Manusia tidak jujur
Hati manusia tidak jujur
TUHAN mencium bau harum itu dan TUHAN berkata dalam hati-Nya, “Aku tidak akan lagi mengutuk tanah karena manusia sebab niat hati manusia itu jahat sejak masa mudanya. Aku juga tidak akan memusnahkan lagi setiap makhluk hidup seperti yang telah Aku lakukan. (Kejadian 8:21)
Hati itu licik melebihi segala sesuatu, dan benar-benar parah, siapakah yang dapat memahaminya? (Yeremia 17:9)
Karena dari hati timbul pikiran-pikiran jahat, pembunuhan, perzinaan, dosa-dosa seksual, pencurian, kesaksian palsu, dan fitnah. (Matius 15:19)
Sebab, dari dalam, dari hati manusia, muncul pikiran-pikiran jahat, dosa-dosa seksual, pencurian, pembunuhan, perzinaan, keserakahan, kejahatan, tipu daya, hawa nafsu, iri hati, fitnah, kesombongan, dan kebodohan. (Markus 7:21-22)
Manusia hanya jujur secara relatif
Pada waktu itu, tidak ada raja di Israel sehingga setiap orang melakukan apa yang benar dalam pandangannya sendiri. (Hakim-Hakim 17:6)
Contoh orang yang tidak jujur
Namun, ayahmu telah menipuku dan mengubah upahku sebanyak sepuluh kali. Akan tetapi, Allah tidak membiarkannya menjahatiku. (Kejadian 31:7)
Orang-orang Israel sudah berbuat dosa dengan melanggar perjanjian-Ku yang Kuperintahkan kepada mereka. Mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Mereka mencurinya, menyembunyikannya, dan meletakkannya di antara barang-barangnya. Akhan menjawab, “Benar! Aku telah berdosa terhadap TUHAN, Allah Israel. Inilah yang telah aku lakukan: aku melihat di antara barang-barang itu jubah yang indah buatan Sinear, dua ratus syikal perak, dan sebatang emas seberat lima puluh syikal. Aku menginginkannya, maka aku mengambilnya. Semuanya itu terpendam di dalam kemahku, di dalam tanah, dan perak itu berada di paling bawah.” (Yosua 7:11, 20-21)
Akan tetapi, anak-anaknya tidak mengikuti cara hidupnya. Mereka mengejar laba, menerima suap, dan memutarbalikkan keadilan. (1 Samuel 8:3)
Kamu harus berkata kepadanya, demikian, ‘Beginilah TUHAN berfirman, ‘Apakah kamu telah membunuh dan juga merampasnya?’’ Kamu harus berkata kepadanya, dengan berkata, ‘Beginilah TUHAN berfirman, ‘Di tempat anjing-anjing menjilati darah Nabot, anjing-anjing akan menjilati darahmu, bahkan anjingmu sendiri.’’” (1 Raja-Raja 21:19)
Orang fasik terasing sejak di dalam kandungan; mereka yang berkata dusta tersesat sejak di dalam perut. (Mazmur 58:3)
Penguasa-penguasamu adalah para pemberontak dan sahabat para pencuri. Mereka semua menyukai suap dan mengejar penghargaan. Mereka tidak membela anak yatim, pembelaan para janda tidak sampai kepada mereka. (Yesaya 1:23)
Anjing-anjing yang serakah, yang tidak pernah puas. Mereka adalah gembala yang tidak memiliki pengertian. Mereka semua berbelok ke jalan mereka sendiri, masing-masing mencari keuntungan sendiri, tidak ada yang terkecuali. (Yesaya 56:11)
“Sebab, dari yang paling kecil sampai yang paling besar dari mereka, setiap orang tamak akan keuntungan; dan dari para nabi sampai para imam, setiap orang berbuat dusta. (Yeremia 6:13)
Akankah kamu mencuri, membunuh, dan berzina, bersumpah palsu, memberi persembahan kepada Baal, dan mengikuti ilah-ilah lain yang tidak kamu kenal, Apakah rumah ini, yang disebut dengan nama-Ku, telah menjadi sarang para perampok di matamu? Ketahuilah, Aku sendiri telah melihatnya,” firman TUHAN. (Yeremia 7:9, 11)
“Para pemimpinnya di tengah-tengahnya adalah seperti serigala yang mencabik-cabik mangsa, untuk menumpahkan darah, dan membinasakan nyawa untuk memperoleh keuntungan yang tidak jujur.” “Rakyat negeri itu telah mempraktikkan penindasan dan melakukan perampokan, menindas orang-orang miskin dan tidak mampu, serta menindas pendatang dengan tidak adil.” (Yehezkiel 22:27, 29)
Dengarkanlah firman TUHAN, hai anak-anak Israel, sebab TUHAN beperkara dengan penduduk negeri ini, Tidak ada kesetiaan, atau kasih setia, dan tidak ada pengenalan akan Allah di negeri ini. Dengan mengutuk, berbohong, membunuh, mencuri, berzina, mereka melanggar semua batasan, dan penumpahan darah menyusul penumpahan darah. (Hosea 4:1-2)
Pemimpin-pemimpin Yehuda telah menjadi seperti mereka yang memindahkan batas wilayah; Aku akan mencurahkan murka-Ku, ke atas mereka seperti air. (Hosea 5:10)
Ketika Aku akan menyembuhkan Israel, kesalahan Efraim disingkapkan, juga kejahatan-kejahatan Samaria. Sebab, mereka melakukan penipuan; pencuri memaksa masuk, dan gerombolan merampok di jalanan. (Hosea 7:1)
“Seorang pedagang, dalam tangannya memegang neraca yang menipu, ia suka menindas. (Hosea 12:7)
“Adakah harta benda kefasikan di rumah orang fasik, dan takaran efa yang kurang dan terkutuk itu?” “Masakan Aku membiarkan orang yang membenarkan neraca palsu tidak dihukum atau pundi-pundi berisi batu timbangan tipu daya?” “Sebab, orang-orang kaya di kota itu penuh dengan kekerasan, penduduknya mengucapkan dusta, dan lidah dalam mulut mereka penuh tipu daya.” (Mikha 6:10-12)
Namun, Yudas Iskariot, salah seorang murid-Nya, yang akan mengkhianati Dia, berkata, “Mengapa minyak wangi itu tidak dijual saja seharga tiga ratus dinar dan diberikan kepada orang-orang miskin?” Dia mengatakan demikian bukan karena dia peduli kepada orang miskin, melainkan karena dia adalah seorang pencuri, dan karena dia membawa kotak uang, dia biasa mengambil uang yang dimasukkan ke dalam kotak itu. (Yohanes 12:4-6)
Mereka menjawab lagi dengan berteriak, “Jangan bebaskan Orang ini, melainkan Barabas!” Barabas adalah seorang perampok. (Yohanes 18:40)
Akan tetapi, ada seorang laki-laki bernama Ananias, bersama dengan istrinya, Safira, menjual harta miliknya. Dan, dengan sepengetahuan istrinya, Ananias menahan sebagian hasil penjualannya bagi dirinya sendiri, dan hanya membawa yang sebagian, lalu meletakkannya di depan kaki para rasul. Namun, Petrus berkata, “Ananias, mengapa Iblis memenuhi hatimu sehingga kamu berbohong kepada Roh Kudus dan menahan sebagian hasil penjualan tanah itu? Ketika belum dijual, bukankah tanah itu tetap milikmu? Dan, setelah terjual, bukankah tanah itu ada di bawah kuasamu? Mengapa kamu memikirkan perbuatan ini di dalam hatimu? Kamu bukan berbohong kepada manusia, melainkan kepada Allah.” Lalu, ketika mendengar perkataan itu, Ananias jatuh dan mengembuskan napasnya yang terakhir. Ketakutan yang besar pun terjadi atas semua orang yang mendengarnya. Beberapa orang muda datang, mengafaninya, menggotongnya ke luar, lalu menguburnya. Kemudian, dalam waktu kira-kira tiga jam, istri Ananias datang, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi. Dan, Petrus berkata kepadanya, “Katakan kepadaku, apakah kamu menjual tanah itu dengan harga sebesar ini?” Dan, Safira berkata, “Ya, sebesar itu.” Kemudian Petrus berkata kepadanya, “Mengapa kamu dan suamimu bersepakat bersama untuk mencobai Roh Tuhan? Lihat, jejak-jejak kaki orang yang telah mengubur suamimu masih ada di depan pintu dan mereka juga akan mengusungmu ke luar.” Tiba-tiba, Safira jatuh di depan kaki Petrus dan mengembuskan napasnya yang terakhir. Ketika orang-orang muda masuk, mereka melihat Safira sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburkannya di samping suaminya. (Kisah Para Rasul 5:1-10)
Salah satu dari mereka, yaitu nabi mereka sendiri, berkata, “Dasar orang-orang Kreta pembohong, seperti binatang buas yang jahat, dan pelahap yang malas.” (Titus 1:12)
Namun, manusia yang selamat, yang tidak terbunuh oleh bencana itu, tetap tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan tangan mereka, bahwa mereka tidak boleh menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas, perak, tembaga, batu, atau kayu; yang tidak dapat melihat, mendengar, ataupun berjalan, dan mereka tidak bertobat dari pembunuhan, sihir, percabulan, dan pencurian. (Wahyu 9:20-21)
Perumpamaan yang memakai ketidakjujuran sebagai gambaran
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Ada seorang kaya yang mempunyai kepala pelayan. Dan, kepada orang kaya itu dilaporkan bahwa kepala pelayannya telah memboroskan hartanya. Karena itu, orang kaya itu memanggil kepala pelayannya dan berkata, ‘Apa yang aku dengar tentangmu ini? Berikanlah pertanggungjawaban atas tugasmu karena kamu tidak bisa lagi menjadi bendaharaku.’ Kepala pelayan itu pun berpikir, ‘Apa yang akan kulakukan karena sekarang tuanku sudah memecat aku dari pekerjaanku? Aku tidak cukup kuat untuk mencangkul dan malu untuk mengemis. Aku tahu apa yang harus kuperbuat supaya ketika aku dipecat sebagai bendahara, orang-orang akan menerimaku di rumah mereka.’ Kemudian, ia pun memanggil setiap orang yang berutang kepada tuannya. Kepada orang pertama ia berkata, ‘Berapa utangmu kepada tuanku?’ Orang itu menjawab, ‘Seratus bat minyak zaitun.’ Lalu, kepala pelayan itu berkata kepadanya, ‘Ambillah surat utangmu, segeralah duduk dan tulislah 50 bat.’ Kemudian kepala pelayan itu bertanya kepada orang lain, ‘Berapa banyak utangmu?’ Orang itu menjawabnya, ‘Seratus kor gandum.’ Lalu bendahara berkata kepadanya, ‘Ambillah surat utangmu dan tulislah bahwa utangmu 80 pikul.’ Kemudian, orang kaya itu memuji kepala pelayan yang tidak jujur itu karena ia bertindak dengan cerdik. Sebab, anak-anak dunia ini lebih cerdik dalam berurusan dengan sesamanya daripada anak-anak terang. (Lukas 16:1-8)
