-Ku dan juga persembahan yang tahir, sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa,” TUHAN semesta alam berfirman. ‘Namun, kamu mencemarinya dengan mengatakan bahwa meja Tuhan itu tercemar dan buahnya dan makanannya boleh dihina!’ Kamu berkata, ‘Lihat, alangkah susahnya!’ Lalu, kamu mendengus atasnya. TUHAN semesta alam berfirman, ‘Dan, kamu membawa hewan rampasan, hewan yang timpang, dan hewan yang sakit sebagai persembahan. Apakah Aku harus menerimanya dari tanganmu?’ TUHAN berfirman. ‘Terkutuklah penipu yang mempunyai seekor yang jantan di antara kawanan dombanya, lalu dia menazarkannya, tetapi mempersembahkan yang cacat kepada TUHAN sebab Akulah Raja Yang Mahabesar,’ TUHAN semesta alam berfirman, ‘dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.’” (Maleakhi 1:6-14)
Cara memberi
“‘Seorang anak laki-laki menghormati ayahnya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku adalah Bapa, di manakah hormatmu terhadap-Ku? Jika Aku adalah Tuan, di manakah takutmu terhadap-Ku,’ firman TUHAN semesta alam, ‘hai para imam yang telah menghina nama-Ku?’ Namun, kamu bertanya, ‘Dalam hal apa kami telah menghina nama-Mu?’ ‘Kamu membawa roti yang cemar di atas mazbah-Ku.’ Lalu, kamu bertanya, ‘Bagaimana kami sudah mencemari Engkau?’ Dengan ucapanmu ini, ‘Meja TUHAN itu boleh dihina!’ ‘Jika kamu mempersembahkan yang buta sebagai kurban, bukankah itu jahat? Jika kamu mempersembahkan yang timpang dan sakit, bukankah itu jahat? Sekarang, persembahkanlah itu kepada gubernurmu, apakah dia akan berkenan kepadamu atau memandang wajahmu?’ firman TUHAN semesta alam. ‘Namun, sekarang, aku minta kepadamu, memohonlah di hadapan Allah supaya Dia mengasihani kita. Karena hal ini terjadi akibat ulahmu, apakah Dia akan mengindahkanmu?’ firman TUHAN semesta alam. ‘Ah, siapakah di antara kamu yang mau menutup pintu sehingga kamu tidak menyalakan api di mazbah-Ku dengan sembarangan! Tidak ada kesukaan bagi-Ku di dalam kamu,’ TUHAN semesta alam berfirman, ‘Aku juga tidak akan menerima persembahan dari tanganmu.’ ‘Sebab, dari terbitnya matahari dan sampai terbenamnya, nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa dan di setiap tempat akan dipersembahkan dupa bagi nama-Ku dan juga persembahan yang tahir, sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa,” TUHAN semesta alam berfirman. ‘Namun, kamu mencemarinya dengan mengatakan bahwa meja Tuhan itu tercemar dan buahnya dan makanannya boleh dihina!’ Kamu berkata, ‘Lihat, alangkah susahnya!’ Lalu, kamu mendengus atasnya. TUHAN semesta alam berfirman, ‘Dan, kamu membawa hewan rampasan, hewan yang timpang, dan hewan yang sakit sebagai persembahan. Apakah Aku harus menerimanya dari tanganmu?’ TUHAN berfirman. ‘Terkutuklah penipu yang mempunyai seekor yang jantan di antara kawanan dombanya, lalu dia menazarkannya, tetapi mempersembahkan yang cacat kepada TUHAN sebab Akulah Raja Yang Mahabesar,’ TUHAN semesta alam berfirman, ‘dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.’” (Maleakhi 1:6-14)
Pola memberi
Prioritas
“Selama 6 tahun kamu harus menabur benih di tanahmu dan akan mengumpulkan hasilnya, tetapi pada tahun ketujuh, kamu harus membiarkannya dan meninggalkannya supaya apa pun yang ditinggalkan oleh tanah itu dapat dimakan oleh binatang di ladang. Kamu harus melakukan hal yang sama dengan kebun anggurmu dan pohon-pohon zaitunmu. (Keluaran 23:10-11)
Setiap anak yang pertama kali membuka kandungan adalah milik-Ku, begitu pula dengan semua yang jantan dari ternakmu, yang pertama lahir dari sapi atau dombamu. (Keluaran 34:19)
Bawalah hasil panen pertama yang terbaik dari tanahmu ke bait TUHAN, Allahmu. Kamu tidak boleh merebus anak kambing dalam susu induknya.” (Keluaran 34:26)
...bawalah sebagai persembahan hasil pertama kepada TUHAN, tetapi itu tidak dapat dipersembahkan di mazbah sebagai bau harum yang menyenangkan. (Imamat 2:12)
“Pada panen pertamamu, waktu kamu membawa hasil panenmu sebagai kurban sajian bagi TUHAN pada Hari Raya Tujuh Pekan, kamu harus menyelenggarakan pertemuan kudus, janganlah melakukan semua pekerjaan yang berat. (Bilangan 28:26)
Ketika kamu memasuki negeri yang TUHAN, Allahmu telah berikan, kepadamu sebagai milik pusaka dan kamu telah tinggal di sana. Kamu harus mengambil hasil sulung dari tanahmu, yang kamu kumpulkan dari tanah yang telah TUHAN, Allahmu, berikan kepadamu. Taruhlah ke dalam keranjang dan pergilah ke tempat yang TUHAN, Allahmu pilih untuk menegakkan nama-Nya. (Ulangan 26:1-2)
Hormatilah TUHAN dengan kekayaanmu dan dengan buah pertama dari segala penghasilanmu, (Amsal 3:9)
Segera
Kamu tidak boleh menangguhkan persembahan dari hasil panenmu dan hasil anggurmu. Kamu harus menyerahkan anak laki-laki sulungmu kepada-Ku. (Keluaran 22:29)
Jika kamu sudah bernazar kepada TUHAN, Allahmu, janganlah menunda untuk memenuhinya. Sebab, TUHAN, Allahmu akan menuntutnya darimu, kamu akan berdosa. (Ulangan 23:21)
Ketika kamu menazarkan suatu nazar kepada Allah, jangan menunda menepatinya. Sebab, Dia tidak suka kepada orang-orang bodoh. Tepati yang telah kamu janjikan. (Pengkhotbah 5:4)
Direncanakan
Setiap orang harus memberi seperti yang telah ia putuskan dalam hatinya, bukan dengan dukacita atau di bawah paksaan karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. (2 Korintus 9:7)
Berkala
Pada hari pertama setiap minggu, masing-masing kamu menyisihkan sesuatu dan menyimpannya sesuai dengan yang kamu peroleh supaya jangan ketika aku datang baru diadakan pengumpulan. (1 Korintus 16:2)
Pribadi
Keledai yang pertama lahir harus kamu tebus dengan seekor domba, tetapi jika kamu tidak menebusnya, kamu harus mematahkan lehernya. Kamu harus menebus setiap anak laki-laki sulungmu. Tidak boleh ada seorang pun yang tampak di hadapan-Ku dengan tangan kosong. (Keluaran 34:20)
Setiap orang harus memberi sesuai dengan berkat yang TUHAN, Allahmu berikan kepadamu. (Ulangan 16:17)
“Semua orang negeri akan memberikan persembahan ini untuk pemimpin Israel. (Yehezkiel 45:16)
Maka, para murid memutuskan untuk mengirim sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing, kepada saudara-saudara seiman yang tinggal di Yudea. (Kisah Para Rasul 11:29)
Pada hari pertama setiap minggu, masing-masing kamu menyisihkan sesuatu dan menyimpannya sesuai dengan yang kamu peroleh supaya jangan ketika aku datang baru diadakan pengumpulan. (1 Korintus 16:2)
Disimpan secara pribadi
Pada hari pertama setiap minggu, masing-masing kamu menyisihkan sesuatu dan menyimpannya sesuai dengan yang kamu peroleh supaya jangan ketika aku datang baru diadakan pengumpulan. (1 Korintus 16:2)
Tanpa kesombongan
“Waspadalah dalam melakukan kewajiban agamamu di hadapan manusia, untuk dilihat oleh mereka. Jika demikian, kamu tidak akan menerima upah dari Bapamu yang di surga. Karena itu, ketika kamu memberi sedekah, jangan membunyikan trompet di hadapanmu seperti yang orang-orang munafik lakukan di sinagoge-sinagoge dan di jalan-jalan supaya mereka dipuji orang lain. Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu bahwa mereka sudah menerima upahnya. Akan tetapi, ketika kamu memberi sedekah, jangan biarkan tangan kirimu mengetahui apa yang tangan kananmu lakukan, supaya sedekahmu itu tersembunyi dan Bapamu yang melihat yang tersembunyi itu akan memberikan upah kepadamu.” (Matius 6:1-4)
Dari hati yang tergerak
“Katakanlah kepada keturunan Israel untuk membawa persembahan bagi-Ku. Kamu harus menerima persembahan bagi-Ku dari setiap orang yang tergerak hatinya. (Keluaran 25:2)
‘Ambillah persembahan bagi TUHAN dari antara kamu. Siapa pun yang tergerak hatinya, biarlah dia membawa ini sebagai persembahan bagi TUHAN: emas, perak, dan perunggu; (Keluaran 35:5)
Sesudah itu, setiap orang yang digerakkan oleh hatinya dan setiap orang yang digerakkan oleh rohnya pun datang serta membawa persembahan bagi TUHAN untuk pengerjaan tenda pertemuan dan untuk segala pelayanannya, dan untuk pakaian-pakaian kudus itu. Mereka pun datang, laki-laki maupun perempuan, setiap orang yang rela hatinya, membawa bros, dan anting-anting, dan cincin meterai, dan gelang, dan segala macam barang dari emas. Demikianlah setiap orang yang membawa persembahan, mempersembahkan emas untuk TUHAN. Setiap orang yang mempunyai kain biru, dan kain ungu, dan kain kirmizi, dan kain linen halus, dan bulu kambing, dan kulit domba jantan yang dicelup merah, dan kulit lumba-lumba, datang membawanya. Setiap orang yang dapat memberikan persembahan dari perak atau perunggu membawanya sebagai persembahan bagi TUHAN, dan setiap orang yang memiliki kayu akasia membawanya untuk berbagai pekerjaan pelayanan itu. Setiap perempuan yang ahli, memintal dengan tangannya dan mereka membawa yang mereka pintal itu, yaitu kain biru, kain ungu, kain kirmizi, dan kain linen halus. Semua perempuan yang digerakkan oleh hatinya, memintal bulu kambing dengan keahliannya. Para pemimpin membawa permata krisopras dan permata-permata ukiran untuk baju efod dan untuk tutup dada, dan rempah-rempah, dan minyak untuk pelita, dan untuk minyak urapan, dan untuk dupa yang harum. Keturunan Israel membawa persembahan sukarela kepada TUHAN, semua laki-laki dan perempuan yang digerakkan oleh hatinya untuk membawa segala keperluan pekerjaan yang telah diperintahkan TUHAN untuk dilaksanakan melalui Musa, mereka membawanya sebagai persembahan sukarela kepada TUHAN. (Keluaran 35:21-29)
Yoas berkata kepada para imam, “Segala uang dari benda-benda yang dikuduskan yang dibawa ke Bait TUHAN, yaitu uang masuk dari setiap orang, uang dari setiap jiwa menurut penilaiannya, dan segala uang yang dibawa masuk atas dorongan hati seseorang ke Bait TUHAN, (2 Raja-Raja 12:4)
Kebijakan dalam memberi
Pengelolaan dan pertanggungjawaban
Orang-orang Lewi, saudara sesuku mereka, bertanggung jawab atas perbendaharaan bait Allah dan perbendaharaan barang-barang kudus. (1 Tawarikh 26:20)
Selomit dan saudara-saudaranya bertanggung jawab atas semua perbendaharaan benda-benda kudus yang dikuduskan oleh Raja Daud, para kepala kaum, para pemimpin pasukan seribu dan pasukan seratus, serta para panglima tentara. (1 Tawarikh 26:26)
Kore, anak Yimna, seorang Lewi, penjaga pintu gerbang sebelah timur, mengawasi pemberian sukarela untuk Allah, serta memberikan persembahan khusus kepada TUHAN dan persembahan-persembahan mahakudus. Eden, Minyamin, Yesua, Semaya, Amarya, dan Sekhanya membantunya dengan setia di kota para imam. Mereka menyerahkan pembagian itu kepada saudara-saudara mereka menurut kelompoknya, baik orang dewasa maupun anak-anak, (2 Tawarikh 31:14-15)
Pada waktu itu, orang-orang telah ditetapkan untuk mengawasi gudang-gudang penyimpanan untuk perbendaharaan, untuk persembahan khusus, untuk hasil pertama, dan untuk persepuluhan supaya sumbangan yang menurut hukum Taurat menjadi bagian para imam dan orang-orang Lewi dapat dikumpulkan di bilik-bilik itu sesuai dengan ladang di tiap kota. Orang-orang Yehuda bersukacita karena para imam dan orang-orang Lewi yang melayani. (Nehemia 12:44)