Ketidakjujuran yang ditutupi agama
Akankah kamu mencuri, membunuh, dan berzina, bersumpah palsu, memberi persembahan kepada Baal, dan mengikuti ilah-ilah lain yang tidak kamu kenal, lalu datang dan berdiri di hadapanku di rumah ini, yang disebut dengan nama-Ku, dan berkata, ‘Kami diselamatkan’, sehingga boleh melakukan semua kekejian ini? Apakah rumah ini, yang disebut dengan nama-Ku, telah menjadi sarang para perampok di matamu? Ketahuilah, Aku sendiri telah melihatnya,” firman TUHAN. (Yeremia 7:9-11)
Lalu, Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir orang-orang yang sedang berjualbeli di Bait Allah, lalu menjungkirbalikkan meja-meja penukaran uang dan bangku-bangku mereka yang menjual burung-burung merpati. Dia berkata kepada mereka, “Telah tertulis, ‘Rumah-Ku akan disebut rumah doa,’ tetapi kamu menjadikannya sebagai sarang para perampok.’” (Matius 21:12-13)
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, orang-orang munafik! Sebab, kamu membersihkan bagian luar cangkir dan piringmu, tetapi bagian dalamnya penuh rampasan dan keserakahan. (Matius 23:25)
Kemudian, mereka sampai di Yerusalem. Yesus masuk ke dalam Bait Allah dan mulai mengusir orang-orang yang sedang berjual beli di Bait Allah. Dia membalikkan meja-meja penukar uang dan kursi-kursi orang yang menjual burung-burung merpati, dan Dia tidak mengizinkan orang membawa barang-barang melewati Bait Allah. Kemudian, Yesus mengajar mereka dan berkata, “Bukankah tertulis, ‘Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi semua bangsa’? Akan tetapi, kamu telah membuatnya menjadi sarang perampok.” (Markus 11:15-17)
Namun, Tuhan berkata kepadanya, “Orang-orang Farisi sepertimu membersihkan bagian luar cangkir dan piring, tetapi di dalam dirimu penuh dengan keserakahan dan kejahatan. (Lukas 11:39)
Kemudian, Yesus masuk ke Bait Allah dan mulai mengusir keluar orang-orang yang berjualan di sana. Kata-Nya kepada mereka, “Ada tertulis: ‘Rumah-Ku akan menjadi rumah doa,’ tetapi kamu telah menjadikannya sebagai sarang perampok!” (Lukas 19:45-46)
Sebab, ada banyak orang yang memberontak, suka omong kosong, dan menipu, khususnya mereka yang berasal dari kelompok orang bersunat. Mereka pantas ditutup mulutnya karena mereka menyusahkan seluruh keluarga dengan mengajarkan hal-hal yang seharusnya tidak mereka ajarkan, yang justru mendatangkan hal yang memalukan. (Titus 1:10-11)
Allah menuntut kejujuran mutlak
Tuhan adalah kebenaran, Iblis pendusta
Tuhan adalah kebenaran
Firman itu telah menjadi daging dan tinggal di antara kita. Kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan Anak Tunggal Bapa, penuh dengan anugerah dan kebenaran. (Yohanes 1:14)
Yesus berkata kepadanya, “Akulah jalan, dan kebenaran, dan kehidupan. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)
Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu datang, Dia akan membimbingmu ke dalam semua kebenaran. Sebab, Dia tidak berbicara atas keinginan-Nya sendiri, melainkan semua hal yang Dia dengar itulah yang akan Dia katakan; dan Dia akan memberitahumu hal-hal yang akan terjadi. (Yohanes 16:13)
Sebab, ada tiga yang bersaksi, (1 Yohanes 5:7)
Iblis adalah pendusta
Kamu berasal dari bapamu, yaitu setan dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Dia adalah pembunuh dari sejak semula dan tidak berpegang pada kebenaran karena tidak ada kebenaran di dalam dirinya. Jika dia mengatakan kebohongan, dia mengatakannya dari karakternya sendiri karena dia adalah pembohong dan bapa kebohongan. (Yohanes 8:44)
Di bawah hukum Perjanjian Lama
Jangan mencuri. (Keluaran 20:15)
Jangan mencuri, jangan berbohong, jangan berdusta pada orang lain. Jangan bersumpah palsu demi nama-Ku supaya kamu tidak mencemarkan nama Allahmu. Akulah TUHAN. Jangan menindas atau merampas sesamamu. Jangan menahan upah seorang buruh sepanjang malam sampai pagi. (Imamat 19:11-13)
Janganlah berbuat curang dalam persidangan, dalam hal ukuran, atau dalam hal timbangan dan sukatan. Neraca dan timbanganmu harus seimbang, ukuran efa dan hinmu harus benar. Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawamu keluar dari tanah Mesir. (Imamat 19:35-36)
Janganlah merugikan sesamamu ketika kamu menjual sesuatu padanya ataupun membeli sesuatu darinya. Jika kamu membeli sesuatu dari sesamamu, kamu harus membayarnya menurut jumlah tahun setelah tahun Yobel, sementara orang itu harus menjualnya kepadamu menurut jumlah tahun panen. Semakin banyak jumlah tahun setelah tahun Yobel, semakin tinggi harga jualnya. Semakin sedikit jumlah tahunnya, semakin rendah harga jualnya. Sebab, itulah jumlah hasil panen yang dijual orang itu kepadamu. Jangan saling merugikan. Takutlah akan Allahmu. Sebab, Akulah TUHAN, Allahmu. (Imamat 25:14-17)
Jangan mencuri. (Ulangan 5:19)
Janganlah kamu memindahkan batas tanah dari sesamamu yang sudah ditentukan oleh nenek moyangmu ke dalam tanah pusakamu yang akan kamu peroleh dari TUHAN, Allahmu, untuk kamu miliki. (Ulangan 19:14)
Jangan ada batu timbangan yang berlainan dalam pundi-pundimu, yang besar dan yang kecil. Dalam rumahmu, janganlah ada ukuran yang berbeda, yaitu yang besar dan yang kecil. Kamu harus menggunakan ukuran dan timbangan yang benar dan tepat. Dengan demikian, kamu akan panjang umur di tanah yang TUHAN, Allahmu berikan kepadamu. Setiap orang yang melakukan hal tersebut dan yang bertindak curang merupakan kekejian bagi TUHAN, Allahmu. (Ulangan 25:13-16)
Sebagai prinsip Alkitab secara umum
Awasi lidahmu dari yang jahat, serta bibirmu dari perkataan yang menipu. (Mazmur 34:13)
Sebenarnya, Engkau menyukai kebenaran di dalam batin, dan dengan tersembunyi, Engkau memberitahukan hikmat. (Mazmur 51:6)
Jangan percaya kepada penindasan. Dan, jangan menaruh harapan sia-sia kepada perampasan. Apabila harta benda bertambah, janganlah hatimu melekat padanya. (Mazmur 62:10)
Kiranya kasih dan kesetiaan tidak pernah meninggalkanmu. Ikatlah mereka pada lehermu, dan tulislah semuanya itu pada loh hatimu. (Amsal 3:3)
Hilangkanlah ucapan yang tidak jujur dari mulutmu, dan jauhkanlah bibir yang serong darimu. (Amsal 4:24)
Orang yang tidak berguna, orang yang fasik, berjalan dengan mulut serong; (Amsal 6:12)
Enam hal ini dibenci oleh TUHAN, tujuh hal yang menjadi kekejian bagi-Nya: saksi dusta yang menyaksikan kebohongan, dan seseorang yang menabur percekcokan antarsaudara. (Amsal 6:16, 19)
Timbangan yang menipu adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi batu timbangan yang tepat adalah kesukaan-Nya. (Amsal 11:1)
Bibir dusta adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi mereka yang berlaku setia adalah kesenangan-Nya. (Amsal 12:22)
Orang benar membenci perkataan dusta, tetapi orang fasik memuakkan dan memalukan. (Amsal 13:5)
Saksi yang setia tidak berdusta, tetapi saksi yang palsu mengembuskan kebohongan. (Amsal 14:5)
Saksi yang jujur menyelamatkan hidup, tetapi dia yang mengembuskan kebohongan berkata tidak benar. (Amsal 14:25)
Kata-kata luhur tidak layak bagi orang bodoh, lebih lagi kata-kata dusta bagi seorang bangsawan. (Amsal 17:7)
Timbangan dan neraca keadilan adalah milik TUHAN; segala batu timbangan di dalam kantong adalah pekerjaan-Nya. (Amsal 16:11)
Dua macam batu timbangan dan dua macam takaran, keduanya adalah kekejian bagi TUHAN. (Amsal 20:10)
Dua macam batu timbangan adalah kekejian bagi TUHAN, dan neraca yang menipu tidaklah baik. (Amsal 20:23)
Jangan merampasi orang miskin karena dia miskin, dan jangan menindas orang sengsara di pintu gerbang; sebab, TUHAN akan membela perkara mereka, dan merampas nyawa orang yang merampasi mereka. (Amsal 22:22-23)
Jangan memindahkan batas tanah lama, yang ditetapkan nenek moyangmu. (Amsal 22:28)
Jangan memindahkan batas tanah lama, atau masuk ke ladang anak-anak yatim. (Amsal 23:10)
Belilah kebenaran, dan jangan menjualnya, juga kebijaksanaan, didikan, dan pengertian. (Amsal 23:23)
Orang yang merampasi ayahnya atau ibunya dan berkata, “Itu bukan pelanggaran,” dia itulah kawan manusia perusak. (Amsal 28:24)
...mengesampingkan hak orang di hadapan Yang Mahatinggi, menjatuhkan seseorang dalam perkaranya, Tuhan tidak menyetujui semuanya itu. (Ratapan 3:35-36)
Hal-hal inilah yang akan kamu lakukan: Berkatalah benar seseorang terhadap sesamanya, dan lakukanlah hukum yang benar dan yang mendatangkan kedamaian di pintu-pintu gerbangmu. Jangan merancang kejahatan di dalam hatimu seorang terhadap yang lain, dan jangan mencintai sumpah palsu, karena Aku membenci semuanya itu,” firman TUHAN. (Zakharia 8:16-17)
Beberapa pengumpul pajak juga datang untuk dibaptis. Mereka bertanya kepada Yohanes, “Guru, apa yang harus kami lakukan?” Yohanes memberi tahu mereka, “Jangan menarik pajak lebih dari yang telah ditetapkan bagimu.” Beberapa tentara bertanya kepadanya, “Bagaimana dengan kami? Apa yang harus kami lakukan?” Yohanes berkata kepada mereka, “Jangan meminta uang dari siapa pun secara paksa atau dengan tuduhan palsu. Cukupkanlah dirimu dengan gajimu.” (Lukas 3:12-14)