Aku menunjuk Imam Selemya, Ahli Kitab Zadok, dan seorang Lewi bernama Pedaya untuk menjadi bendahara di gudang penyimpanan. Di samping mereka ada Hanan, anak Zakur, anak Matanya. Mereka adalah orang-orang yang dapat dipercaya, dan tugas mereka adalah mengurus pembagian kepada saudara-saudaranya. (Nehemia 13:13)
Bersama Titus, kami mengutus saudara yang dipuji-puji di antara semua jemaat dalam hal pemberitaan Injil. Bukan itu saja, dia juga ditunjuk oleh jemaat-jemaat untuk pergi bersama kami dalam pelayanan anugerah ini, yang kami lakukan untuk membawa kemuliaan bagi Tuhan dan untuk menunjukkan kerelaan kami. Kami sangat berhati-hati supaya tidak ada orang yang akan mencela kami dalam hal dalam pemberian besar yang diatur oleh kami ini. Kami berusaha melakukan apa yang benar, tidak hanya dalam pandangan Tuhan, tetapi juga dalam pandangan manusia. (2 Korintus 8:18-21)
Dan, yang juga mereka lakukan, mengirimkan sumbangan itu kepada para penatua melalui tangan Barnabas dan Saulus. (Kisah Para Rasul 11:30)
Ketika aku datang, aku akan mengutus mereka, siapa pun yang kamu setujui, disertai dengan surat-surat untuk membawa pemberianmu ke Yerusalem. Dan, jika sepatutnya aku juga pergi, mereka akan pergi bersamaku. (1 Korintus 16:3-4)
Contoh tidak menuntut pertanggungjawaban
Kemudian, mereka tidak mengadakan perhitungan dari orang-orang yang diberi tugas untuk menyerahkan uang, untuk kemudian mereka memberikannya kepada orang-orang yang melakukan pekerjaan, karena mereka bekerja dengan setia. (2 Raja-Raja 12:15)
Namun, janganlah mengadakan perhitungan dengan uang yang diberikan ke tangan mereka karena mereka bekerja dengan jujur.” (2 Raja-Raja 22:7)
Tempat memberi
Keluarga
Akan tetapi, jika seseorang tidak memelihara sanak keluarganya sendiri, khususnya keluarga dekatnya, berarti ia telah menyangkali imannya dan ia lebih buruk daripada orang yang tidak percaya. (1 Timotius 5:8)
Orang tua
Sebab, Allah berfirman, ‘Hormatilah ayah dan ibumu,’ dan, ‘Siapa yang mengutuki ayah atau ibunya, harus dihukum mati.’ Namun, kamu berkata, “Siapa saja yang berkata kepada ayah atau ibunya, ‘Apa pun pemberian untukmu sudah dipersembahkan kepada Allah,’” ia tidak perlu menghormati ayah atau ibunya. Dengan demikian, kamu membatalkan firman Allah demi tradisimu. (Matius 15:4-6)
Lalu, Yesus juga berkata kepada mereka, “Dengan cerdik kamu menolak perintah Allah untuk dapat mempertahankan tradisimu sendiri. Musa berkata, ‘Hormatilah ayahmu dan ibumu’, dan, ‘Siapa yang mengutuk ayahnya atau ibunya harus dihukum mati.’ Namun, kamu berkata jika orang berkata kepada ayahnya atau ibunya, ‘Yang harus aku berikan kepada engkau, telah aku berikan sebagai persembahan kepada Allah,’ orang itu tidak lagi mempunyai kewajiban terhadap ayah atau ibunya, dengan begitu kamu membatalkan firman Allah dan menggantinya dengan tradisi yang sudah turun-temurun. Dan, kamu melakukan banyak sekali hal seperti itu.” (Markus 7:9-13)
Janda
Namun, jika janda memiliki anak atau cucu, merekalah yang pertama-tama harus belajar menunjukkan bakti kepada seisi rumahnya sendiri. Dengan begitu, mereka telah membalas budi kepada orang tua mereka, sebab hal inilah yang menyenangkan Allah. (1 Timotius 5:4)
Jika ada seorang wanita percaya yang mempunyai sanak keluarga yang janda, biarlah mereka memelihara janda-janda itu sehingga gereja tidak harus dibebani, dan gereja dapat menolong janda-janda lain yang betul-betul perlu ditolong. (1 Timotius 5:16)
Contoh memberi kepada keluarga
Di sana, aku akan memelihara engkau karena masih lima tahun lagi kelaparan ini. Jangan sampai engkau, seisi rumahmu, dan segala milikmu masuk dalam kemiskinan.’ (Kejadian 45:11)
Yusuf menyediakan roti bagi ayahnya, dan saudara-saudaranya, dan seisi rumah ayahnya, sejumlah mulut anak-anaknya. (Kejadian 47:12)
Contoh memberi kepada keluarga
Sisa persembahan sajian itu menjadi milik Harun dan anak-anaknya, satu bagian yang paling kudus dari persembahan bakaran kepada TUHAN.” (Imamat 2:3)
Dia harus mengambil sepotong roti dari setiap persembahan itu sebagai pemberian kepada TUHAN. Itu harus menjadi milik imam yang memercikkan darah persembahan pendamaian. (Imamat 7:14)
Kamu juga harus memberikan paha kanannya kepada imam sebagai pemberian dari kurban pendamaianmu. Anak Harun yang mempersembahkan darah dan lemak kurban pendamaian tersebut, dialah yang mendapat bagian paha kanan itu. Sebab, Aku telah mengambil dada dan paha kanan persembahan unjukan dari kurban pendamaian yang dipersembahkan umat Israel. Dan, Aku telah memberikan itu kepada Imam Harun dan anak-anaknya, sebagai ketetapan selama-lamanya bagi umat Israel. (Imamat 7:32-34)
Musa berkata kepada Harun dan kepada dua anaknya yang masih hidup, Eleazar dan Itamar, “Ambillah kurban sajian yang masih tersisa dari kurban bakaran TUHAN dan makanlah tanpa ragi di samping mazbah, sebab, itulah bagian mahakudus. Itulah yang menjadi hakmu dan anak-anakmu dari semua kurban bakaran bagi TUHAN, seperti yang telah diperintahkan padaku, makanlah di tempat yang kudus. Namun, dada persembahan unjukan dan paha kurban khusus harus kamu makan di tempat yang tahir, bersama anak-anakmu laki-laki dan perempuan. Sebab, bagian itu telah diberikan sebagai hakmu dan hak anak-anakmu dari semua kurban pendamaian umat Israel. (Imamat 10:12-14)
Namun, bila orang yang dirugikan itu tidak memiliki kerabat yang dapat menerima ganti ruginya, ganti rugi itu harus diberikan kepada TUHAN dan menjadi milik imam. Dia juga harus memberikan seekor domba jantan pendamaian untuknya. Semua pemberian kudus yang dipersembahkan umat Israel kepada imam, harus menjadi milik imam. Jadi, setiap pemberian kudus yang dibawa seseorang adalah milik orang itu. Apa pun yang dia berikan kepada imam menjadi milik imam.” (Bilangan 5:8-10)
Lalu TUHAN berfirman kepada Harun, “Lihat, Aku sendiri memberikan tanggung jawab kepadamu atas semua pemberian khusus yang diberikan umat kepada-Ku. Semua pemberian kudus yang diberikan bangsa Israel kepada-Ku, Kuberikan kepadamu sebagai bagianmu dan anak-anakmu untuk selamanya. Umat harus membawa pemberian kudus yang dibakar yaitu kurban sajian, dan kurban penghapus dosa, dan kurban penghapus salah. Persembahan-persembahan ini sangat suci dan menjadi bagianmu dan anak-anakmu. Semua laki-laki dalam keluargamu boleh memakannya. Itu bagian kudusmu. Ini juga akan menjadi bagianmu yaitu persembahan pemberian dan persembahan unjukan umat Israel. Aku memberikannya kepadamu, baik anak-anakmu laki-laki atau perempuan. Setiap orang dalam keluargamu yang tahir dapat memakannya. Aku akan memberikan kepadamu semua minyak, anggur baru, dan gandum yang terbaik yang dipersembahkan umat-Ku sebagai hasil sulungnya. Hasil pertama dari segala yang tumbuh di tanahnya yang dipersembahkan kepada TUHAN akan menjadi bagianmu. Setiap orang yang tahir dari keluargamu boleh memakannya. Semua yang dipersembahkan oleh umat Israel akan menjadi bagianmu. Semua yang sulung, baik anak sulung manusia maupun binatang yang dipersembahkan kepada TUHAN akan menjadi bagianmu. Akan tetapi, kamu harus menebus anak sulung manusia, dan dari anak sulung binatang yang najis. Kamu harus menebusnya sesuai dengan nilai sejak berumur satu bulan. Menurut syikal kudus nilainya lima syikal yaitu dua puluh gera. Akan tetapi, kamu jangan menebus anak sulung sapi, domba, atau kambing karena itu kudus. Percikkan darah binatang itu ke mazbah dan bakarlah lemaknya sebagai kurban bakaran yang harum baunya bagi TUHAN. Dari binatang yang dipersembahkan tadi, dagingnya akan menjadi bagianmu sama seperti persembahan unjukan dada dan paha kanan. Aku, TUHAN, memberikan segala sesuatu yang dipersembahkan umat Israel sebagai persembahan kudus, menjadi milikmu. Itu akan menjadi bagianmu kepada anak-anakmu, baik laki-laki maupun perempuan. Perjanjian garam ini berlaku untuk selama-lamanya.” (Bilangan 18:8-19)
Kamu harus mengkhususkan bagi TUHAN sebagian dari milik pasukan yang pergi berperang. Satu dari setiap lima ratus, baik dari manusia, sapi, keledai dan domba. Kemudian kamu ambil setengahnya dan berikan kepada Imam Eleazar sebagai persembahan khusus bagi TUHAN. Sedangkan, bagian umat Israel yang lain, harus kamu ambil satu dari setiap lima puluh, baik itu manusia maupun segala jenis hewan: sapi, keledai, dan domba. Serahkanlah semua itu kepada orang Lewi yang mengurus Kemah Suci TUHAN.” (Bilangan 31:28-30)
Dan, inilah yang menjadi hak para imam dari orang-orang yang mempersembahkan kurban sembelihan, sapi ataupun domba. Mereka harus memberikan kepada para imam itu paha depan, kedua rahang, dan perut, hasil pertama dari gandum, anggur, minyak, dan bulu domba guntingan pertama. (Ulangan 18:3-4)
Jangan menutup mulut sapi yang sedang mengirik. (Ulangan 25:4)
Kami akan membawa hasil pertama dari tanah kami serta hasil pertama dari semua pohon ke bait TUHAN setiap tahun, juga membawa anak sulung kami yang laki-laki, anak sulung ternak kami, seperti yang tertulis dalam kitab Taurat, serta anak sulung sapi dan domba kami ke bait Allah dan kepada para imam yang melayani di bait Allah kami. (Nehemia 10:35-36)
Pada zaman Zerubabel dan Nehemia, semua orang Israel memberikan sumbangan harian untuk para penyanyi dan penjaga pintu gerbang. Mereka juga memberikan persembahan kudus untuk orang-orang Lewi, dan orang-orang Lewi memberikan persembahan kudus bagi keturunan Harun. (Nehemia 12:47)
Mereka akan makan persembahan biji-bijian, persembahan penebus dosa, dan persembahan penghapus salah, dan setiap hal yang dikhususkan di Israel akan menjadi milik mereka. Dan, buah sulung dari semua jenis hasil panen pertama, dan setiap persembahan dari semua jenis persembahanmu, akan menjadi milik imam. Kamu juga akan memberikan kepada para imam adonan pertamamu, supaya berkat akan tinggal di rumahmu. (Yehezkiel 44:29-30)
Pekerja Perjanjian Baru
Janganlah kamu membawa emas, atau perak, atau tembaga dalam ikat pinggangmu, atau tas untuk perjalanan, atau dua helai baju, atau sandal, atau tongkat sebab seorang pekerja pantas untuk makanannya. (Matius 10:9-10)
Dia memerintahkan mereka untuk tidak membawa apa-apa dalam perjalanan, kecuali tongkat; tanpa roti, tanpa tas, tanpa uang dalam ikat pinggang mereka, (Markus 6:8)
Kemudian, Yesus memanggil kedua belas murid-Nya lalu memberi mereka kuasa dan otoritas atas roh-roh jahat, dan juga untuk menyembuhkan penyakit. Dia mengutus mereka untuk memberitakan tentang Kerajaan Allah dan memulihkan. Kata-Nya kepada mereka, “Jangan membawa apa pun dalam perjalananmu, jangan membawa tongkat, tas, roti, uang, atau bahkan dua helai baju. (Lukas 9:1-3)
Sesudah itu, Yesus menetapkan tujuh puluh orang pengikut yang lain, dan Dia mengutus mereka pergi berdua-dua untuk mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang akan dikunjungi-Nya. Jangan membawa kantong uang, tas, atau sandal. Dan, jangan menyapa siapa pun dalam perjalanan. Ke rumah mana pun yang kamu masuki, ucapkanlah terlebih dahulu, ‘Damai sejahtera atas rumah ini.’ Jika orang yang ada di situ cinta damai, damai sejahteramu akan tinggal atasnya. Akan tetapi, jika tidak, damai sejahteramu itu akan kembali kepadamu. Tinggallah di rumah itu. Makanlah dan minumlah apa yang mereka sediakan bagimu, karena seorang pekerja pantas mendapatkan upahnya. Jangan berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah yang lain. (Lukas 10:1, 4-7)
Siapa yang mendapat pengajaran dari firman Allah haruslah ia membagikan semua hal yang baik itu dengan orang yang mengajarnya. (Galatia 6:6)
Penatua-penatua yang mengurus jemaat dengan baik layak menerima penghormatan dua kali lipat, terutama mereka yang bekerja keras dalam berkhotbah dan mengajar. Sebab, Kitab Suci berkata, “Jangan memberangus mulut lembu yang sedang menggiling gandum,” dan “Seorang pekerja berhak mendapat upahnya.” (1 Timotius 5:17-18)
Dengan sekuat tenagamu, bantulah Zenas, si ahli hukum itu, dan Apolos yang ada dalam perjalanan supaya mereka tidak kekurangan suatu apa pun. (Titus 3:13)
Saudaraku yang kekasih, engkau bertindak dengan setia dalam semua usahamu bagi saudara-saudara, meskipun mereka orang asing. Mereka telah bersaksi tentang kasihmu di hadapan jemaat. Kamu akan melakukan yang baik apabila menolong mereka melanjutkan perjalanan dengan cara yang berkenan kepada Allah. Sebab, mereka telah pergi demi Nama itu, tanpa menerima apa pun dari orang-orang yang tidak percaya. Karena itu, kita harus membantu orang-orang seperti mereka sehingga kita menjadi rekan pelayanan bagi kebenaran. (3 Yohanes 1:5-8)
Yesus ditopang oleh pemberian selama pelayanan-Nya di bumi
Ada juga Yohana istri Khuza bendahara Herodes, Susana, dan masih banyak perempuan lainnya yang memakai kekayaan mereka sendiri untuk mendukung Dia. (Lukas 8:3)
Pekerja Kristen yang tidak menggunakan haknya untuk ditopang
Atau, apakah hanya Barnabas dan aku yang tidak punya hak untuk tidak bekerja? Siapakah yang pernah mengabdi sebagai tentara dengan biayanya sendiri? Siapakah yang menanami kebun anggur dan tidak memakan buahnya? Atau, siapakah yang menggembalakan ternak dan tidak meminum susunya? Apakah aku mengatakan hal-hal ini menurut manusia? Bukankah Hukum Taurat juga mengatakan hal-hal yang sama? Sebab, ada tertulis dalam hukum Taurat Musa, “Janganlah kamu memberangus lembu yang sedang mengirik gandum!” Apakah lembu yang sedang Allah perhatikan? Atau, apakah Ia mengatakannya demi kita? Ya, demi kitalah hal itu ditulis karena yang membajak harus membajak dalam pengharapan dan yang mengirik harus mengirik dalam pengharapan untuk mendapatkan bagiannya. Jika kami menabur benih rohani di antara kamu, apakah berlebihan kalau kami juga menuai hal-hal materi dari kamu? Jika orang lain mempunyai hak ini atas kamu, bukankah kami lebih berhak lagi? Meskipun demikian, kami tidak menggunakan hak itu. Sebaliknya, kami menanggung segala sesuatu supaya kami tidak memberikan suatu halangan bagi Injil Kristus. Apakah kamu tidak tahu bahwa mereka yang mengerjakan hal-hal yang kudus itu, makan makanan dari Bait Allah juga? Dan, mereka yang melayani di altar mendapat bagian dari kurban persembahan itu? Demikian juga, Tuhan memerintahkan mereka yang memberitakan Injil untuk hidup dari Injil juga. Namun, aku tidak pernah memakai satu pun dari hak-hak ini. Dan, aku tidak menuliskan hal-hal ini supaya dilakukan seperti itu kepadaku. Sebab, lebih baik aku mati daripada seseorang meniadakan kebanggaanku. (1 Korintus 9:6-15)
Kalau aku memberitakan Injil karena kehendakku sendiri, aku mempunyai upah. Namun, kalau ini bukan kehendakku, ini adalah tugas yang dipercayakan kepadaku. Kalau begitu, apakah upahku? Upahku adalah ketika aku memberitakan Injil, aku boleh memberitakan Injil tanpa upah dan tidak menyalahgunakan hakku dalam Injil. (1 Korintus 9:17-18)
Atau, apakah aku melakukan dosa ketika merendahkan diriku sendiri supaya kamu dapat ditinggikan karena aku memberitakan Injil Allah kepadamu dengan cuma-cuma? Aku merampok jemaat-jemaat lain dengan menerima upah dari mereka untuk melayani kamu. Dan, ketika aku bersamamu dan melarat, aku tidak membebani seorang pun karena saudara-saudara yang datang dari Makedonia memenuhi kebutuhanku. Dan, dalam segala hal, aku menjaga diriku untuk tidak menjadi beban bagimu dan aku akan terus melakukannya. (2 Korintus 11:7-9)
Sekarang, aku siap mengunjungi kamu untuk yang ketiga kalinya dan aku tidak akan menjadi beban bagimu karena aku tidak mencari apa yang kamu miliki, melainkan kamu. Sebab, anak-anak tidak wajib mengumpulkan harta untuk orang tuanya, tetapi orang tua untuk anak-anaknya. Dan, aku akan dengan senang mengorbankan milikku dan diriku untuk kamu. Jika aku lebih mengasihi kamu, apakah kamu akan kurang mengasihi aku? Namun, meskipun aku bukan beban bagimu, kamu mengatakan aku licik dan menjerat kamu dengan tipu muslihat. Apakah aku mengambil keuntungan darimu melalui orang-orang yang kuutus kepadamu? Aku mendesak Titus untuk pergi dan mengutus saudara kami untuk pergi bersamanya. Apakah Titus mengambil keuntungan darimu? Apakah kami tidak berjalan dalam roh yang sama dan berjalan dalam tapak-tapak yang sama? (2 Korintus 12:14-18)
Kami tidak pernah datang dengan kata-kata yang merayu, seperti yang kamu ketahui, atau dengan dalih demi keserakahan — Allah adalah saksi kami. Sebab, kamu ingat, Saudara-saudara, usaha dan kerja keras kami, bagaimana kami bekerja siang dan malam supaya kami tidak menjadi beban bagimu sementara kami memberitakan Injil Allah kepadamu. (1 Tesalonika 2:5, 9)
Kami juga tidak makan makanan orang lain tanpa membayarnya. Sebaliknya, kami berusaha dan bekerja keras siang dan malam supaya kami tidak menjadi beban bagi siapa pun di antaramu. Bukan karena kami tidak memiliki hak untuk itu, melainkan untuk memberikan diri kami sendiri sebagai contoh bagimu untuk kamu ikuti. (2 Tesalonika 3:8-9)
Pekerja Kristen tidak boleh melayani dengan niat keuangan yang jahat
Karena itu, sebagai sesama penatua dan saksi mata penderitaan Kristus, dan juga sebagai orang yang akan ikut ambil bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan, aku mendorong para penatua yang ada di antara kamu. Gembalakanlah domba-domba Allah yang ada padamu! Jangan karena paksaan, tetapi dengan rela, seperti yang Allah kehendaki. Jangan melakukannya untuk mendapatkan keuntungan yang hina, tetapi karena kesediaanmu. (1 Petrus 5:1-2)
Banyak orang berusaha mendapat uang dengan berpura-pura saleh
Sebab, kami tidak seperti banyak orang lain, yang menjual firman Allah. Sebaliknya, dalam Kristus kami berbicara di hadapan Allah dengan ketulusan, sebagaimana utusan-utusan Allah. (2 Korintus 2:17)
Sebab, ada banyak orang yang memberontak, suka omong kosong, dan menipu, khususnya mereka yang berasal dari kelompok orang bersunat. Mereka pantas ditutup mulutnya karena mereka menyusahkan seluruh keluarga dengan mengajarkan hal-hal yang seharusnya tidak mereka ajarkan, yang justru mendatangkan hal yang memalukan. (Titus 1:10-11)
Pada zaman dahulu, ada nabi-nabi palsu di antara umat Allah, seperti sekarang juga ada guru-guru palsu di antara kamu yang dengan sembunyi-sembunyi mengajarkan ajaran-ajaran yang merusak, bahkan menyangkal Tuhan yang telah menebus mereka sehingga mendatangkan kehancuran yang cepat atas diri mereka sendiri. Dengan serakah, mereka akan mengambil untung darimu dengan kata-kata yang penuh tipuan. Hukuman bagi mereka yang sudah disiapkan sejak dahulu tidak akan ditunda-tunda, dan kehancuran mereka tidak akan terlelap. (2 Petrus 2:1, 3)
Para murid didorong untuk bersiap
Kemudian, Yesus bertanya kepada para murid, “Ketika Aku mengutus kamu tanpa kantong uang, tas, atau sandal, apakah kamu kekurangan sesuatu?” Jawab mereka, “Tidak.” Kata-Nya kepada mereka, “Namun, sekarang, siapa pun yang mempunyai kantong uang atau tas, bawalah. Dan, siapa yang tidak mempunyai pedang, biarlah ia menjual jubahnya dan membeli pedang. (Lukas 22:35-36)
Tempat kudus / Bait Allah
Pembangunan Kemah Suci
Inilah persembahan yang harus kamu ambil dari mereka: emas, dan perak, dan perunggu, kain biru, dan kain ungu, dan kain kirmizi, dan linen halus, dan bulu kambing, dan kulit domba jantan yang dicelup merah, dan kulit lumba-lumba, dan kayu akasia, minyak untuk penerangan, rempah-rempah untuk minyak urapan, dan untuk dupa yang harum, dan permata krisopras, dan permata lainnya untuk dipahat pada baju efod dan untuk tutup dada.” “Kemudian, mereka harus membuat suatu tempat kudus bagi-Ku supaya Aku dapat bersemayam di tengah-tengah mereka. (Keluaran 25:3-8)
Memberi lebih dari cukup
Dari Musa, mereka menerima segala persembahan itu, yang dibawa oleh keturunan Israel untuk pekerjaan pelayanan tempat kudus. Mereka pun masih terus membawa persembahan sukarela setiap pagi. Lalu, semua orang yang ahli, yang melakukan setiap pekerjaan tempat kudus itu datang, masing-masing menurut tugas yang sedang mereka kerjakan, dan berkata kepada Musa, “Bangsa ini membawa lebih banyak dari yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan yang telah TUHAN perintahkan kepada kita.” Oleh sebab itu, Musa memerintahkan dan mengumumkan ke seluruh perkemahan, katanya, “Jangan ada lagi laki-laki atau perempuan yang membuat apa pun sebagai persembahan untuk tempat kudus.” Demikianlah bangsa itu dicegah dari memberikan persembahan, sebab bahan-bahan yang mereka miliki sudah cukup untuk melaksanakan segala pekerjaan itu, bahkan berlebih. (Keluaran 36:3-7)
Pembangunan Bait Allah
Dengan seluruh kemampuanku, aku telah menyiapkan bagi bait Allahku emas untuk barang-barang emas, perak untuk barang-barang perak, tembaga untuk barang-barang tembaga, besi untuk barang-barang besi, kayu untuk barang-barang kayu, batu permata krisopras dan batu permata tatahan, batu hitam dan batu permata yang beraneka warna, segala macam batu berharga, dan batu pualam dalam jumlah yang banyak. Di samping itu, karena baktiku kepada bait Allahku, aku memberikan emas dan perak kepunyaanku kepada bait Allahku sebagai tambahan pada semua yang telah kusiapkan bagi Bait Suci: Tiga ribu talenta emas dari emas Ofir dan tujuh ribu talenta perak yang dimurnikan untuk melapisi dinding bait itu, emas untuk barang-barang emas dan perak untuk barang-barang perak, dan untuk semua pekerjaan yang dikerjakan oleh para tukang. Siapakah yang pada hari ini rela memberikan persembahan kepada TUHAN?” Dengan sukarela, para pemimpin kaum keluarga, para kepala suku Israel, para pemimpin pasukan seribu dan pasukan seratus, dan para pengawas pekerjaan raja menyerahkan 5.000 talenta emas, 10.000 dirham, 10.000 talenta perak, 18.000 talenta tembaga, serta 100.000 talenta besi untuk ibadah di bait Allah. Mereka yang memiliki batu permata menyerahkannya bagi perbendaharaan bait TUHAN melalui Yehiel, orang Gerson. (1 Tawarikh 29:2-8)