...maka, hai kamu, yang mengajar orang lain, apakah kamu tidak mengajar dirimu sendiri? Ketika kamu mengajar untuk tidak mencuri, apakah kamu sendiri mencuri? Kamu yang berkata bahwa orang tidak boleh berzina, apakah kamu sendiri berzina? Kamu yang jijik terhadap berhala-berhala, apakah kamu sendiri merampok rumah berhala? (Roma 2:21-22)
Sebenarnya, sudah menjadi kegagalan bagimu karena kamu mempunyai perkara-perkara hukum di antara kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka disalahkan? Mengapa kamu tidak lebih suka dirugikan? Sebaliknya, kamu sendiri bersalah dan merugikan. Bahkan, kamu melakukannya terhadap saudara-saudaramu. Apakah kamu tidak tahu bahwa orang yang tidak benar tidak akan mewarisi Kerajaan Allah? Jangan sesat! Orang-orang cabul, para penyembah berhala, orang-orang yang berzina, banci, para homoseksual, para pencuri, orang-orang yang serakah, para pemabuk, para pemfitnah, dan penipu-penipu, mereka semua tidak akan mewarisi Kerajaan Allah. (1 Korintus 6:7-10)
Oleh karena itu, dengan membuang kepalsuan, marilah setiap kamu berbicara tentang kebenaran kepada sesamamu karena kita sama-sama anggota dari satu tubuh. (Efesus 4:25)
Jadi, berdirilah teguh, dengan mengencangkan ikat pinggang kebenaran di seputar pinggangmu dan pakailah baju zirah keadilan, (Efesus 6:14)
Jangan saling membohongi karena kamu telah menanggalkan manusia lamamu bersama dengan perbuatan-perbuatannya. (Kolose 3:9)
Menjauhlah dari semua bentuk kejahatan! (1 Tesalonika 5:22)
...dengan kesadaran bahwa Hukum Taurat tidak dibuat untuk orang benar, melainkan untuk pelanggar hukum dan pemberontak, orang fasik dan orang berdosa, orang yang tidak kudus dan duniawi, mereka yang membunuh ayah dan ibunya sendiri, pembunuh, orang asusila yang melakukan dosa seksual, homoseksual, penculik, pembohong, saksi dusta, dan siapa pun yang melawan ajaran yang sehat, (1 Timotius 1:9-10)
Hamba-hamba harus tunduk kepada tuan-tuan mereka dalam segala hal, usahakanlah untuk menyenangkan mereka, dan tidak membantah. Jangan mencuri, tetapi tunjukkanlah bahwa kamu dapat dipercaya supaya dalam segala hal mereka memuliakan ajaran Allah, Juru Selamat kita. (Titus 2:9-10)
...tetapi kuduslah dalam segala tingkah lakumu, seperti Allah yang memanggilmu adalah kudus. Sebab, ada tertulis, “Kuduslah kamu karena Aku kudus.” (1 Petrus 1:15-16)
Akan tetapi, jangan ada di antara kamu yang menderita sebagai pembunuh, pencuri, pelaku kejahatan, atau sebagai orang yang suka mencampuri urusan orang lain. (1 Petrus 4:15)
Dituntut dari para pemimpin
Pemerintah
Selain itu, kamu harus memilih orang-orang yang cakap dari antara bangsa itu, orang yang takut akan Allah, orang-orang benar, dan membenci laba hasil kecurangan. Lalu, tunjuklah beberapa orang di antara mereka untuk menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang, dan pemimpin sepuluh orang. Biarlah mereka yang menghakimi bangsa itu sewaktu-waktu. Mereka harus membawa setiap perkara yang besar kepadamu, sedangkan perkara yang kecil harus mereka adili sendiri. Jadi, hal ini akan lebih ringan bagimu dan mereka akan ikut menanggungnya bersamamu. (Keluaran 18:21-22)
Kesetiaan dan kebenaran melindungi raja, dan takhtanya ditopang oleh kebaikan. (Amsal 20:28)
Seorang pemimpin yang kekurangan pengertian adalah seorang penindas besar, tetapi orang yang membenci laba yang tidak jujur memperpanjang hari-harinya. (Amsal 28:16)
Demikianlah firman Tuhan ALLAH, “Cukup, hai para pemimpin Israel! Jauhkanlah kekerasan dan penindasan, dan lakukan keadilan dan kebenaran. Hentikan penggusuranmu terhadap umat-Ku,” firman Tuhan ALLAH. “Kamu akan mendapatkan timbangan yang adil, efa yang adil, dan bat yang adil. (Yehezkiel 45:9-10)
Gereja
Demikian juga diaken, ia haruslah seorang yang dihormati, tidak bercabang lidah, tidak kecanduan minuman anggur, dan tidak mencari keuntungan yang tidak jujur. (1 Timotius 3:8)
Sebab, seorang penilik jemaat haruslah seorang yang tidak bercela sebagai penatalayan Allah, tidak sombong, tidak cepat marah, bukan pemabuk, tidak suka berkelahi, dan tidak serakah dalam mencari keuntungan. (Titus 1:7)
Karena itu, sebagai sesama penatua dan saksi mata penderitaan Kristus, dan juga sebagai orang yang akan ikut ambil bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan, aku mendorong para penatua yang ada di antara kamu. Gembalakanlah domba-domba Allah yang ada padamu! Jangan karena paksaan, tetapi dengan rela, seperti yang Allah kehendaki. Jangan melakukannya untuk mendapatkan keuntungan yang hina, tetapi karena kesediaanmu. (1 Petrus 5:1-2)
Kejujuran dituntut dalam memberi
Kamu berkata, ‘Lihat, alangkah susahnya!’ Lalu, kamu mendengus atasnya. TUHAN semesta alam berfirman, ‘Dan, kamu membawa hewan rampasan, hewan yang timpang, dan hewan yang sakit sebagai persembahan. Apakah Aku harus menerimanya dari tanganmu?’ TUHAN berfirman. ‘Terkutuklah penipu yang mempunyai seekor yang jantan di antara kawanan dombanya, lalu dia menazarkannya, tetapi mempersembahkan yang cacat kepada TUHAN sebab Akulah Raja Yang Mahabesar,’ TUHAN semesta alam berfirman, ‘dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.’” (Maleakhi 1:13-14)
Tidak memberi dengan benar dianggap perampokan
“Dapatkah manusia merampok Allah? Namun, kamu sudah merampok-Ku! Akan tetapi, kamu bertanya, ‘Bagaimana kami telah merampok Engkau?’ Dalam hal persepuluhan dan persembahan. Kamu dikutuk dengan kutukan, tetapi kamu masih menipu Aku, bahkan seluruh bangsa ini!” (Maleakhi 3:8-9)
Kejujuran lebih berharga daripada kekayaan
Lebih baik orang miskin yang berjalan dalam kejujuran daripada orang yang bibirnya menipu dan bodoh. (Amsal 19:1)
Yang diinginkan oleh manusia adalah kasih setianya, dan lebih baik orang miskin daripada seorang pembohong. (Amsal 19:22)
Ketika orang benar menang, ada kemuliaan besar, tetapi ketika orang fasik bangkit, orang-orang menyembunyikan dirinya. (Amsal 28:12)
Contoh orang yang jujur
Musa menjadi sangat marah dan berkata kepada TUHAN, “Janganlah mengindahkan persembahan mereka. Aku tidak pernah mengambil seekor keledai pun dari mereka. Aku tidak pernah merugikan satu pun dari mereka.” (Bilangan 16:15)
Aku di sini. Berikanlah kesaksian di hadapan TUHAN dan di hadapan orang yang diurapi-Nya. Sapi siapa yang telah kuambil? Keledai siapa yang telah kuambil? Siapa yang telah kuperas? Siapa yang telah kutindas? Dari tangan siapa telah kuterima uang suap sehingga aku harus menutup mata? Aku akan mengembalikannya kepadamu.” Mereka berkata, “Engkau tidak pernah memeras, atau menindas, dan mengambil sesuatu dari tangan siapa pun.” Samuel berkata kepada mereka, “TUHAN menjadi saksi atasmu, dan orang yang diurapi-Nya menjadi saksi pada hari ini bahwa kamu tidak menemukan apa pun dalam tanganku.” Mereka berkata, “Dia adalah saksi.” (1 Samuel 12:3-5)
Jika aku telah berjalan dalam kebohongan, dan kakiku terburu-buru membohongi, biarlah aku menabur, dan yang lain makan, ya biarlah tanaman-tanaman yang aku tanam tercabut akar-akarnya. (Ayub 31:5, 8)
Kemudian, para pejabat tinggi dan para wakil raja mencari alasan untuk menjatuhkan Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak menemukan alasan atau kesalahan apa pun, sebab dia setia dan tidak didapati kelalaian atau kesalahan padanya. (Daniel 6:4)
Allahku mengirim malaikat-Nya dan mengatupkan mulut singa-singa itu sehingga mereka tidak menyakiti aku. Sebab, aku tidak didapati bersalah di hadapan-Nya, dan juga terhadap engkau, ya Raja, aku tidak melakukan kejahatan.” (Daniel 6:22)
“Sisa-sisa Israel tidak akan melakukan kejahatan atau berbicara bohong, atau ditemukan dalam mulut mereka lidah penipu. Sebab, mereka semua akan digembalakan dan berbaring, dan tidak ada yang akan mengganggu mereka.” (Zefanya 3:13)
Contoh menguji kejujuran orang
Kami semua ini adalah anak dari seorang laki-laki. Kami orang jujur, hamba-hambamu ini bukanlah mata-mata.” Setelah tiga hari, Yusuf berkata kepada mereka, “Lakukanlah ini dan kalian akan hidup sebab aku ini takut akan Allah: Jika kalian jujur, biarlah salah satu dari saudaramu tetap dikurung di dalam rumah tahanan. Kalian pergilah, bawalah gandum untuk kelaparan rumahmu. Lalu, bawalah adik bungsu kalian kepadaku supaya terbuktilah perkataan-perkataanmu, dan kalian tidak perlu mati.” Mereka pun melakukan seperti itu. (Kejadian 42:11, 18-20)
Namun, kami berkata kepadanya, ‘Kami orang jujur, kami bukan mata-mata. Kami ini dua belas bersaudara, anak-anak ayah kami, yang seorang sudah tidak ada, dan yang bungsu bersama dengan ayah kami saat ini, di tanah Kanaan.’ Kemudian, orang itu, penguasa negeri itu, berkata kepada kami, ‘Beginilah aku akan mengetahui bahwa kalian orang jujur: tinggalkanlah salah satu saudaramu denganku, dan ambillah makanan untuk kelaparan di rumahmu, lalu pergilah. Lalu, bawalah adik bungsumu kepadaku agar aku tahu bahwa kalian bukanlah mata-mata, melainkan orang jujur. Aku akan mengembalikan saudaramu kepadamu dan kamu boleh menjelajahi tanah ini.’” (Kejadian 42:31-34)
Orang saleh membenci ketidakjujuran
Orang benar membenci perkataan dusta, tetapi orang fasik memuakkan dan memalukan. (Amsal 13:5)
Mengapa Allah menuntut kejujuran mutlak?