Bait Allah menelan biaya yang sangat besar
Raja memerintahkan mereka untuk menambang batu yang besar dan batu yang mahal-mahal, serta batu pahat untuk membuat dasar bait itu. (1 Raja-Raja 5:17)
Perbaikan Bait Allah
Yoas berkata kepada para imam, “Segala uang dari benda-benda yang dikuduskan yang dibawa ke Bait TUHAN, yaitu uang masuk dari setiap orang, uang dari setiap jiwa menurut penilaiannya, dan segala uang yang dibawa masuk atas dorongan hati seseorang ke Bait TUHAN, biarlah para imam menerimanya untuk dirinya, masing-masing dari kenalannya dan memperbaiki kerusakan pada Bait, di mana pun kerusakannya dapat ditemukan.” Namun, pada tahun ke-23 pemerintahan Raja Yoas, para imam belum memperbaiki kerusakan di Bait itu. Raja Yoas memanggil Imam Yoyada dan imam-imam lainnya serta berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak memperbaiki kerusakan pada Bait itu? Oleh sebab itu, kamu sekarang tidak boleh lagi mengambil uang dari kenalan-kenalanmu, tetapi serahkanlah itu untuk memperbaiki kerusakan Bait.” Kemudian, para imam menyetujui untuk tidak mengambil uang dari rakyat maupun memperbaiki kerusakan Bait itu. Lalu, Imam Yoyada mengambil sebuah peti, membuat lubang pada tutupnya dan meletakkannya di dekat mazbah, yaitu di sebelah kanan jika seseorang masuk ke Bait TUHAN. Lalu, para imam yang menjaga pintu memasukkan semua uang yang dibawa ke Bait TUHAN. Saat mereka melihat bahwa sudah banyak uang di peti itu, juru tulis raja dan imam besar datang untuk membungkus dan menghitung uang yang didapatkan dari Bait TUHAN. Lalu, mereka akan menyerahkan uang yang ditimbang ke tangan orang-orang yang melakukan pekerjaan itu, yaitu yang mengawasi Bait TUHAN. Kemudian, mereka akan membayarkannya kepada tukang-tukang kayu dan tukang-tukang bangunan yang bekerja di Bait TUHAN, (2 Raja-Raja 12:4-11)
“Pergilah kepada Imam Besar Hilkia supaya dia menyerahkan seluruh uang yang dibawa ke dalam Bait TUHAN yang dikumpulkan oleh penjaga-penjaga pintu dari rakyat. Biarlah itu diberikan ke dalam tangan orang yang melakukan pekerjaan untuk mengawasi Bait TUHAN, untuk mereka berikan kepada orang-orang yang melakukan pekerjaan yang ada di Bait TUHAN, yaitu mereka yang memperbaiki kerusakan di Bait itu, yakni para tukang kayu, tukang bangunan, tukang batu, serta untuk pembelian kayu dan batu pahat untuk perbaikan Bait itu. (2 Raja-Raja 22:4-6)
Beberapa waktu kemudian, Yoas memutuskan untuk memugar bait TUHAN. Dia mengumpulkan para imam dan orang Lewi, dan berkata kepada mereka, “Pergilah ke kota-kota Yehuda dan kumpulkanlah uang dari seluruh Israel untuk memperbaiki bait Allahmu setiap tahun. Lakukanlah hal itu secepatnya.” Namun, orang Lewi tidak segera melakukannya. Jadi, raja memanggil Imam Kepala Yoyada dan berkata, “Mengapa kamu tidak menuntut orang-orang Lewi membawa dari Yehuda dan Yerusalem pajak yang dikenakan Musa, hamba Allah itu, kepada umat Israel untuk tenda tempat hukum Allah?” Anak-anak Atalya, perempuan fasik itu, telah membongkar Bait Suci Allah, bahkan memakai barang-barang kudus bait TUHAN untuk para Baal. Jadi, raja memerintahkan mereka untuk membuat sebuah peti dan menempatkannya di luar pintu gerbang bait TUHAN, Lalu, mereka membuat pengumuman di Yehuda dan Yerusalem bahwa orang-orang harus membawa kepada TUHAN pajak yang dikenakan Musa, hamba Allah itu, kepada orang Israel di padang gurun. Semua pemimpin dan seluruh rakyat itu bersukacita. Mereka membawa pajaknya dan memasukkannya ke dalam peti itu sampai penuh. Setiap kali peti itu dibawa kepada petugas raja melalui orang-orang Lewi dan ketika mereka melihat bahwa uang di dalamnya sudah banyak, maka juru tulis raja dan petugas dari imam kepala akan datang untuk mengosongkan peti itu. Lalu, mereka mengambil peti itu dan mengembalikannya ke tempat semula. Demikianlah mereka melakukannya setiap hari dan mengumpulkan banyak uang. Raja dan Yoyada menyerahkan uang itu kepada mereka yang melakukan pekerjaan pelayanan bait TUHAN. Merekalah yang mengupah tukang-tukang pahat dan tukang-tukang kayu untuk memugar bait TUHAN, juga tukang-tukang besi dan tembaga untuk memperbaiki bait TUHAN. Para pekerja itu mulai melakukan pekerjaan mereka, dan pekerjaan perbaikan itu maju di tangan mereka. Mereka membangun bait Allah menurut keadaannya semula dan mengukuhkannya. (2 Tawarikh 24:4-13)
Pada tahun ke delapan belas pemerintahannya, ketika dia menahirkan negeri dan bait TUHAN, dia mengutus Safan, anak Azalya, Maaseya, pejabat kota, dan Yoah, anak Yoahas, juru ingat, untuk memperbaiki bait TUHAN, Allahnya. Mereka datang menghadap Imam Besar Hilkia dan menyerahkan kepadanya uang yang telah dibawa ke bait Allah. Uang itu dikumpulkan oleh orang-orang Lewi, yaitu para penjaga pintu, dari tangan orang Manasye dan Efraim, semua sisa orang Israel, orang-orang Yehuda dan Benyamin, dan penduduk Yerusalem. Mereka memberikannya ke tangan para pekerja yang mengawasi bait TUHAN; dan para pekerja yang bekerja di dalam bait TUHAN memberikannya lagi untuk memugar dan memperbaiki bait itu. Mereka memberikan uang itu kepada para perajin dan tukang-tukang bangunan, untuk membeli batu pahat dan kayu untuk penjepit-penjepit, serta balok-balok pada rumah-rumah yang dibiarkan roboh oleh raja-raja Yehuda. (2 Tawarikh 34:8-11)
Pembangunan kembali Bait Allah
Ketika mereka tiba di Bait TUHAN di Yerusalem, beberapa kepala kaum keluarga memberi persembahan sukarela untuk membangun Bait Allah di tempatnya semula. Sesuai kemampuan, mereka memberi 61.000 dirham emas, 5.000 mina perak, dan 100 jubah untuk perbendaharaan pekerjaan itu. (Ezra 2:68-69)
...dengan tiga lapis batu-batu besar dan satu lapis kayu baru. Biarlah biayanya dibayarkan dari istana raja. (Ezra 6:4)
Selain itu, aku memberi perintah tentang apa yang harus kamu lakukan terhadap para tua-tua bangsa Yahudi dalam pembangunan kembali Bait Allah ini. Biaya penuh harus dibayarkan kepada orang-orang ini dari kekayaan raja, yaitu dari pajak provinsi-provinsi di daerah seberang sungai, tanpa penundaan. (Ezra 6:8)
Pemeliharaan Bait Allah
“Kami tidak akan memberikan anak-anak perempuan kami kepada orang-orang di negeri itu atau mengambil anak-anak perempuan mereka untuk anak-anak lelaki kami. Sebab, orang-orang Israel dan orang-orang Lewi harus membawa persembahan khusus dari gandum, anggur, dan minyak ke bilik-bilik itu. Di sana, ada peralatan-peralatan tempat suci, para imam yang melayani, para penjaga pintu gerbang, dan para penyanyi. Kami tidak akan mengabaikan bait Allah kami.” (Nehemia 10:30, 39)
Berbagai kategori
Orang yang meminta pemberian
Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan jangan menolak orang yang ingin meminjam darimu.” (Matius 5:42)
Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu, dan jika seseorang mengambil milikmu, janganlah memintanya kembali. (Lukas 6:30)
Semua orang, terutama saudara seiman
Karena itu, jika kita mendapat kesempatan, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, khususnya kepada keluarga dalam iman. (Galatia 6:10)
Hendaklah kamu saling mengasihi dengan kasih persaudaraan dan saling mendahului dalam memberi hormat. (Roma 12:10)
Ambillah bagian dalam mencukupi kebutuhan orang-orang kudus, berusahalah untuk menunjukkan keramahan. (Roma 12:13)
Musuh
Jika musuhmu lapar, berilah roti untuk dia makan, dan jika dia haus, berilah air untuk dia minum. Sebab, kamu akan menumpuk bara api di atas kepalanya, dan TUHAN akan membalasmu. (Amsal 25:21-22)
“Sebaliknya, jika musuhmu lapar, berilah ia makan, dan jika musuhmu haus, berilah ia minum. Dengan melakukan ini, kamu akan menumpuk bara api di atas kepalanya .” (Roma 12:20)
Jangan memberi kepada pembunuh
Orang yang menanggung darah orang lain akan melarikan diri sampai ke liang kubur; jangan ada orang yang menolongnya. (Amsal 28:17)
Memberi kepada orang miskin
Perintah Allah dan pandangan-Nya tentang memberi kepada orang miskin
Orang miskin akan selalu ada di negerimu. Oleh sebab itu, aku memerintahkan kepadamu supaya kamu membantu orang miskin dan yang memerlukan pertolongan di negerimu. (Ulangan 15:11)
Dia yang menindas orang miskin menghina Penciptanya, tetapi dia yang berbelaskasihan kepada orang melarat memuliakan Dia. (Amsal 14:31)
Orang yang berbelaskasihan kepada orang miskin memberi pinjaman kepada TUHAN, dan Dia akan membalasnya atas perbuatannya itu. (Amsal 19:17)
Bukankah puasa yang Kukehendaki adalah seperti ini: supaya kamu membuka ikatan-ikatan kejahatan, melepaskan tali-tali kuk, melepaskan orang yang tertindas, dan mematahkan setiap kuk? Bukankah puasa adalah untuk membagi rotimu dengan orang yang lapar dan membawa orang miskin yang terbuang ke rumahmu sendiri; ketika kamu melihat orang yang telanjang, kamu memberi dia pakaian, dan tidak menyembunyikan dirimu dari dagingmu sendiri?” Maka, terangmu akan merekah seperti fajar dan kesembuhanmu akan segera tumbuh. Kebenaranmu akan berjalan di depanmu, dan kemuliaan TUHAN akan menjadi barisan belakangmu. Pada waktu itu, kamu akan memanggil dan TUHAN akan menjawab. Kamu akan berseru, dan Dia akan berkata, “Aku di sini.” Apabila kamu menyingkirkan kuk dari tengah-tengahmu, jari yang menunjuk-nunjuk, dan perkataan yang jahat, apabila kamu menyerahkan dirimu sepenuhnya kepada orang yang lapar dan memuaskan keinginan orang yang tertindas, terangmu akan terbit dalam kegelapan dan kesuramanmu akan seperti rembang siang hari. (Yesaya 58:6-10)
“Ketahuilah, inilah kesalahan dari saudara perempuanmu, Sodom: dia dan anak-anak perempuannya begitu sombong, makanan yang berlimpah, dan menikmati hidup yang tenang, tetapi tidak menolong orang-orang miskin dan orang-orang sengsara. (Yehezkiel 16:49)
Ketentuan Perjanjian Lama bagi orang miskin
Hukum tentang panen dan memungut sisa panen
“Selama 6 tahun kamu harus menabur benih di tanahmu dan akan mengumpulkan hasilnya, tetapi pada tahun ketujuh, kamu harus membiarkannya dan meninggalkannya supaya apa pun yang ditinggalkan oleh tanah itu dapat dimakan oleh binatang di ladang. Kamu harus melakukan hal yang sama dengan kebun anggurmu dan pohon-pohon zaitunmu. (Keluaran 23:10-11)
Bila kamu memanen hasil ladangmu, jangan memanen seluruh ladang sampai ke ujungnya. Jangan memungut hasil panen yang tertinggal dari penuaianmu. Jangan petik seluruh buah anggur dalam kebun anggurmu dan jangan pungut buah anggur yang jatuh ke tanah. Tinggalkanlah itu bagi orang miskin dan pendatang. Akulah TUHAN, Allahmu. (Imamat 19:9-10)
Apabila kamu menuai hasil panen dari tanahmu, janganlah menuainya habis sampai ke tepi-tepi ladangmu. Jangan mengambil gandum yang telah jatuh ke tanah. Tinggalkanlah itu untuk orang miskin dan orang asing di negerimu. Akulah TUHAN, Allahmu.’” (Imamat 23:22)
Ketika kamu memanen di ladangmu dan lupa ternyata tertinggal seberkas di ladang. Jangan kembali untuk mengambilnya karena akan menjadi milik orang asing, anak yatim, atau para janda. Dengan demikian, TUHAN, Allahmu akan memberkatimu dalam segala pekerjaan tanganmu. Ketika kamu merontokkan pohon zaitun, jangan kembali untuk mencari di dahannya. Buah-buah yang kamu tinggalkan itu adalah bagian untuk orang asing, anak yatim, dan para janda. Ketika kamu mengumpulkan buah anggur dari kebun anggurmu, janganlah kamu kembali untuk memetiknya karena itu adalah bagian untuk orang asing, anak yatim, dan para janda. (Ulangan 24:19-21)
Tanggung jawab tanpa batas untuk memenuhi kebutuhan
Jika di antara kamu ada orang miskin, yaitu salah seorang saudaramu yang tinggal di kota mana pun di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, jangan keraskan hatimu dan jangan tutup tanganmu terhadap saudaramu yang miskin itu. Sebaliknya, kamu harus membuka tanganmu baginya dan meminjamkan kepada mereka yang memerlukan dengan murah hati. Jagalah hatimu supaya jangan muncul dalam hatimu pikiran jahat, “Tahun ketujuh, tahun pembebasan sudah dekat”, dan kamu memusuhi saudaramu yang miskin itu. Kamu tidak memberikan sesuatu kepadanya. Kemudian, dia berseru kepada TUHAN tentang kamu, maka hal itu menjadi dosa bagimu. Kamu harus memberikan kepadanya dengan sukarela. TUHAN, Allahmu, akan memberkatimu karena melakukan hal yang baik ini dan dalam segala sesuatu yang kamu lakukan. (Ulangan 15:7-10)
Perayaan Purim
...karena pada hari itu orang-orang Yahudi mendapat keamanan dari musuh-musuhnya, dan dalam bulan itu, kedukaan mereka berubah menjadi sukacita dan hari perkabungan menjadi hari yang baik. Mereka harus merayakan hari-hari itu sebagai hari perjamuan makan dan kegembiraan, serta saling mengantar makanan kepada satu sama lain dan memberi hadiah bagi orang-orang miskin. (Ester 9:22)
Tahun Yobel
Kamu harus menguduskan tahun kelima puluh dan menyatakan pembebasan bagi seluruh penduduk negerimu. Itulah tahun Yobel bagimu. Setiap orang akan kembali ke tanah miliknya dan kepada keluarganya. (Imamat 25:10)
Contoh memberi kepada orang miskin
Sebab, aku menyelamatkan orang miskin yang berseru minta tolong dan anak yatim yang tidak memiliki siapa pun untuk membantunya. Berkat dari orang yang hampir binasa datang kepadaku, dan aku membuat hati para janda bernyanyi karena sukacita. Aku mengenakan kebenaran, dan ia dipakaikan kepadaku; keadilanku seperti sebuah jubah dan serban. Aku menjadi mata bagi yang buta, dan kaki bagi yang timpang. Aku menjadi ayah bagi yang melarat, dan aku menyelidiki perkara dari orang yang tidak aku kenal. (Ayub 29:12-16)
Jika aku telah menghalangi apa pun yang diinginkan oleh orang miskin, atau menyebabkan mata janda-janda menjadi lemah, jika aku telah makan potongan rotiku seorang diri, dan anak yatim tidak ikut memakannya, karena sejak masa mudaku, aku membesarkan anak yatim seperti seorang ayah, dan sejak dari kandungan ibuku, aku telah menuntun janda, jika aku pernah melihat orang binasa karena kekurangan pakaian, atau orang miskin tanpa selimut, jika pinggangnya tidak memberkati aku karena dirinya sudah dihangatkan oleh potongan bulu dombaku, jika aku telah mengangkat tanganku terhadap anak yatim, karena aku melihat pertolonganku ada di pintu gerbang, biarlah tulang belikatku lepas dari bahuku, dan lenganku dipatahkan dari persendiannya. Sebab, kesengsaraan dari Allah adalah kengerian bagiku, dan karena kebesaran-Nya, aku tidak sanggup melakukan apa pun. (Ayub 31:16-23)
Pemimpin yang benar
Kiranya dia mengadili rakyat miskin, menyelamatkan anak-anak melarat, dan menghancurkan para penindas. (Mazmur 72:4)
Sebab, dia akan melepaskan orang-orang melarat ketika mereka berseru minta tolong; orang-orang miskin, dan mereka yang tidak punya penolong. Dia akan mengasihani orang miskin dan melarat, dan nyawa orang melarat akan diselamatkannya. (Mazmur 72:12-13)
Istri yang cakap
Istri yang cakap, siapa dapat menemukan? Dia jauh lebih berharga daripada permata. Dia membuka tangannya bagi orang miskin, dan mengulurkan tangannya kepada yang melarat. (Amsal 31:10, 20)
Perjanjian Baru
Yohanes Pembaptis
Orang-orang bertanya kepada Yohanes, “Kalau begitu, apa yang harus kami lakukan?” Ia menjawab, “Setiap orang yang mempunyai dua baju, ia harus membaginya dengan orang yang tidak mempunyai. Dan, setiap orang yang mempunyai makanan, harus melakukan hal yang sama.” (Lukas 3:10-11)
Yesus Kristus menyamakan diri-Nya dengan orang miskin
“Ketika Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya, dan para malaikat bersama-Nya, lalu Ia akan duduk di takhta kemuliaan-Nya. Semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya, dan Ia akan memisahkan mereka satu dari yang lain, seperti gembala yang memisahkan domba dari kambing-kambing. Dan, Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya, dan kambing-kambing di sebelah kiri. Kemudian Raja akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya, ‘Marilah, kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, warisilah Kerajaan yang disediakan untukmu dari permulaan dunia. Karena ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan. Aku haus dan kamu memberi Aku minum. Aku orang asing, dan kamu mengundang Aku masuk. Aku telanjang dan kamu memakaikan Aku pakaian. Aku sakit dan kamu menengok Aku. Aku di penjara dan kamu datang kepada-Ku.’ Lalu, orang-orang benar itu akan menjawab-Nya, ‘Tuhan, kapan kami melihat Engkau lapar dan memberi-Mu makan, atau haus dan memberi-Mu minum? Kapan kami melihat Engkau seorang asing dan mengundang Engkau masuk, atau telanjang dan memakaikan Engkau pakaian? Kapan kami melihat Engkau sakit atau di penjara dan kami datang kepada-Mu?’ Raja itu akan menjawab, ‘Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu, sebagaimana kamu melakukannya terhadap satu dari saudara-saudara-Ku yang paling kecil ini, kamu melakukannya untuk-Ku.’ Kemudian, Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya, ‘Pergilah dari hadapan-Ku, kamu yang terkutuk, ke dalam api abadi yang telah disiapkan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab, Aku lapar dan kamu tidak memberi-Ku makan. Aku haus dan kamu tidak memberi-Ku minum. Aku orang asing dan kamu tidak mengundang-Ku masuk; telanjang dan kamu tidak memakaikan Aku pakaian; sakit dan di penjara, dan kamu tidak menengok Aku.’ Kemudian, mereka juga akan menjawab, ‘Tuhan, kapan kami melihat Engkau lapar atau haus, atau seorang asing, atau sakit, atau telanjang, atau di penjara, dan tidak melayani-Mu?’ Kemudian, Ia akan menjawab mereka, “Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu, sebagaimana kamu tidak melakukannya terhadap satu dari mereka yang paling kecil ini, kamu tidak melakukannya kepada-Ku.’ (Matius 25:31-45)
Yesus memberi teladan memberi kepada orang miskin
Dan, setelah Yudas menerima potongan roti itu, Iblis merasukinya. Karena itu, Yesus berkata kepadanya, “Apa yang akan kauperbuat, lakukanlah segera!” Tidak seorang pun dari mereka yang sedang makan itu mengerti mengapa Yesus mengatakan demikian kepada Yudas. Beberapa dari mereka menyangka karena Yudaslah yang memegang kotak uang sehingga Yesus berkata kepadanya, “Belilah hal-hal yang kita butuhkan untuk perayaan,” atau supaya dia memberikan sesuatu kepada orang miskin. (Yohanes 13:27-29)
Orang yang dulu tidak jujur memberi kepada orang miskin
Orang yang telah mencuri, jangan mencuri lagi. Lebih baik kalau ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri sehingga ia memiliki sesuatu untuk dibagikan kepada orang yang membutuhkan. (Efesus 4:28)
Contoh-contoh lain
Semua yang percaya berkumpul bersama dan memiliki segala sesuatunya bersama-sama. Lalu, mereka menjual harta benda dan miliknya, kemudian membagi-bagikannya kepada semua orang, sesuai kebutuhannya masing-masing. (Kisah Para Rasul 2:44-45)
Salah seorang dari mereka bernama Agabus, berdiri dan meramal dengan pertolongan Roh bahwa akan terjadi kelaparan yang hebat di seluruh dunia. Dan, kelaparan itu terjadi di masa pemerintahan Klaudius. Maka, para murid memutuskan untuk mengirim sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing, kepada saudara-saudara seiman yang tinggal di Yudea. Dan, yang juga mereka lakukan, mengirimkan sumbangan itu kepada para penatua melalui tangan Barnabas dan Saulus. (Kisah Para Rasul 11:28-30)
Dalam segala hal, aku telah menunjukkan kepadamu bahwa dengan bekerja keras seperti cara ini, kita harus menolong yang lemah dan mengingat perkataan Tuhan Yesus, bahwa Ia sendiri berkata, ‘Lebih berbahagia memberi daripada menerima.’” (Kisah Para Rasul 20:35)
...sebab Makedonia dan Akhaya telah dengan senang hati memberi sumbangan bagi orang miskin di antara orang-orang kudus di Yerusalem. Mereka sangat senang melakukannya sebab itu memang kewajiban mereka. Karena jika bangsa-bangsa bukan Yahudi telah datang dan menerima bagian dalam berkat rohani, tugas mereka juga untuk melayani orang Yahudi dalam kebutuhan jasmani. (Roma 15:26-27)
Mereka hanya meminta kami untuk ingat kepada orang-orang miskin, satu hal yang aku sendiri sangat bersemangat untuk melakukannya. (Galatia 2:10)
Berkat dan kutuk
Berkat memberi kepada orang miskin
Berkat mengenal Tuhan
Dia mengadili perkara orang sengsara dan orang miskin sehingga baiklah keadaannya. Bukankah itulah arti mengenal Aku?” firman TUHAN. (Yeremia 22:16)
Berkat kehidupan
...dan tidak menindas siapa pun, tetapi mengembalikan kepada orang yang berutang jaminannya, tidak melakukan perampokan, memberikan rotinya kepada orang lapar, dan memberi pakaian kepada orang yang telanjang, (Yehezkiel 18:7)
...dan berjalan menurut ketetapan-ketetapan-Ku serta menjaga peraturan-peraturan-Ku dengan bertindak setia, orang itu adalah orang benar dan pastilah dia akan hidup,” firman Tuhan ALLAH.” (Yehezkiel 18:9)
...tidak menindas seseorang, tidak menahan barang jaminan, tidak melakukan perampokan, tetapi memberikan rotinya kepada orang yang lapar dan menutupi orang yang telanjang dengan pakaian, menahan tangannya dari orang miskin, tidak menerima riba maupun keuntungan, tetapi melakukan peraturan-peraturan-Ku, dan berjalan menurut ketetapan-ketetapan-Ku, dia tidak akan mati karena kesalahan ayahnya, dia pasti akan hidup. (Yehezkiel 18:16-17)
Berkat atas keluarga
Keturunannya akan menjadi perkasa di atas bumi, generasi orang yang lurus hati akan diberkati. Dia menyebarkan dengan cuma-cuma kepada orang melarat, kebenarannya bertahan selama-lamanya, tanduknya ditinggikan dalam kehormatan. (Mazmur 112:2, 9)
Berkat terpenuhinya kebutuhan
Orang yang memberi kepada orang miskin tidak akan kekurangan, tetapi siapa menutup matanya akan mendapat banyak kutukan. (Amsal 28:27)
Berkat kesehatan