Kita tidak dapat tidak jujur dan sekaligus mengasihi Allah
Siapa berjalan dalam kejujuran itu takut akan TUHAN, tetapi dia yang jalannya sesat menghina-Nya. (Amsal 14:2)
Kita tidak dapat tidak jujur dan sekaligus mengasihi sesama
Lidah dusta membenci orang yang ditindasnya, dan mulut yang licin mendatangkan kehancuran. (Amsal 26:28)
Sebab, “Jangan berzina, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini,” dan jika ada perintah lainnya, semuanya sudah terangkum dalam perkataan ini, “Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.” Kasih tidak melakukan kejahatan kepada sesama manusia. Karena itu, kasih adalah penggenapan Hukum Taurat. (Roma 13:9-10)
Kejujuran membangun kepercayaan bagi penginjilan
...supaya kamu tidak bercacat dan tidak bersalah, sebagai anak-anak Allah yang tidak tercela di tengah-tengah generasi yang bengkok dan sesat ini, sehingga kamu bersinar di antara mereka sebagai terang di dunia. (Filipi 2:15)
Kejujuran membantu mengarahkan hidup kita
Hilangkanlah ucapan yang tidak jujur dari mulutmu, dan jauhkanlah bibir yang serong darimu. Biarlah pandangan matamu menghadap ke depan, dan tatapanmu lurus ke hadapanmu. Pertimbangkanlah jalan-jalan kakimu sehingga segala jalanmu teguh. (Amsal 4:24-26)
Ketidakjujuran sekecil apa pun sangat merusak
Siapa pun yang setia dalam hal-hal yang kecil, ia juga setia dalam hal-hal yang besar. Dan, siapa pun yang tidak jujur dalam hal-hal yang kecil, ia juga tidak jujur dalam hal-hal yang besar. (Lukas 16:10)
Bagaimana kita dapat lepas dari godaan untuk tidak jujur?
Oleh kasih karunia dan kuasa Tuhan
Condongkan hatiku kepada kesaksian-kesaksian-Mu, dan bukan kepada keuntungan yang tidak benar. (Mazmur 119:36)
Dua hal aku minta kepada-Mu; jangan menahannya dariku sebelum aku mati. Jauhkanlah kesia-siaan dan perkataan bohong dariku; jangan memberiku kemiskinan atau kekayaan; berilah aku makan makanan yang menjadi bagianku. (Amsal 30:7-8)
Jadi, aku mengatakan, hiduplah dalam Roh, maka kamu tidak akan melakukan hal-hal yang diinginkan oleh nafsu kedagingan. Keinginan nafsu kedagingan berlawanan dengan keinginan Roh, dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan nafsu kedagingan, karena keduanya saling berlawanan, supaya kamu tidak melakukan hal-hal yang kamu inginkan. (Galatia 5:16-17)
Dengan menerapkan hukum emas
“Karena itu, segala sesuatu yang kamu ingin orang lakukan kepadamu, demikian juga kamu lakukan kepada mereka karena inilah isi Hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 7:12)
Janganlah masing-masing kamu hanya memandang kepada kepentinganmu sendiri, tetapi juga kepada kepentingan orang lain. (Filipi 2:4)
Dengan takut akan Tuhan secara sehat
Oleh kasih dan kesetiaan, kesalahan ditebus, dan oleh takut akan TUHAN, seseorang berbalik dari kejahatan. (Amsal 16:6)
Menjauhkan diri dari orang yang tidak jujur
Aku tidak duduk bersama para penipu, dan tidak pergi bersama orang-orang munafik. (Mazmur 26:4)
Diberkatilah orang yang menjadikan TUHAN keyakinannya, yang tidak berbalik kepada orang-orang sombong, atau kepada para pembohong. (Mazmur 40:4)
Mataku tertuju pada orang-orang yang setia di negeri supaya mereka diam bersamaku; dia yang berjalan di jalan yang tidak bercela akan melayani aku. Dia yang melakukan tipu daya takkan diam di dalam rumahku; dia yang mengucapkan kebohongan takkan tegak di mataku. (Mazmur 101:6-7)
Anakku, jika orang-orang berdosa membujukmu, janganlah kamu menurut. Jika mereka berkata, “Ikutlah dengan kami. Mari kita mengadang darah; mari kita menyergap orang-orang yang tidak bersalah tanpa alasan. Mari kita menelan mereka hidup-hidup seperti dunia orang mati, dan dengan seutuhnya, seperti mereka yang turun ke liang kubur. Kita akan mendapatkan segala harta benda berharga; kita akan memenuhi rumah kita dengan barang-barang rampasan. Buanglah undimu ke tengah-tengah kami, maka kita semua akan memiliki sekantong uang.” Anakku, jangan berjalan di jalan mereka; tahanlah langkahmu dari jalan-jalan mereka, karena kaki mereka berlari menuju kejahatan, dan mereka itu tergesa-gesa menumpahkan darah. (Amsal 1:10-16)
Orang yang berbagi dengan pencuri membenci dirinya; dia mendengar kutukan, tetapi tidak memberitahukannya. (Amsal 29:24)
Aku menulis kepadamu dalam suratku: jangan bergaul dengan orang-orang cabul. Maksudku, bukanlah dengan orang-orang cabul di dunia ini, orang-orang serakah, para penipu, atau dengan para penyembah berhala. Jika demikian, kamu seharusnya keluar dari dunia ini. Namun, sekarang aku menuliskan kepadamu, jangan bergaul dengan orang-orang yang disebut saudara jika ia adalah orang cabul, serakah, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk, atau penipu. Bahkan, jangan makan dengan orang seperti itu. (1 Korintus 5:9-11)
Janganlah tertipu: “Pergaulan yang buruk menghancurkan kebiasaan-kebiasaan yang baik.” (1 Korintus 15:33)
Dengan memberi
Orang yang telah mencuri, jangan mencuri lagi. Lebih baik kalau ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri sehingga ia memiliki sesuatu untuk dibagikan kepada orang yang membutuhkan. (Efesus 4:28)
Dengan membangun sistem pertanggungjawaban
Laban bertanya, “Apa yang harus kuberikan kepadamu?” Jawab Yakub, “Engkau tidak perlu memberikan apa-apa kepadaku. Aku akan kembali menggembalakan dan menjaga kawanan kambing dombamu, jika engkau mau melakukan hal ini kepadaku: Hari ini, izinkan aku berjalan di antara kawanan kambing dombamu untuk memisahkan dari situ setiap domba yang berbintik-bintik dan bertutul, dan setiap anak domba yang berwarna gelap, dan setiap kambing yang bertutul atau berbintik-bintik. Itulah yang akan menjadi upahku. Kelak, kebenaranku itu menjadi saksi bagiku, ketika engkau datang untuk memeriksa upahku. Semua yang tidak berbintik-bintik atau bertutul di antara kambing-kambing itu, dan yang tidak berwarna gelap di antara domba-domba itu, itu akan diperhitungkan sebagai curianku.” (Kejadian 30:31-33)
Apa yang kita lakukan bila kita telah berbuat tidak jujur?
Memulihkan persekutuan kita dengan Tuhan
Jadi, jika seseorang menjadi bersalah karena salah satu dari perkara-perkara tersebut, dia harus mengakui dosa yang telah diperbuatnya itu. Dia juga harus membawa persembahan penebus salahnya kepada TUHAN karena dosa yang telah membuatnya berdosa itu, yaitu anak domba betina atau anak kambing betina dari kawanannya sebagai persembahan penghapus dosa. Lalu, imam harus mengadakan pendamaian bagi orang itu atas dosanya. (Imamat 5:5-6)
Kemudian, TUHAN berfirman kepada Musa, firman-Nya, “Jika seseorang berdosa dan bertindak tidak setia kepada TUHAN dengan menipu sesamanya mengenai barang titipan, atau barang yang dipercayakan kepadanya, atau barang rampasan, atau dia telah memeras sesamanya, atau ketika dia menemukan barang yang hilang, tetapi berbohong mengenai hal itu dan dia bersumpah dusta mengenai segala hal yang dilakukan oleh seorang manusia sehingga dia berdosa karenanya, akan terjadi, karena dia telah berdosa dan bersalah, dia harus mengembalikan apa yang telah diambilnya, entah itu dengan merampas, memeras, mengambil barang yang dititipkan kepadanya, atau barang hilang yang ditemukannya, maupun barang yang atasnya dia bersumpah dusta itu. Dia harus membayar kembali semua barang itu sepenuhnya dan harus menambahkan seperlima dari harga barang-barang tersebut. Lalu, dia harus memberikannya kepada pemilik barang-barang itu pada hari dia mempersembahkan persembahan penebus salahnya. Imam harus mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN sehingga orang itu akan diampuni kesalahannya atas pelanggaran apa pun yang telah dia perbuat.” (Imamat 6:1-5, 7)
Jika kita mengakui dosa-dosa kita, Dia adalah setia dan adil untuk mengampuni dosa-dosa kita dan untuk membersihkan kita dari semua kejahatan. (1 Yohanes 1:9)
Memulihkan hubungan kita dengan orang yang dirugikan
Orang yang menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi orang yang mengakui dan meninggalkannya akan beroleh belas kasihan. (Amsal 28:13)
Karena itu, hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan supaya kamu sembuh. Doa orang benar yang dinaikkan dengan sungguh-sungguh, sangat besar kuasanya. (Yakobus 5:16)
Mengembalikan setiap barang curian
“Jika seseorang mencuri seekor sapi jantan atau domba, lalu membunuhnya atau menjualnya, dia harus membayar lima sapi untuk mengganti sapi jantan itu dan empat domba untuk mengganti domba itu. Jika pencuri itu kedapatan sedang membobol, lalu dia dipukuli sampai mati, tidak akan ada utang darah atasnya. Namun, jika matahari telah terbit atasnya, akan ada utang darah atasnya sehingga dia harus membayar kerugian sepenuhnya. Jika dia tidak memiliki apa-apa, dia harus dijual untuk mengganti curiannya itu. Jika yang dicurinya itu didapati masih dalam keadaan hidup di tangannya, baik sapi, keledai, atau domba, dia harus membayar dua kali lipat. (Keluaran 22:1-4)
Jika seseorang menitipkan uang kepada temannya untuk disimpan, lalu uang itu dicuri dari rumah orang itu dan pencurinya tertangkap, dia harus membayar ganti rugi sebesar dua kali lipat. Jika pencurinya tidak tertangkap, pemilik rumah itu harus dibawa ke hadapan Allah untuk mengetahui apakah dia telah mengulurkan tangannya atas barang-barang temannya itu. Untuk segala bentuk pelanggaran, baik itu tentang sapi, tentang keledai, tentang domba, tentang pakaian, atau tentang segala sesuatu yang hilang, dia yang mengatakan bahwa barang itu miliknya, keduanya harus membawanya ke hadapan Allah. Siapa pun yang Allah nyatakan bersalah harus membayar dua kali lipat kepada temannya. (Keluaran 22:7-9)
Jika seseorang meminjam hewan apa pun dari temannya, lalu hewan itu terluka atau mati ketika pemiliknya tidak bersama dengannya, orang itu benar-benar harus membayar ganti rugi. (Keluaran 22:14)
Kemudian, TUHAN berfirman kepada Musa, firman-Nya, “Jika seseorang berdosa dan bertindak tidak setia kepada TUHAN dengan menipu sesamanya mengenai barang titipan, atau barang yang dipercayakan kepadanya, atau barang rampasan, atau dia telah memeras sesamanya, atau ketika dia menemukan barang yang hilang, tetapi berbohong mengenai hal itu dan dia bersumpah dusta mengenai segala hal yang dilakukan oleh seorang manusia sehingga dia berdosa karenanya, akan terjadi, karena dia telah berdosa dan bersalah, dia harus mengembalikan apa yang telah diambilnya, entah itu dengan merampas, memeras, mengambil barang yang dititipkan kepadanya, atau barang hilang yang ditemukannya, maupun barang yang atasnya dia bersumpah dusta itu. Dia harus membayar kembali semua barang itu sepenuhnya dan harus menambahkan seperlima dari harga barang-barang tersebut. Lalu, dia harus memberikannya kepada pemilik barang-barang itu pada hari dia mempersembahkan persembahan penebus salahnya. (Imamat 6:1-5)
TUHAN berfirman kepada Musa, “Katakanlah kepada umat Israel, seorang laki-laki maupun perempuan yang melakukan dosa tidak setia terhadap TUHAN sehingga orang itu bersalah, maka dia harus mengakui dosa yang telah dilakukannya, dan membayar ganti rugi penuh atas kesalahannya dengan menambah seperlima kepada orang yang telah dirugikannya itu. Namun, bila orang yang dirugikan itu tidak memiliki kerabat yang dapat menerima ganti ruginya, ganti rugi itu harus diberikan kepada TUHAN dan menjadi milik imam. Dia juga harus memberikan seekor domba jantan pendamaian untuknya. (Bilangan 5:5-8)
Amarah Daud sangat menyala-nyala atas orang itu, lalu dia berkata kepada Natan, “Demi TUHAN yang hidup, orang yang melakukan itu harus mati! Dia harus mengembalikan anak domba betina itu empat kali lipat, sebab dia telah melakukan hal itu dan karena dia tidak memiliki belas kasihan.” (2 Samuel 12:5-6)
Orang tidak akan menghina pencuri jika dia mencuri untuk memuaskan keinginannya saat dia lapar, tetapi jika dia tertangkap, dia akan membayar tujuh kali lipat; dia akan menyerahkan seluruh harta benda rumahnya. (Amsal 6:30-31)
“Sebaliknya, ketika Aku berfirman kepada orang jahat, ‘Kamu pasti akan mati,’ tetapi jika kemudian dia berbalik dari dosanya dan melakukan keadilan dan kebenaran, jika orang jahat itu mengembalikan gadaian, mengembalikan apa yang telah dirampasnya, dan berjalan dalam ketetapan-ketetapan kehidupan tanpa melakukan kejahatan, dia pasti akan hidup, dia tidak akan mati. Tidak ada satu pun dari dosa yang pernah dia lakukan akan diingat darinya. Dia telah melakukan keadilan dan kebenaran, dia pasti akan hidup.” (Yehezkiel 33:14-16)
Kemudian, Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan, “Tuhan, lihatlah, separuh dari hartaku akan kuberikan kepada orang miskin, dan jika aku telah menggelapkan harta seseorang, aku akan mengembalikannya 4 kali lipat.” (Lukas 19:8)
Berkat dan kutuk
Berkat yang dijanjikan bagi orang jujur
Berkat hubungan yang lebih intim dengan Tuhan
Nyanyian Daud. Ya TUHAN, siapa yang boleh menumpang di dalam tenda-Mu? Siapa yang boleh tinggal di gunung-Mu yang kudus? Dia yang berjalan dengan tidak bercela, yang melakukan apa yang adil, dan yang mengatakan kebenaran dalam hatinya. Dia yang tidak memfitnah dengan lidahnya, yang tidak melakukan kejahatan terhadap sesamanya, dan tidak membuat celaan kepada kawannya. Dia yang di mata-Nya merendahkan orang-orang tertolak, tetapi yang menghormati mereka yang takut akan TUHAN; yang berjanji sekalipun rugi dan tidak mengubahnya, (Mazmur 15:1-4)
Siapa boleh naik ke atas bukit TUHAN? Siapa boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Dia yang tangannya bersih dan hatinya murni, yang tidak membawa jiwanya pada kesia-siaan, dan tidak bersumpah palsu. (Mazmur 24:3-4)
TUHAN itu dekat kepada semua yang berseru kepada-Nya; kepada semua yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. (Mazmur 145:18)
Kiranya kasih dan kesetiaan tidak pernah meninggalkanmu. Ikatlah mereka pada lehermu, dan tulislah semuanya itu pada loh hatimu. Dengan demikian, kamu akan menemukan perkenanan dan pengertian yang baik menurut pandangan Allah dan manusia. (Amsal 3:3-4)
...karena orang-orang sesat itu memuakkan bagi TUHAN, tetapi Dia karib dengan mereka yang lurus hati. (Amsal 3:32)
Bibir dusta adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi mereka yang berlaku setia adalah kesenangan-Nya. (Amsal 12:22)
Apakah kamu pikir kamu adalah raja karena kamu bersaing dalam menggunakan kayu cedar? Tidakkah ayahmu makan dan minum, serta melakukan keadilan dan kebenaran, dan karena itu, keadaannya baik? Dia mengadili perkara orang sengsara dan orang miskin sehingga baiklah keadaannya. Bukankah itulah arti mengenal Aku?” firman TUHAN. “Akan tetapi, matamu dan hatimu hanya tertuju untuk mendapatkan keuntungan yang tidak jujur, dan pada menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, serta pada mempraktikkan penindasan dan kekerasan.” (Yeremia 22:15-17)
Berkat perlindungan
Dia menyimpan hikmat yang benar bagi orang-orang yang tulus. Dia adalah perisai bagi mereka yang berjalan dalam kejujuran, (Amsal 2:7)