Betapa diberkatinya orang yang berakal budi terhadap orang miskin; TUHAN akan menyelamatkannya pada hari kesusahan. TUHAN akan menjaga dan melanjutkan hidupnya, dan dia akan disebut berbahagia di bumi, jangan serahkan dia kepada kehendak musuh-musuhnya. TUHAN menopangnya pada waktu dia meringkuk di tempat tidurnya. Kesakitannya Engkau ubahkan seluruhnya. (Mazmur 41:1-3)
Berkat doa yang dijawab dan bimbingan
Bukankah puasa yang Kukehendaki adalah seperti ini: supaya kamu membuka ikatan-ikatan kejahatan, melepaskan tali-tali kuk, melepaskan orang yang tertindas, dan mematahkan setiap kuk? Bukankah puasa adalah untuk membagi rotimu dengan orang yang lapar dan membawa orang miskin yang terbuang ke rumahmu sendiri; ketika kamu melihat orang yang telanjang, kamu memberi dia pakaian, dan tidak menyembunyikan dirimu dari dagingmu sendiri?” Maka, terangmu akan merekah seperti fajar dan kesembuhanmu akan segera tumbuh. Kebenaranmu akan berjalan di depanmu, dan kemuliaan TUHAN akan menjadi barisan belakangmu. Pada waktu itu, kamu akan memanggil dan TUHAN akan menjawab. Kamu akan berseru, dan Dia akan berkata, “Aku di sini.” Apabila kamu menyingkirkan kuk dari tengah-tengahmu, jari yang menunjuk-nunjuk, dan perkataan yang jahat, apabila kamu menyerahkan dirimu sepenuhnya kepada orang yang lapar dan memuaskan keinginan orang yang tertindas, terangmu akan terbit dalam kegelapan dan kesuramanmu akan seperti rembang siang hari. TUHAN akan menuntunmu senantiasa dan memuaskan jiwamu di tanah yang kering; dan akan menguatkan tulang-tulangmu. Kamu akan seperti taman yang diairi, seperti mata air yang tidak pernah kering. (Yesaya 58:6-11)
Berkat kelepasan dan perlindungan
Betapa diberkatinya orang yang berakal budi terhadap orang miskin; TUHAN akan menyelamatkannya pada hari kesusahan. TUHAN akan menjaga dan melanjutkan hidupnya, dan dia akan disebut berbahagia di bumi, jangan serahkan dia kepada kehendak musuh-musuhnya. (Mazmur 41:1-2)
Berkat kehormatan
Dia menyebarkan dengan cuma-cuma kepada orang melarat, kebenarannya bertahan selama-lamanya, tanduknya ditinggikan dalam kehormatan. (Mazmur 112:9)
Berkat atas pekerjaan dan kekayaan
Kamu harus memberikan kepadanya dengan sukarela. TUHAN, Allahmu, akan memberkatimu karena melakukan hal yang baik ini dan dalam segala sesuatu yang kamu lakukan. (Ulangan 15:10)
Ketika kamu memanen di ladangmu dan lupa ternyata tertinggal seberkas di ladang. Jangan kembali untuk mengambilnya karena akan menjadi milik orang asing, anak yatim, atau para janda. Dengan demikian, TUHAN, Allahmu akan memberkatimu dalam segala pekerjaan tanganmu. (Ulangan 24:19)
Kiranya dia mengadili rakyat miskin, menyelamatkan anak-anak melarat, dan menghancurkan para penindas. (Mazmur 72:4)
Sebab, dia akan melepaskan orang-orang melarat ketika mereka berseru minta tolong; orang-orang miskin, dan mereka yang tidak punya penolong. Dia akan mengasihani orang miskin dan melarat, dan nyawa orang melarat akan diselamatkannya. Dia akan menebus jiwa mereka dari penindasan dan kekerasan, dan di matanya, darah mereka berharga. Kiranya dia hidup! Kiranya emas Syeba dipersembahkan kepadanya; kiranya mereka senantiasa berdoa baginya dan memberkatinya sepanjang hari! (Mazmur 72:12-15)
Harta dan kekayaan ada di dalam rumahnya, kebenarannya bertahan untuk selama-lamanya. (Mazmur 112:3)
Dia menyebarkan dengan cuma-cuma kepada orang melarat, kebenarannya bertahan selama-lamanya, tanduknya ditinggikan dalam kehormatan. (Mazmur 112:9)
Orang yang berbelaskasihan kepada orang miskin memberi pinjaman kepada TUHAN, dan Dia akan membalasnya atas perbuatannya itu. (Amsal 19:17)
Orang yang memperbanyak hartanya dengan riba dan bunga uang mengumpulkannya bagi orang yang berbelaskasihan kepada orang miskin. (Amsal 28:8)
Oleh sebab itu, ya Raja, biarlah nasihatku berkenan kepadamu. Lepaskanlah dosa-dosamu dengan kebenaran, dan kesalahan-kesalahanmu dengan menunjukkan belas kasihan kepada orang-orang miskin. Dengan begitu, kemakmuranmu akan dilanjutkan.” (Daniel 4:27)
Berkat buah rohani
Dengan sekuat tenagamu, bantulah Zenas, si ahli hukum itu, dan Apolos yang ada dalam perjalanan supaya mereka tidak kekurangan suatu apa pun. Haruslah orang-orang kita belajar bertekun dalam melakukan pekerjaan yang baik supaya mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan tidak hidup dengan tidak berbuah. (Titus 3:13-14)
Berkat secara umum
Orang yang baik matanya akan diberkati karena dia membagi rotinya dengan orang miskin. (Amsal 22:9)
Berkat kebahagiaan
Mereka yang menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah mereka yang berbelaskasihan kepada orang miskin. (Amsal 14:21)
Kutuk bagi mereka yang tidak memberi kepada orang miskin
Kutuk doa yang tidak dijawab
Siapa menutup telinga bagi teriakan orang miskin, dia juga akan berseru-seru, tetapi tidak dijawab. (Amsal 21:13)
Kutuk kemiskinan
Dia yang menindas orang miskin untuk memperkaya dirinya, atau memberi kepada orang kaya, hanya akan mendatangkan kekurangan. (Amsal 22:16)
Kutuk secara umum
Orang yang memberi kepada orang miskin tidak akan kekurangan, tetapi siapa menutup matanya akan mendapat banyak kutukan. (Amsal 28:27)
Berbagai hal tentang memberi kepada orang miskin
Sikap belas kasihan
Tidakkah aku menangis bagi dia yang mengalami hari-hari yang berat? Tidakkah jiwaku berduka bagi orang miskin? (Ayub 30:25)
Selidiki kebutuhan orang miskin
Aku menjadi ayah bagi yang melarat, dan aku menyelidiki perkara dari orang yang tidak aku kenal. (Ayub 29:16)
Orang saleh dituduh tidak memberi kepada orang miskin
Bukankah kefasikanmu besar, dan kesalahan-kesalahanmu tidak terhingga? Kamu tidak memberi air untuk minum kepada mereka yang lelah, dan kamu telah menahan roti bagi yang lapar. Kamu telah menyuruh janda-janda pergi dengan tangan hampa, dan lengan anak-anak yatim kauremukkan. (Ayub 22:5, 7, 9)
Contoh memuliakan Allah alih-alih memberi kepada orang miskin
Sekarang, ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si Kusta, seorang perempuan datang kepada-Nya dengan sebotol guci pualam kecil berisi minyak wangi yang sangat mahal, dan perempuan itu menyiramkannya ke atas kepala Yesus ketika Dia sedang duduk makan. Ketika murid-murid melihatnya, mereka marah dan berkata, “Apa gunanya pemborosan ini? Sebab, minyak wangi itu dapat dijual untuk harga yang mahal dan diberikan kepada yang miskin.” Namun, Yesus, mengetahui hal ini, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab, ia melakukan perbuatan baik atas-Ku. Sebab, kamu selalu mempunyai orang-orang miskin bersamamu, tetapi kamu tidak akan selalu mempunyai Aku. Ketika perempuan ini menyiramkan minyak wangi ke tubuh-Ku, ia melakukannya untuk mempersiapkan penguburan-Ku. Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu bahwa di mana saja Injil ini diberitakan ke seluruh dunia, apa yang sudah dilakukan perempuan ini akan dibicarakan pula sebagai peringatan akan dia.” (Matius 26:6-13)
Sementara Yesus ada di Betania, di rumah Simon si Kusta, ketika sedang duduk makan, seorang perempuan datang dengan sebuah guci kecil dari batu pualam berisi minyak wangi dari narwastu yang murni dan mahal. Dia memecahkan guci itu dan menuangkannya ke atas kepala Yesus. Akan tetapi, ada beberapa orang yang berkata di antara mereka dengan kesal, “Mengapa memboroskan minyak wangi dengan cara seperti ini? Sebab, minyak ini bisa dijual 300 dinar lebih dan dapat diberikan kepada orang miskin.” Mereka pun memarahi perempuan itu. Namun, Yesus berkata, “Biarkan dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Dia telah melakukan perbuatan yang indah bagi-Ku. Sebab, orang miskin selalu ada bersamamu, dan kapan kamu mau, kamu bisa melakukan hal yang baik itu bagi mereka. Akan tetapi, Aku tidak akan selalu bersamamu. (Markus 14:3-7)
Kemudian, Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang sangat mahal, lalu meminyaki kaki Yesus dan mengeringkannya dengan rambutnya. Karena itu, rumah itu dipenuhi dengan bau harum minyak wangi tersebut. Namun, Yudas Iskariot, salah seorang murid-Nya, yang akan mengkhianati Dia, berkata, “Mengapa minyak wangi itu tidak dijual saja seharga tiga ratus dinar dan diberikan kepada orang-orang miskin?” Dia mengatakan demikian bukan karena dia peduli kepada orang miskin, melainkan karena dia adalah seorang pencuri, dan karena dia membawa kotak uang, dia biasa mengambil uang yang dimasukkan ke dalam kotak itu. Lalu, Yesus menjawab, “Biarkanlah perempuan itu, dia melakukannya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku. Sebab, orang miskin selalu ada bersamamu, tetapi Aku tidak selalu ada bersamamu.” (Yohanes 12:3-8)
Pemeliharaan janda diwajibkan
Pada hari-hari itu, ketika jumlah murid terus bertambah, suatu keluhan muncul dari orang-orang Helenis terhadap orang-orang Ibrani asli karena janda-janda mereka telah diabaikan dalam pelayanan makanan setiap hari. Maka, kedua belas rasul itu memanggil semua murid dan berkata, “Tidak benar bagi kami untuk mengabaikan firman Tuhan demi melayani meja. Karena itu, Saudara-Saudara, pilihlah tujuh orang dari antara kamu yang terbukti baik, penuh dengan Roh Kudus dan hikmat, yang akan kami angkat untuk tugas ini. (Kisah Para Rasul 6:1-3)
Ibadah yang murni dan tidak tercela di hadapan Allah dan Bapa kita adalah mengunjungi anak-anak yatim piatu dan janda-janda dalam penderitaan mereka, dan menjaga dirinya sendiri supaya tidak dicemari oleh dunia. (Yakobus 1:27)
Hasil dari pandangan kepemilikan yang benar: tidak ada orang miskin
Dan, kumpulan mereka yang percaya bersatu hati dan jiwa. Tidak ada seorang pun yang berkata bahwa barang kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah milik mereka bersama. Lalu, dengan kuasa yang besar para rasul memberikan kesaksian mereka tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan anugerah yang besar ada atas mereka semua. (Kisah Para Rasul 4:32-33)
Ada ketentuan bagi orang miskin untuk memberi lebih sedikit
Namun, jika dia tidak mampu menyediakan seekor anak domba, dia harus membawa persembahan penebus salah kepada TUHAN karena dosa yang telah dilakukannya itu, yaitu dua ekor burung tekukur atau dua ekor burung merpati muda, yang seekor untuk persembahan penghapus dosa, dan yang seekor untuk persembahan bakaran. Namun, jika orang itu tidak mampu memberikan dua ekor burung tekukur atau dua burung merpati, orang yang telah berdosa itu harus membawa persembahannya, yaitu sepersepuluh efa tepung halus sebagai persembahan penghapus dosa. Dia tidak boleh menuangkan minyak atau membubuhkan kemenyan ke atasnya sebab itu adalah persembahan penghapus dosa. (Imamat 5:7, 11)