Siapa berjalan dalam kejujuran berjalan dengan aman, tetapi dia yang membengkokkan jalannya akan ketahuan. (Amsal 10:9)
Berkat pemeliharaan
Orang yang hidup dalam kebenaran dan berbicara dengan ketulusan, yang menghina hasil penindasan, yang mengibaskan tangan supaya tidak menerima suap, yang menutup telinganya dari mendengar tentang pertumpahan darah, yang menutup matanya dari melihat kejahatan, orang itu akan tinggal di tempat yang tinggi. Tempat perlindungannya adalah benteng-benteng di bukit batu. Makanannya akan terpenuhi dan air minumnya akan terjamin. (Yesaya 33:15-16)
Berkat atas keluarga
Orang benar berjalan dalam kejujurannya; berbahagialah keturunannya. (Amsal 20:7)
Berkat kebahagiaan
Harta benda hasil kefasikan tidaklah menguntungkan, tetapi kebenaran melepaskan dari maut. (Amsal 10:2)
Berkat kehidupan
Jangan ada batu timbangan yang berlainan dalam pundi-pundimu, yang besar dan yang kecil. Dalam rumahmu, janganlah ada ukuran yang berbeda, yaitu yang besar dan yang kecil. Kamu harus menggunakan ukuran dan timbangan yang benar dan tepat. Dengan demikian, kamu akan panjang umur di tanah yang TUHAN, Allahmu berikan kepadamu. (Ulangan 25:13-15)
Siapakah orang yang berhasrat pada kehidupan, serta suka melihat tahun-tahun kebaikan? Awasi lidahmu dari yang jahat, serta bibirmu dari perkataan yang menipu. (Mazmur 34:12-13)
Bibir yang benar tegak selamanya, tetapi lidah dusta hanya sekejap mata. (Amsal 12:19)
“Sebaliknya, ketika Aku berfirman kepada orang jahat, ‘Kamu pasti akan mati,’ tetapi jika kemudian dia berbalik dari dosanya dan melakukan keadilan dan kebenaran, jika orang jahat itu mengembalikan gadaian, mengembalikan apa yang telah dirampasnya, dan berjalan dalam ketetapan-ketetapan kehidupan tanpa melakukan kejahatan, dia pasti akan hidup, dia tidak akan mati. Tidak ada satu pun dari dosa yang pernah dia lakukan akan diingat darinya. Dia telah melakukan keadilan dan kebenaran, dia pasti akan hidup.” (Yehezkiel 33:14-16)
Berkat dihormati orang
Kiranya kasih dan kesetiaan tidak pernah meninggalkanmu. Ikatlah mereka pada lehermu, dan tulislah semuanya itu pada loh hatimu. Dengan demikian, kamu akan menemukan perkenanan dan pengertian yang baik menurut pandangan Allah dan manusia. (Amsal 3:3-4)
Berkat kemakmuran
Di rumah orang benar terdapat banyak harta benda, tetapi kesusahan menimpa penghasilan orang fasik. (Amsal 15:6)
Berkat bagi para pemimpin
Seorang pemimpin yang kekurangan pengertian adalah seorang penindas besar, tetapi orang yang membenci laba yang tidak jujur memperpanjang hari-harinya. (Amsal 28:16)
Kutuk yang disediakan bagi orang yang tidak jujur
Kutuk dibenci / dipisahkan dari Allah
Jangan ada batu timbangan yang berlainan dalam pundi-pundimu, yang besar dan yang kecil. Dalam rumahmu, janganlah ada ukuran yang berbeda, yaitu yang besar dan yang kecil. Kamu harus menggunakan ukuran dan timbangan yang benar dan tepat. Dengan demikian, kamu akan panjang umur di tanah yang TUHAN, Allahmu berikan kepadamu. Setiap orang yang melakukan hal tersebut dan yang bertindak curang merupakan kekejian bagi TUHAN, Allahmu. (Ulangan 25:13-16)
Engkau membinasakan para pendusta; TUHAN muak kepada para penumpah darah dan orang-orang penipu. (Mazmur 5:6)
...karena orang-orang sesat itu memuakkan bagi TUHAN, tetapi Dia karib dengan mereka yang lurus hati. (Amsal 3:32)
Enam hal ini dibenci oleh TUHAN, tujuh hal yang menjadi kekejian bagi-Nya: saksi dusta yang menyaksikan kebohongan, dan seseorang yang menabur percekcokan antarsaudara. (Amsal 6:16, 19)
Bibir dusta adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi mereka yang berlaku setia adalah kesenangan-Nya. (Amsal 12:22)
Saksi dusta tidak akan terlepas dari hukuman, dan orang yang mengembuskan kebohongan akan binasa. (Amsal 19:9)
Karena kejahatan ketamakannya Aku murka, dan memukul dia. Aku menyembunyikan wajah-Ku dan murka, tetapi, mereka tetap berpaling ke jalan yang dipilih hatinya. (Yesaya 57:17)
Akan tetapi, kejahatan-kejahatanmulah yang memisahkan antara kamu dan Allahmu, dan dosa-dosamulah yang membuat Ia menyembunyikan wajah-Nya darimu sehingga Dia tidak mendengar. Sebab, tanganmu dinajiskan oleh darah dan jari-jarimu oleh kejahatan. Mulutmu mengucapkan kebohongan dan lidahmu menggumamkan kejahatan. Tidak ada yang memanggil keadilan ataupun memohon kebenaran. Mereka percaya pada kesia-siaan dan mengatakan kebohongan. Mereka mengandung kerusakan dan melahirkan kejahatan. (Yesaya 59:2-4)
Kutuk hukuman / penghakiman
‘Terkutuklah orang yang memindahkan batas tanah tetangganya!’ Dan, seluruh umat berkata, ‘Amin!’ (Ulangan 27:17)
Namun, raja akan bersorak-sorai di dalam Allah; setiap orang yang bersumpah demi Dia akan menjadi bangga; mulut orang-orang yang berkata dusta akan ditutup. (Mazmur 63:11)
Bibir dusta adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi mereka yang berlaku setia adalah kesenangan-Nya. (Amsal 12:22)
Rancangan kejahatan adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi perkataan yang menyenangkan itu murni. (Amsal 15:26)
Saksi dusta tidak akan terlepas dari hukuman, dan orang yang mengembuskan kebohongan tidak akan lolos. (Amsal 19:5)
Roti hasil menipu itu sedap rasanya bagi seseorang, tetapi sesudah itu, mulutnya penuh dengan kerikil. (Amsal 20:17)
Karena kejahatan ketamakannya Aku murka, dan memukul dia. Aku menyembunyikan wajah-Ku dan murka, tetapi, mereka tetap berpaling ke jalan yang dipilih hatinya. (Yesaya 57:17)
Seperti sebuah sangkar penuh dengan burung, demikianlah rumah-rumah mereka penuh dengan tipu muslihat. Karena itulah mereka menjadi sangat besar dan kaya. Mereka gemuk dan berseri-seri. Mereka sudah melampaui batas dalam berbuat jahat, Mereka tidak mengadili perkara, perkara anak-anak yatim, untuk membela perkara itu, dan mereka tidak memperjuangkan hak-hak orang-orang yang membutuhkan. ‘Tidakkah Aku akan menghukum mereka karena hal-hal itu?’ firman TUHAN, ‘Tidakkah Aku sendiri akan menuntut balas terhadap bangsa seperti ini?’ (Yeremia 5:27-29)
Mereka membengkokkan lidah mereka seperti busur mereka, untuk berdusta; bukan dengan kebenaran mereka menang di negeri itu. Mereka melakukan kejahatan demi kejahatan, dan mereka tidak mengenal Aku,” firman TUHAN. “Biarlah setiap orang berhati-hati terhadap sesamanya, dan jangan percaya kepada saudara mana pun karena setiap saudara adalah seorang penipu dan setiap sesama ke sana kemari seperti pemfitnah. Setiap orang menipu sesamanya, dan tidak seorang pun mengatakan kebenaran. Mereka telah mengajari lidah mereka untuk berdusta dan melelahkan diri sendiri dengan melakukan kesalahan. Kediamanmu ada di tengah-tengah tipu daya. Dengan tipu daya, mereka menolak untuk mengenal Aku,” firman TUHAN. Karena itu, beginilah firman TUHAN semesta alam, “Lihatlah, Aku akan melebur mereka dan menguji mereka. Sebab, apa lagi yang dapat Aku lakukan terhadap putri jemaat-Ku? Lidah mereka adalah anak panah yang mematikan. Lidah itu mengucapkan tipu daya. Dengan mulutnya, masing-masing orang mengatakan damai kepada sesamanya, tetapi di dalam hatinya, dia merencanakan penyergapan kepadanya. Tidakkah Aku akan menghukum mereka untuk hal-hal ini?” firman TUHAN. “Tidakkah Aku akan menuntut balas atas diri-Ku sendiri kepada bangsa seperti ini?” (Yeremia 9:3-9)
“Karena itu, lihatlah, Aku telah memukulkan tangan-Ku pada keuntunganmu yang tidak jujur, yang telah kamu peroleh, dan pada darah yang ada di antaramu. Akankah hatimu bertahan atau tanganmu menjadi kuat pada hari ketika Aku berurusan denganmu? Aku, TUHAN, telah berfirman dan akan melakukannya. Aku akan menyerakkanmu ke antara bangsa-bangsa, mencerai-beraikanmu ke antara negeri-negeri, dan Aku akan membinasakan kenajisan-kenajisanmu darimu. (Yehezkiel 22:13-15)
“Para pemimpinnya di tengah-tengahnya adalah seperti serigala yang mencabik-cabik mangsa, untuk menumpahkan darah, dan membinasakan nyawa untuk memperoleh keuntungan yang tidak jujur.” “Nabi-nabinya telah memoleskan dirinya dengan batu kapur, dengan melihat penglihatan-penglihatan palsu dan ramalan-ramalan bohong kepada mereka dengan berkata, ‘Beginilah firman Tuhan ALLAH,’ padahal TUHAN tidak berfirman.” “Rakyat negeri itu telah mempraktikkan penindasan dan melakukan perampokan, menindas orang-orang miskin dan tidak mampu, serta menindas pendatang dengan tidak adil.” “Aku mencari seseorang di antara mereka, yang akan membangun tembok dan berdiri di celah di hadapan-Ku demi negeri itu, sehingga Aku tidak perlu menghancurkannya, tetapi Aku tidak menemukan seorang pun. Karena itu, Aku telah mencurahkan kegeraman-Ku ke atas mereka dan melahap mereka dengan api murka-Ku. Aku telah membalaskan jalan mereka ke atas kepala mereka,” firman Tuhan ALLAH. (Yehezkiel 22:27-31)
Pemimpin-pemimpin Yehuda telah menjadi seperti mereka yang memindahkan batas wilayah; Aku akan mencurahkan murka-Ku, ke atas mereka seperti air. (Hosea 5:10)
“Dengarkanlah ini, hai kamu yang menginjak-injak orang melarat, dan menghabisi orang-orang miskin dan lemah di negeri, yang berkata, ‘Kapankah bulan baru akan berlalu supaya kita dapat menjual gandum, dan kapan hari Sabat berlalu supaya kita dapat menawarkan terigu untuk dijual, dengan memperkecil efa, memperbesar syikal, berlaku curang dengan neraca palsu, supaya kita dapat membeli orang miskin untuk mendapatkan perak, dan orang lemah untuk mendapatkan sepasang sandal, dan menjual terigu campuran?’” TUHAN telah bersumpah dengan kesombongan Yakub, “Sesungguhnya, Aku tidak akan pernah melupakan setiap perbuatan mereka! Tidakkah bumi akan guncang karena hal itu dan setiap penduduk yang tinggal di dalamnya berkabung? Tidakkah seluruh tanah akan naik seperti sungai akan pasang, dan surut seperti sungai di Mesir?” “Sesungguhnya, pada hari itu akan terjadi,” kata firman Tuhan ALLAH, “bahwa Aku akan membuat matahari terbenam pada tengah hari dan membuat bumi menjadi gelap pada siang bolong. Aku akan mengubah pestamu menjadi perkabungan, dan semua nyanyianmu menjadi ratapan. Aku akan membawa kain kabung pada setiap pinggang dan membuat gundul setiap kepala. Aku akan membuatnya seperti perkabungan karena kematian anak tunggal, dan akhirnya seperti hari yang pahit.” (Amos 8:4-10)
“Adakah harta benda kefasikan di rumah orang fasik, dan takaran efa yang kurang dan terkutuk itu?” “Masakan Aku membiarkan orang yang membenarkan neraca palsu tidak dihukum atau pundi-pundi berisi batu timbangan tipu daya?” “Sebab, orang-orang kaya di kota itu penuh dengan kekerasan, penduduknya mengucapkan dusta, dan lidah dalam mulut mereka penuh tipu daya.” “Sebab itu, aku akan membuatmu sakit dengan memukulmu, membuatmu hancur karena dosa-dosamu.” “Kamu akan makan, tetapi tidak menjadi kenyang. Kekosonganmu akan ada di dalammu. Kamu akan menyingkirkan sesuatu, tetapi tidak dapat menyelamatkannya. Apa yang kamu selamatkan, akan Kuserahkan kepada pedang.” “Kamu akan menabur tetapi tidak akan menuai, Kamu akan mengirik buah zaitun, tetapi tidak berurap dengan minyaknya, mengirik buah anggur, tetapi tidak meminum hasil anggurnya.” “Kamu berpegang pada ketetapan-ketetapan Omri dan pada segala perbuatan keluarga Ahab. Dan, kamu hidup mengikuti rancangan mereka sehingga Aku menjadikanmu tandus, dan pendudukmu akan menjadi sasaran cemoohan. Demikianlah kamu akan menanggung cela dari bangsa-bangsa.” (Mikha 6:10-16)
Lalu, Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir orang-orang yang sedang berjualbeli di Bait Allah, lalu menjungkirbalikkan meja-meja penukaran uang dan bangku-bangku mereka yang menjual burung-burung merpati. Dia berkata kepada mereka, “Telah tertulis, ‘Rumah-Ku akan disebut rumah doa,’ tetapi kamu menjadikannya sebagai sarang para perampok.’” (Matius 21:12-13)
Kemudian, Yesus masuk ke Bait Allah dan mulai mengusir keluar orang-orang yang berjualan di sana. Kata-Nya kepada mereka, “Ada tertulis: ‘Rumah-Ku akan menjadi rumah doa,’ tetapi kamu telah menjadikannya sebagai sarang perampok!” (Lukas 19:45-46)
Kutuk kematian / kebinasaan
Orang-orang Israel sudah berbuat dosa dengan melanggar perjanjian-Ku yang Kuperintahkan kepada mereka. Mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Mereka mencurinya, menyembunyikannya, dan meletakkannya di antara barang-barangnya. Dan, orang yang didapati menyimpan barang-barang yang dikhususkan itu akan dibakar dengan api, ia dan segala sesuatu yang ada padanya. Sebab, ia telah melanggar perjanjian dengan TUHAN dan melakukan perbuatan noda di Israel.” Yosua berkata, “Mengapakah engkau mencelakakan kami? TUHAN pun akan mencelakakan engkau saat ini.” Kemudian, semua orang Israel melemparinya dengan batu dan membakar mereka dengan api setelah melempari mereka dengan batu. (Yosua 7:11, 15, 25)
Engkau membinasakan para pendusta; TUHAN muak kepada para penumpah darah dan orang-orang penipu. (Mazmur 5:6)
Kamu lebih mencintai kejahatan daripada kebaikan, dan mengucapkan dusta daripada kebenaran. Sela Kamu mencintai semua perkataan yang melahap, hai lidah penipu. Akan tetapi, Allah akan merobohkanmu selama-lamanya. Dia akan merenggut dan menarikmu keluar dari tendamu, dan mencabutmu dari negeri orang-orang hidup. Sela (Mazmur 52:3-5)
Seperti itulah akhir dari semua orang yang tamak akan laba; ia akan membinasakan nyawa para pemiliknya. (Amsal 1:19)
Orang yang tidak berguna, orang yang fasik, berjalan dengan mulut serong; Dengan demikian, kebinasaan akan menimpanya dengan tiba-tiba; dalam sekejap, dia akan diremukkan tanpa adanya kesembuhan. (Amsal 6:12, 15)
Bibir yang benar tegak selamanya, tetapi lidah dusta hanya sekejap mata. (Amsal 12:19)
Memperoleh harta dengan lidah yang menipu adalah uap yang segera lenyap dari orang yang mengejar maut. (Amsal 21:6)
Siapa menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat kemarahannya akan musnah. (Amsal 22:8)
Jangan merampasi orang miskin karena dia miskin, dan jangan menindas orang sengsara di pintu gerbang; sebab, TUHAN akan membela perkara mereka, dan merampas nyawa orang yang merampasi mereka. (Amsal 22:22-23)
“Akan tetapi, matamu dan hatimu hanya tertuju untuk mendapatkan keuntungan yang tidak jujur, dan pada menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, serta pada mempraktikkan penindasan dan kekerasan.” Karena itu, beginilah firman TUHAN mengenai Yoyakim, anak Yosia, raja Yehuda, “Mereka tidak akan meratapi dia, dengan berkata, ‘Aduh, Saudaraku!’ atau ‘Aduh, Saudariku!’ Mereka tidak akan berduka untuk dia, ‘Aduh, Tuan!’ atau ‘Aduh, yang Mulia!’ Dia akan dikubur dengan penguburan keledai, diseret dan dilemparkan keluar pintu-pintu gerbang Yerusalem. (Yeremia 22:17-19)
“Jika dia memiliki seorang anak laki-laki yang bengis, seorang penumpah darah, yang melakukan salah satu dari hal-hal tadi, — walaupun sang ayah sendiri tidak melakukan salah satu dari hal-hal tadi — bahkan makan di atas gunung-gunung, menajiskan istri sesamanya, menindas orang miskin dan orang yang membutuhkan, melakukan perampokan, tidak mengembalikan barang jaminan, mengarahkan matanya kepada berhala-berhala, dan melakukan kekejian, mendapat riba atas pinjaman dan mendapatkan keuntungan, akankah ia hidup? Dia telah melakukan semua kekejian ini, ia pasti akan mati, darahnya akan ditanggungkan ke atasnya sendiri.” Sedangkan ayahnya, karena dia melakukan penindasan, merampok saudaranya, dan melakukan apa yang tidak baik di tengah-tengah bangsanya, ketahuilah, dia akan mati karena dosanya.” (Yehezkiel 18:10-13, 18)
Akan tetapi, ada seorang laki-laki bernama Ananias, bersama dengan istrinya, Safira, menjual harta miliknya. Dan, dengan sepengetahuan istrinya, Ananias menahan sebagian hasil penjualannya bagi dirinya sendiri, dan hanya membawa yang sebagian, lalu meletakkannya di depan kaki para rasul. Namun, Petrus berkata, “Ananias, mengapa Iblis memenuhi hatimu sehingga kamu berbohong kepada Roh Kudus dan menahan sebagian hasil penjualan tanah itu? Ketika belum dijual, bukankah tanah itu tetap milikmu? Dan, setelah terjual, bukankah tanah itu ada di bawah kuasamu? Mengapa kamu memikirkan perbuatan ini di dalam hatimu? Kamu bukan berbohong kepada manusia, melainkan kepada Allah.” Lalu, ketika mendengar perkataan itu, Ananias jatuh dan mengembuskan napasnya yang terakhir. Ketakutan yang besar pun terjadi atas semua orang yang mendengarnya. Beberapa orang muda datang, mengafaninya, menggotongnya ke luar, lalu menguburnya. Kemudian, dalam waktu kira-kira tiga jam, istri Ananias datang, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi. Dan, Petrus berkata kepadanya, “Katakan kepadaku, apakah kamu menjual tanah itu dengan harga sebesar ini?” Dan, Safira berkata, “Ya, sebesar itu.” Kemudian Petrus berkata kepadanya, “Mengapa kamu dan suamimu bersepakat bersama untuk mencobai Roh Tuhan? Lihat, jejak-jejak kaki orang yang telah mengubur suamimu masih ada di depan pintu dan mereka juga akan mengusungmu ke luar.” Tiba-tiba, Safira jatuh di depan kaki Petrus dan mengembuskan napasnya yang terakhir. Ketika orang-orang muda masuk, mereka melihat Safira sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburkannya di samping suaminya. (Kisah Para Rasul 5:1-10)
Kutuk atas keluarga
Siapa tamak demi laba yang tidak adil menyusahkan rumah tangganya, tetapi dia yang membenci suap akan hidup. (Amsal 15:27)
Karena itu, Aku akan memberikan istri-istri mereka kepada orang lain, dan ladang-ladang mereka kepada para penakluk karena dari yang paling kecil sampai yang paling besar, semuanya tamak akan keuntungan yang tidak benar; dari nabi hingga imam, setiap orang melakukan penipuan. (Yeremia 8:10)
Celakalah orang-orang yang merancang kejahatan dan berbuat kekejian di tempat tidurnya! Waktu hari masih fajar, mereka melakukannya karena hal itu ada dalam kekuasaan tangannya. Mereka menginginkan ladang, lalu merampasnya, dan rumah-rumah, lalu mengambilnya. Mereka menindas orang dan rumahnya, bahkan seseorang dengan milik pusakanya! Sebab itu, beginilah firman TUHAN, “Lihat, Aku merencanakan malapetaka terhadap kaum ini, sehingga kamu tidak dapat menghindarkan lehermu darinya. Kamu tidak dapat lagi berjalan dengan angkuh, sebab waktu itu adalah waktu malapetaka.” (Mikha 2:1-3)