Setelah masa penyuciannya genap, baik dia melahirkan anak laki-laki atau perempuan, dia harus membawa persembahan kepada imam di pintu tenda pertemuan, yaitu domba berumur setahun sebagai persembahan bakaran dan seekor merpati muda atau burung tekukur sebagai persembahan penghapus dosa. Jika dia tidak mampu menyediakan domba, dia boleh membawa dua ekor burung tekukur atau dua ekor burung merpati muda. Yang seekor untuk persembahan bakaran dan yang seekor untuk persembahan penghapus dosa, lalu imam harus mengadakan pendamaian baginya sehingga dia menjadi tahir.” (Imamat 12:6, 8)
Jika orang yang akan ditahirkan itu adalah orang miskin dan tidak mampu memberikan semua persembahan itu, maka dia harus membawa seekor domba jantan untuk kurban penghapus salah sebagai persembahan unjukan bagi pengampunan dosanya. Selain itu, dia harus membawa 1/10 efa tepung halus yang dicampur dengan minyak sebagai kurban sajian, satu log minyak, dan dua ekor burung tekukur atau dua ekor burung merpati muda sesuai kemampuannya. Yang seekor untuk kurban penghapus dosa dan yang seekor untuk kurban bakaran. (Imamat 14:21-22)
Selanjutnya, imam harus mempersembahkan satu dari kedua ekor burung tekukur atau burung merpati muda, sesuai kemampuannya. Yang seekor untuk kurban penghapus dosa dan yang seekor untuk kurban bakaran, bersama dengan kurban sajian. Demikianlah imam harus mengadakan pengampunan dosa untuk orang yang akan ditahirkan di hadapan TUHAN. Itulah hukum bagi dia yang terjangkit penyakit kusta, yang tidak mampu memenuhi persembahan untuk penahirannya.” (Imamat 14:30-32)
Jika seseorang terlalu miskin untuk membayar harga itu, bawalah dia kepada imam. Imam akan menentukan harga orang itu sesuai dengan kemampuan orang yang bernazar.” (Imamat 27:8)
Orang tua Yesus termasuk golongan ini
Ketika hari-hari penyucian sesuai hukum Musa telah usai, Maria dan Yusuf membawa Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti yang tertulis dalam hukum Tuhan, “Setiap anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Tuhan dan untuk memberikan persembahan sesuai dengan apa yang dikatakan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung dara atau dua ekor burung merpati muda.” (Lukas 2:22-24)
Saat sensus, orang kaya dan miskin memberi jumlah yang sama
“Ketika kamu mengadakan sensus bagi keturunan Israel untuk menghitung mereka, setiap orang dari mereka harus memberikan pendamaian bagi dirinya sendiri kepada TUHAN ketika kamu menghitung mereka supaya tidak ada wabah di antara mereka ketika kamu menghitungnya. Setiap orang yang dihitung pada sensus tersebut harus memberi ini: 0,5 syikal menurut syikal tempat kudus, berat 1 syikal adalah 20 gera, 0,5 syikal itu sebagai persembahan bagi TUHAN. Setiap orang yang dihitung, yaitu yang berusia 20 tahun ke atas, harus memberikan persembahan kepada TUHAN. Orang kaya tidak boleh memberi lebih banyak, dan orang miskin tidak boleh memberi lebih sedikit dari 0,5 syikal, ketika mereka memberikan persembahan kepada TUHAN untuk mengadakan pendamaian atas jiwamu. (Keluaran 30:12-15)
Memberi kepada orang miskin dapat menjadi bukti keselamatan
Kemudian, Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan, “Tuhan, lihatlah, separuh dari hartaku akan kuberikan kepada orang miskin, dan jika aku telah menggelapkan harta seseorang, aku akan mengembalikannya 4 kali lipat.” Yesus lalu berkata kepada Zakheus, “Pada hari ini, keselamatan telah datang ke atas rumah ini karena orang ini juga anak Abraham. (Lukas 19:8-9)
Berbagai contoh memberi (bukan kepada Tuhan)
Setelah unta-unta itu selesai minum, dia mengambil sepasang anting-anting emas seberat 0,5 syikal serta dua gelang emas seberat 10 syikal. Kemudian, hamba Abraham itu mengeluarkan perhiasan perak, emas, dan pakaian, lalu memberikannya kepada Ribka; dia juga memberikan barang-barang yang mahal kepada saudara dan ibunya. (Kejadian 24:22, 53)
Lalu, ayah mereka, Israel, berkata kepada mereka, “Jika memang demikian, lakukanlah ini: ambillah hasil terbaik dari tanah ini dalam wadah-wadahmu dan bawalah sebagai hadiah: sedikit balsam, sedikit madu, rempah-rempah dan mur, serta kacang pistasio dan badam. Bawalah dua kali lipat uang dalam tanganmu. Lalu, uang yang dikembalikan kepadamu, dalam mulut karung-karungmu itu, bawalah kembali dalam tanganmu. Mungkin hal itu adalah kekeliruan. Orang-orang itu pun membawa hadiah, dan mereka juga membawa uang dua kali lipat dalam tangannya serta Benyamin. Mereka bangun, lalu pergi ke Mesir dan berdiri di hadapan Yusuf. (Kejadian 43:11-12, 15)
Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang berkenan kepadamu sehingga Dia mendudukkanmu di atas takhta-Nya sebagai raja mewakili TUHAN, Allahmu. Karena Allahmu mengasihi orang Israel dan hendak mengukuhkan mereka untuk selama-lamanya, Dia menjadikan engkau raja atas mereka untuk menegakkan keadilan dan kebenaran.” Ratu Syeba memberikan kepada raja 120 talenta emas, rempah-rempah yang sangat banyak, dan batu permata yang berharga. Tidak pernah ada lagi rempah-rempah sebanyak yang Ratu Syeba berikan kepada Raja Salomo. (2 Tawarikh 9:8-9)
Raja Salomo memberikan kepada Ratu Syeba semua yang dia inginkan dan dia minta, melebihi yang dibawa ratu itu untuk raja. Lalu, ratu itu berbalik dan pulang ke negerinya bersama para hambanya. (2 Tawarikh 9:12)
Hizkia, raja Yehuda, menyumbangkan kepada jemaat 1.000 ekor sapi jantan dan 7.000 ekor domba. Para pemimpin juga menyumbangkan kepada jemaat 1.000 ekor sapi jantan dan 10.000 ekor domba. Sementara itu, banyak dari para imam telah menguduskan diri mereka. (2 Tawarikh 30:24)
Banyak orang membawa persembahan untuk TUHAN ke Yerusalem dan barang-barang berharga untuk Hizkia, raja Yehuda. Sejak saat itu, dia ditinggikan di depan mata semua bangsa. (2 Tawarikh 32:23)
Yosia menyumbang kepada kaum awam dan kepada semua orang yang hadir kawanan ternak berupa tiga puluh ribu ekor domba dan kambing muda, juga tiga ribu ekor sapi untuk kurban Paskah. Itu semua berasal dari harta milik raja. Para panglimanya memberi sumbangan sukarela kepada rakyat, para imam, dan orang-orang Lewi. Hilkia, Zakharia, dan Yehiel, para pemimpin bait Allah, memberi kepada para imam dua ribu enam ratus kurban Paskah dan tiga ratus ekor sapi. Konanya dan dua saudaranya, Semaya dan Netaneel, serta Hasabya, Yeiel, dan Yozabad, para pemimpin orang Lewi, menyumbang kepada orang Lewi lima ribu kurban Paskah dan lima ratus ekor sapi. (2 Tawarikh 35:7-9)
Siapa pun yang masih tertinggal, di tempat mana pun dia tinggal untuk sementara, biarlah orang-orang di tempat itu menolongnya dengan perak dan emas, dengan harta benda dan ternak, di samping persembahan sukarela bagi Bait Allah yang ada di Yerusalem.” Semua orang di sekitar mereka membantu mereka dengan barang-barang perak dan emas, harta benda dan ternak, serta benda-benda berharga, di samping segala sesuatu yang dipersembahkan dengan sukarela. (Ezra 1:4, 6)
Beberapa kepala kaum keluarga memberi sumbangan untuk pekerjaan itu. Gubernur memberi sumbangan untuk perbendaharaan sebanyak 1.000 dirham emas, 50 baskom, dan 530 jubah imam. Beberapa kepala kaum keluarga memberi sumbangan untuk perbendaharaan pekerjaan itu sebanyak 20.000 dirham emas dan 2.200 mina perak. Beberapa orang yang lain memberikan 20.000 dirham emas, 2.000 mina perak, dan 67 jubah imam. (Nehemia 7:70-72)
Kemudian, raja mengadakan pesta besar bagi semua pemimpin dan para pelayannya, yaitu suatu perjamuan makan karena Ester. Dia juga mengadakan hari libur di semua provinsi dan memberikan hadiah sesuai kemurahan raja. (Ester 2:18)
Kiranya raja-raja Tarsis dan pulau-pulau mempersembahkan kurban; raja-raja Syeba dan Seba membawa persembahan. (Mazmur 72:10)
Sebelum Yeremia berbalik, dia berkata, “Kembalilah kepada Gedalya, anak Ahikam, anak Safan, yang dijadikan gubernur oleh raja Babel atas kota-kota Yehuda. Tinggallah bersamanya di tengah-tengah bangsa itu. Atau, pergilah ke tempat mana pun yang tepat menurutmu.” Kemudian, kepala pengawal itu memberinya persediaan makanan dan hadiah, lalu membiarkannya pergi. (Yeremia 40:5)
Untuk meredakan orang lain
Yakub tinggal di sana pada malam itu dan dia mengambil hadiah untuk kakaknya, Esau, dari apa yang ada padanya: Kamu juga harus berkata, ‘Lihatlah, hambamu, Yakub, ada di belakang kami.’” Sebab, dia berpikir, “Aku akan menenangkannya dengan hadiah yang mendahuluiku. Kemudian, aku akan memandang wajahnya dan mungkin dia akan menerima.” (Kejadian 32:13, 20)
Esau berkata, “Apa maksudmu dengan semua iring-iringan yang aku jumpai tadi?” Yakub menjawab, “Untuk memperoleh kemurahan di matamu, Tuanku.” Namun, Esau berkata, “Aku telah punya banyak, Adikku. Simpanlah yang kamu miliki ini untuk dirimu sendiri.” Yakub berkata, “Tidak! Aku mohon, jika pada saat ini aku memperoleh kemurahan di matamu, terimalah hadiah dari tanganku ini. Sebab, aku telah melihat wajahmu bagaikan aku telah melihat wajah Allah, dan engkau berkenan kepadaku. Aku mohon, terimalah berkatku yang dibawa kepadamu ini karena Allah telah bermurah hati kepadaku, dan karena aku mempunyai segalanya.” Yakub mendesaknya dan Esau pun menerimanya. (Kejadian 33:8-11)
Pemberian secara sembunyi-sembunyi memadamkan kemarahan, dan suap yang dirahasiakan memadamkan kemurkaan besar. (Amsal 21:14)
Untuk memengaruhi orang lain
Kemudian, Sikhem berkata kepada ayah perempuan itu dan kepada saudara-saudaranya, “Biarlah aku mendapatkan kemurahan di matamu dan apa pun yang kamu katakan kepadaku, aku akan memberikannya. Bebankanlah sebanyak mungkin maskawin dan hadiah kepadaku, maka aku akan memberikannya sesuai dengan yang engkau katakan kepadaku. Hanya, berikanlah gadis itu kepadaku sebagai istri.” (Kejadian 34:11-12)
Untuk mencari hikmat
Semua raja di bumi berusaha menghadap Salomo untuk mendengarkan hikmat yang telah Allah letakkan dalam hatinya. Masing-masing dari mereka membawa persembahannya, yaitu barang-barang perak, barang-barang emas, pakaian, senjata, rempah-rempah, kuda, dan bagal. Demikianlah yang terjadi tahun demi tahun. (2 Tawarikh 9:23-24)
Lalu, dia memberikan kepada raja 120 talenta emas, rempah-rempah yang sangat berlimpah banyaknya, serta permata-permata yang mahal. Tidak pernah datang lagi rempah-rempah yang berlimpah seperti yang Ratu Syeba berikan kepada Raja Salomo. (1 Raja-Raja 10:10)
Orang fasik merayakan kematian orang saleh
Dan, yang tinggal di bumi akan bersukacita atas mereka dan bergembira; dan mereka saling mengirimkan hadiah satu sama lain karena kedua nabi ini menyiksa mereka yang tinggal di bumi. (Wahyu 11:10)
Berbagai hal tentang memberi
Tempat memberi
Kamu harus membawa hasil pertama yang terbaik dari ladangmu ke rumah TUHAN, Allahmu. Janganlah merebus anak kambing dalam susu induknya.” (Keluaran 23:19)
Bawalah hasil panen pertama yang terbaik dari tanahmu ke bait TUHAN, Allahmu. Kamu tidak boleh merebus anak kambing dalam susu induknya.” (Keluaran 34:26)
...ke sanalah kamu harus membawa kurban bakaran, persembahan persepuluhan, persembahan khusus, persembahan nazar, persembahan sukarela, dan persembahan anak-anak sulung baik dari sapimu dan dombamu. (Ulangan 12:6)
Kemudian, TUHAN, Allahmu, akan memilih tempat yang menjadi rumah bagi nama-Nya dan tinggal di sana. Kamu harus membawa segala sesuatu yang kuperintahkan kepadamu, yaitu: kurban bakaran, kurban sembelihan, persembahan persepuluhan dari hasilmu, persembahan khususmu, dan semua persembahan nazar yang terbaik yang kamu janjikan kepada TUHAN. (Ulangan 12:11)
Kamu tidak boleh memakan persembahan persepuluhan di gerbangmu. Baik itu dari gandum, dari anggur baru dan minyakmu, anak sulung binatang dari sapi atau dombamu, dan kurban nazar yang kamu janjikan, persembahan sukarelamu, pemberian khususmu dari tanganmu. Kamu harus makan kurban ini hanya di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang dipilih TUHAN, Allahmu, kamu bersama anakmu laki-laki dan perempuan, hambamu laki-laki dan perempuan, dan orang Lewi yang ada di kotamu. Bersukacitalah di sana bersama TUHAN, Allahmu atas semua yang telah kaukerjakan. (Ulangan 12:17-18)
Mungkin kita tidak punya uang untuk diberikan, tetapi kita dapat memberikan Kristus
Lalu, seorang laki-laki yang lumpuh sejak dalam kandungan ibunya digotong. Setiap hari mereka meletakkannya di pintu gerbang Bait Allah yang bernama Pintu Gerbang Indah untuk meminta sedekah dari orang-orang yang akan masuk ke Bait Allah. Ketika ia melihat Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. Lalu, Petrus, bersama dengan Yohanes, menatapnya dan berkata, “Lihat kami.” Orang lumpuh itu mengarahkan perhatiannya kepada Petrus dan Yohanes, sambil berharap menerima sesuatu dari mereka. Akan tetapi, Petrus berkata, “Aku tidak mempunyai perak atau emas, tetapi yang aku miliki akan kuberikan kepadamu. Dalam nama Kristus Yesus orang Nazaret itu, bangun dan berjalanlah!” (Kisah Para Rasul 3:2-6)
Orang yang murah hati akan menerima banyak permintaan
Banyak orang mencari perkenanan orang dermawan, dan semua orang adalah sahabat seorang pemberi. (Amsal 19:6)
Memberi dapat dipengaruhi oleh ketamakan
Karena itu, aku berpikir perlu untuk mendesak saudara-saudara ini pergi lebih dahulu kepadamu dan mempersiapkan pemberian yang telah kamu janjikan sebelumnya. Dengan demikian, pemberian itu siap untuk menjadi pemberian sukarela, dan bukan karena terpaksa. (2 Korintus 9:5)
Memberi menghasilkan ucapan syukur kepada Allah
Sebab, bantuan pelayanan ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah melalui banyak orang. (2 Korintus 9:12)
Jangan memberi sebelum berusaha berdamai
Karena itu, jika kamu mempersembahkan persembahanmu di atas altar, dan di sana kamu teringat bahwa ada sesuatu dalam hati saudaramu terhadapmu, tinggalkanlah persembahanmu itu di depan altar dan pergilah untuk terlebih dahulu berdamai dengan saudaramu, setelah itu kembalilah dan persembahkan persembahanmu. (Matius 5:23-24)
Kitab Suci mendorong kita untuk memberi
Lihatlah! Di atas gunung-gunung, berjalan orang yang membawa kabar baik, yang mengabarkan damai sejahtera. Rayakanlah hari-hari rayamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu! Sebab, tidak akan datang lagi orang-orang dursila yang melewatimu, mereka sudah dilenyapkan habis! (Nahum 1:15)
Janganlah kamu lupa berbuat baik dan membagikan apa yang kamu miliki karena kurban seperti itulah yang menyenangkan Allah. (Ibrani 13:16)
Memberi dapat menjadi kesaksian
Dan, Yesus berkata kepadanya, “Perhatikanlah, jangan kamu menceritakan apa-apa kepada seorang pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam, dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa sebagai kesaksian terhadap mereka.” (Matius 8:4)
Dia berkata kepadanya, “Ingat, jangan katakan apa pun kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam, dan berilah persembahan atas penahiranmu seperti yang diperintahkan oleh Musa sebagai bukti untuk mereka.” (Markus 1:44)
Namun, Yesus memerintahkan orang itu untuk tidak memberi tahu siapa pun dan berkata, “Pergi dan tunjukkanlah dirimu kepada imam. Persembahkan kurban atas kesembuhanmu seperti yang telah diperintahkan oleh Musa sebagai bukti bagi mereka.” (Lukas 5:14)
Contoh memberi kepada suatu bangsa
Sekarang, setelah beberapa tahun, aku datang untuk membawa sedekah bagi bangsaku dan untuk memberikan persembahan-persembahan. (Kisah Para Rasul 24:17)
Hal-hal yang lebih baik daripada korban
Kasih kepada Allah dan sesama
Mengasihi Dia dengan segenap hati, dan dengan segenap pengertian, dan dengan segenap kekuatan, serta mengasihi sesama seperti diri sendiri, jauh lebih penting daripada semua kurban bakaran dan persembahan.” (Markus 12:33)
Kesetiaan kepada Allah dan pengenalan akan Dia
Sebab, Aku menginginkan kesetiaan, bukan kurban, dan pengenalan akan Allah, bukan kurban-kurban bakaran. (Hosea 6:6)
Ketaatan
Samuel menjawab, “Apakah TUHAN lebih berkenan terhadap kurban bakaran dan kurban sembelihan daripada mendengar suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik daripada kurban sembelihan, dan mendengarkan lebih baik daripada lemak domba-domba jantan. (1 Samuel 15:22)
“Untuk apa kurbanmu yang banyak itu bagi-Ku?” firman TUHAN, “Aku sudah kenyang dengan kurban-kurban bakaran domba jantanmu, dan dengan lemak anak sapimu yang tambun. Aku tidak menyukai darah sapi jantan, atau domba atau kambing jantan. (Yesaya 1:11)
Kebenaran / keadilan
Melakukan kebenaran dan keadilan lebih disukai TUHAN daripada kurban. (Amsal 21:3)
Persembahan
Wajib
“Pada perjamuan-perjamuan dan festival-festival yang ditentukan, persembahan biji-bijian akan menjadi satu efa dengan seekor sapi jantan muda, dan satu efa dengan seekor domba jantan, dan seekor anak domba, sebanyak yang dapat seseorang berikan, dan 1 hin minyak untuk 1 efa.” “Ketika pemimpin memberikan persembahan sukarela baik persembahan bakaran atau persembahan perdamaian sebagai persembahan sukarela kepada TUHAN, pintu gerbang yang menghadap ke timur akan dibuka baginya. Dan, dia akan memberikan persembahan bakarannya dan persembahan perdamaiannya seperti yang dia lakukan pada hari Sabat. Lalu, dia akan keluar, dan setelah dia keluar, pintu gerbang akan ditutup.” “Kamu akan menyediakan seekor domba yang berumur setahun yang tidak bercacat sebagai persembahan bakaran kepada TUHAN setiap hari; setiap pagi kamu akan menyediakannya. Dan, kamu akan menyediakan persembahan biji-bijian setiap pagi, 1/6 efa, dan 1/3 hin minyak untuk melunakkan tepung halus; suatu persembahan biji-bijian kepada TUHAN secara terus-menerus menurut ketetapan abadi. Demikianlah mereka akan memberikan anak domba, persembahan biji-bijian dan minyak setiap pagi sebagai persembahan bakaran rutin.” (Yehezkiel 46:11-15)
Sukarela
“Ketika pemimpin memberikan persembahan sukarela baik persembahan bakaran atau persembahan perdamaian sebagai persembahan sukarela kepada TUHAN, pintu gerbang yang menghadap ke timur akan dibuka baginya. Dan, dia akan memberikan persembahan bakarannya dan persembahan perdamaiannya seperti yang dia lakukan pada hari Sabat. Lalu, dia akan keluar, dan setelah dia keluar, pintu gerbang akan ditutup.” (Yehezkiel 46:12)
Contoh persembahan
Lalu, Salomo dan seluruh orang Israel yang beserta dengannya mempersembahkan kurban di hadapan TUHAN. Salomo mempersembahkan kurban perdamaian yang dia kurbankan kepada TUHAN sebanyak 22 ribu ekor sapi dan 120 ribu ekor domba. Demikianlah raja dan seluruh keturunan Israel menahbiskan bait TUHAN itu. Pada hari itu, raja juga menguduskan pelataran tengah yang berada di depan bait TUHAN, karena di sanalah dia mempersembahkan kurban-kurban bakaran, kurban-kurban sajian, dan lemak dari kurban-kurban perdamaian, sebab mazbah tembaga yang ada di hadapan TUHAN itu terlalu kecil untuk memuat kurban-kurban bakaran, kurban-kurban sajian, serta lemak dari kurban-kurban perdamaian. (1 Raja-Raja 8:62-64)
“Inilah titah Koresh, raja Persia: TUHAN, Allah semesta langit, telah memberikan kepadaku semua kerajaan di bumi. Dan, Dia telah menunjuk aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. Siapa pun yang masih tertinggal, di tempat mana pun dia tinggal untuk sementara, biarlah orang-orang di tempat itu menolongnya dengan perak dan emas, dengan harta benda dan ternak, di samping persembahan sukarela bagi Bait Allah yang ada di Yerusalem.” Semua orang di sekitar mereka membantu mereka dengan barang-barang perak dan emas, harta benda dan ternak, serta benda-benda berharga, di samping segala sesuatu yang dipersembahkan dengan sukarela. (Ezra 1:2, 4, 6)
...dan untuk membawa perak dan emas yang dipersembahkan oleh raja dan para penasihatnya dengan sukarela kepada Allah Israel yang berdiam di Yerusalem. Bawalah pula semua perak dan emas yang kamu peroleh di seluruh provinsi Babel, bersama persembahan sukarela dari rakyat dan para imam, yang dipersembahkan dengan sukarela untuk Bait Allah mereka di Yerusalem. Karena itu, dengan uang ini, kamu harus membeli dengan cermat sapi-sapi jantan, domba-domba jantan, anak-anak domba, beserta kurban sajian dan kurban curahannya. Persembahkanlah itu di atas mazbah Bait Allahmu yang ada di Yerusalem. Mengenai sisa perak dan emas, lakukanlah apa yang baik menurut kamu dan saudara-saudaramu, sesuai dengan kehendak Allahmu. Sisa keperluan Bait Allahmu, yang jatuh kepadamu untuk kamu sediakan, kamu dapat menyediakannya dari perbendaharaan istana raja. Aku, Raja Artahsasta, memberi perintah kepada semua bendahara yang ada di daerah seberang sungai: Apa saja yang diminta oleh Imam Ezra, ahli Hukum Allah semesta langit itu, harus disediakan dengan teliti. Kamu harus memberi kepadanya sampai seratus talenta perak, seratus kor gandum, seratus bat anggur, seratus bat minyak, dan garam yang tidak terbatas. (Ezra 7:15-18, 20-22)
Jika karunia rohanimu adalah memberi, lakukanlah
Kita memiliki anugerah yang berbeda-beda menurut anugerah yang diberikan kepada kita. Jika dalam bernubuat, baiklah kita menggunakannya secara proporsional dengan iman kita. Jika dalam pelayanan, baiklah ia melayani, atau dalam pengajaran, baiklah ia mengajar. Atau, jika ia menghibur, baiklah memberikan penghiburan, jika ia memberi, baiklah ia memberi dalam kemurahan hati, jika memimpin, baiklah memimpin dalam kesungguhan, jika ia menunjukkan belas kasih, baiklah melakukannya dengan sukacita. (Roma 12:6-8)
Memberi untuk memenuhi kebutuhan
Ketika mereka menakarnya dengan gomer, yang mengumpulkan banyak tidak kelebihan dan yang mengumpulkan sedikit tidak kekurangan. Masing-masing orang mengumpulkannya sebanyak yang dapat mereka makan. (Keluaran 16:18)
Hal ini bukan untuk meringankan orang lain dan membebani kamu, tetapi supaya ada keseimbangan. Biarlah kelebihanmu sekarang mencukupkan kekurangan mereka agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu. Dengan demikian ada keseimbangan. Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, “Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.” (2 Korintus 8:13-15)