Kutuk atas harta milik
Namun, ayahmu telah menipuku dan mengubah upahku sebanyak sepuluh kali. Akan tetapi, Allah tidak membiarkannya menjahatiku. Demikianlah Allah mengambil ternak ayahmu dan memberikannya kepadaku. (Kejadian 31:7, 9)
Harta benda hasil kefasikan tidaklah menguntungkan, tetapi kebenaran melepaskan dari maut. (Amsal 10:2)
Harta yang diperoleh dari kesia-siaan akan berkurang, tetapi mereka yang mengumpulkannya dengan tangan mereka akan menambahnya. (Amsal 13:11)
Rumah-rumah mereka akan diserahkan kepada orang lain, bersama ladang-ladang dan istri-istri mereka. Sebab, Aku akan mengulurkan tangan-Ku melawan penduduk negeri itu,” firman TUHAN. “Sebab, dari yang paling kecil sampai yang paling besar dari mereka, setiap orang tamak akan keuntungan; dan dari para nabi sampai para imam, setiap orang berbuat dusta. (Yeremia 6:12-13)
Seperti ayam hutan yang mengerami telur-telur yang tidak dikeluarkannya, demikianlah dia yang mendapatkan kekayaan tetapi dengan tidak benar. Di tengah-tengah hidupnya, kekayaan itu akan meninggalkannya, dan pada akhir hidupnya, dia akan menjadi orang bodoh.” (Yeremia 17:11)
“Bangkitlah dan gasaklah mereka, hai putri-putri Sion! Sebab, Aku akan menjadikan tandukmu besi, dan Aku akan membuat kukumu perunggu. Kamu akan menghancurkan banyak bangsa, kamu akan mengkhususkan rampasan mereka bagi TUHAN, dan kekayaan mereka bagi Tuhan seluruh bumi!” (Mikha 4:13)
Kutuk kesombongan
Siapa menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat kemarahannya akan musnah. (Amsal 22:8)
Kutuk atas bawahan seorang pemimpin
Jika pemerintah menghiraukan perkataan dusta, semua pegawainya akan menjadi fasik. (Amsal 29:12)
Kutuk dalam kekekalan
Akan tetapi, mereka yang takut, tidak percaya, dan keji; pembunuh, orang-orang sundal, tukang sihir, para penyembah berhala, dan semua pendusta, akan mendapat bagian mereka dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang. Inilah kematian kedua.” (Wahyu 21:8)
Namun, tak sesuatu pun yang najis akan masuk ke dalam kota itu, juga orang yang melakukan hal-hal keji atau melakukan kebohongan, melainkan hanya yang namanya tertulis dalam Kitab Kehidupan Anak Domba. (Wahyu 21:27)
Yang di luar kota itu adalah anjing-anjing, orang yang melakukan sihir, orang-orang cabul, para pembunuh, para penyembah berhala, dan orang-orang yang menyukai kebohongan. (Wahyu 22:15)
Kutuk secara umum
‘Terkutuklah orang yang memindahkan batas tanah tetangganya!’ Dan, seluruh umat berkata, ‘Amin!’ (Ulangan 27:17)
Roti hasil menipu itu sedap rasanya bagi seseorang, tetapi sesudah itu, mulutnya penuh dengan kerikil. (Amsal 20:17)
Celakalah kota penumpah darah! Seluruhnya kebohongan belaka, penuh dengan rampasan, yang mangsanya tidak pernah lolos! (Nahum 3:1)
Pandangan manusia bahwa Allah tidak menghukum ketidakjujuran
“Mengapa waktu penghakiman tidak disembunyikan oleh Yang Mahakuasa? Mengapa mereka yang mengenal-Nya tidak pernah melihat hari-hari-Nya? Ada orang-orang yang memindahkan batas-batas tanah; mereka merampas kawanan ternak, lalu menggembalakannya. Dari luar kota, orang-orang sekarat merintih, dan jiwa yang terluka berseru minta tolong, tetapi Allah tidak menuntut siapa pun yang berbuat salah. (Ayub 24:1-2, 12)
Suap
Orang menyuap
Suap itu ampuh
Suap bagaikan batu berharga di mata orang yang memberinya; ke mana pun ia berpaling, ia beruntung. (Amsal 17:8)
Pemberian secara sembunyi-sembunyi memadamkan kemarahan, dan suap yang dirahasiakan memadamkan kemurkaan besar. (Amsal 21:14)
Orang fasik menyuap
Jangan kumpulkan nyawaku bersama para pendosa, atau hidupku bersama para penumpah darah, yang tangannya adalah rencana jahat, dan yang tangan kanannya penuh dengan suap. (Mazmur 26:9-10)
Orang fasik menerima suap dalam dada untuk membelokkan jalan keadilan. (Amsal 17:23)
Contoh orang yang menyuap
Akan tetapi, anak-anaknya tidak mengikuti cara hidupnya. Mereka mengejar laba, menerima suap, dan memutarbalikkan keadilan. (1 Samuel 8:3)
Penguasa-penguasamu adalah para pemberontak dan sahabat para pencuri. Mereka semua menyukai suap dan mengejar penghargaan. Mereka tidak membela anak yatim, pembelaan para janda tidak sampai kepada mereka. (Yesaya 1:23)
“Tangan mereka terampil berbuat jahat. Pemimpin menuntut, hakim dapat disuap, pembesar memberi keputusan sesuka hatinya, dan mereka menutupinya!” (Mikha 7:3)
Sementara mereka pergi, beberapa penjaga pergi ke kota dan memberi tahu imam-imam kepala tentang semua hal yang telah terjadi. Dan, ketika mereka dikumpulkan bersama para tua-tua. Setelah berunding, lalu mereka memberikan banyak uang kepada para penjaga itu, dan berkata, “Katakanlah, ‘Murid-murid Yesus datang pada malam hari dan mencuri-Nya saat kami tidur.’ Dan, jika hal ini terdengar oleh gubernur, kami akan meyakinkannya dan membuatmu tidak cemas.” Maka, mereka menerima uang itu dan melakukan seperti yang telah diajarkan kepada mereka; dan perkataan itu masih tersebar di antara orang Yahudi sampai hari ini. (Matius 28:11-15)
Lalu, sementara Paulus sedang bertukar pikiran tentang kebenaran, pengendalian diri, dan penghakiman yang akan datang, Feliks menjadi takut dan berkata, “Pergilah sekarang. Ketika aku mendapat kesempatan, aku akan memanggilmu.” Pada saat yang sama, Feliks berharap bahwa Paulus akan memberinya uang. Karena itu, Feliks sering menyuruh Paulus datang dan berbicara dengannya. (Kisah Para Rasul 24:25-26)
Diperintahkan untuk tidak terlibat dalam suap
Jangan kamu menerima suap sebab suap dapat membutakan mata orang yang dapat melihat dan memutarbalikkan perkara orang yang benar. (Keluaran 23:8)
Janganlah kamu memutar balikkan keadilan, janganlah memandang muka, dan janganlah menerima suap karena suap membutakan mata orang bijak dan memutarbalikkan kata-kata orang benar. (Ulangan 16:19)
Suap merusak
Sungguh, penindasan membuat orang berhikmat menjadi bodoh, dan suap menghancurkan hati. (Pengkhotbah 7:7)
Teladan Tuhan yang tidak menerima suap
TUHANlah Allahmu. Dialah Allah atas segala ilah dan Tuhan atas segala tuhan, yang besar, kuat, dan Allah yang mengagumkan, yang tidak memihak atau menerima suap, (Ulangan 10:17)
Pemimpin tidak boleh menerima suap
Oleh sebab itu, milikilah rasa takut kepada TUHAN. Bertindaklah dengan saksama, sebab pada TUHAN, Allah kita, tidak ada kecurangan, keberpihakan, ataupun penerimaan suap.” (2 Tawarikh 19:7)
Dengan keadilan, seorang raja menegakkan negeri, tetapi dia yang memungut banyak pajak merobohkannya. (Amsal 29:4)
Contoh orang yang tidak menerima suap
Aku di sini. Berikanlah kesaksian di hadapan TUHAN dan di hadapan orang yang diurapi-Nya. Sapi siapa yang telah kuambil? Keledai siapa yang telah kuambil? Siapa yang telah kuperas? Siapa yang telah kutindas? Dari tangan siapa telah kuterima uang suap sehingga aku harus menutup mata? Aku akan mengembalikannya kepadamu.” Mereka berkata, “Engkau tidak pernah memeras, atau menindas, dan mengambil sesuatu dari tangan siapa pun.” Samuel berkata kepada mereka, “TUHAN menjadi saksi atasmu, dan orang yang diurapi-Nya menjadi saksi pada hari ini bahwa kamu tidak menemukan apa pun dalam tanganku.” Mereka berkata, “Dia adalah saksi.” (1 Samuel 12:3-5)
Pernahkah aku berkata, ‘Berilah aku sesuatu’, atau ‘Berilah aku uang suap dari hartamu’, (Ayub 6:22)
Berkat dan kutuk
Orang yang menyuap terkutuk
‘Terkutuklah setiap orang yang menerima uang suap untuk membunuh orang yang tidak bersalah!’ Dan, seluruh umat berkata, ‘Amin!’ (Ulangan 27:25)
...yang membenarkan orang fasik karena suap dan membuang hak-hak orang yang benar. (Yesaya 5:23)
Di antaramu, mereka telah menerima suap untuk menumpahkan darah; kamu telah mengambil bunga dan riba, dan mengambil keuntungan dari sesamamu dengan pemerasan, dan kamu telah melupakan Aku,’” firman Tuhan ALLAH. “Karena itu, lihatlah, Aku telah memukulkan tangan-Ku pada keuntunganmu yang tidak jujur, yang telah kamu peroleh, dan pada darah yang ada di antaramu. Akankah hatimu bertahan atau tanganmu menjadi kuat pada hari ketika Aku berurusan denganmu? Aku, TUHAN, telah berfirman dan akan melakukannya. Aku akan menyerakkanmu ke antara bangsa-bangsa, mencerai-beraikanmu ke antara negeri-negeri, dan Aku akan membinasakan kenajisan-kenajisanmu darimu. (Yehezkiel 22:12-15)
Karena kamu menginjak-injak orang miskin dan mengambil pajak gandum darinya, maka sekalipun kamu membangun rumah dari batu pahat, kamu takkan menempatinya. Sekalipun kamu menanam kebun anggur yang indah, kamu takkan minum air anggurnya. Sebab, Aku tahu betapa banyak pelanggaranmu, dan betapa besar dosamu, kamu yang menindas orang benar, yang menerima uang suap, dan menyingkirkan orang-orang miskin di pintu gerbang. (Amos 5:11-12)
Para pemimpinnya mengadili karena suap, para imamnya mengajar karena bayaran, para nabinya meramal karena uang, padahal mereka bersandar kepada TUHAN dengan berkata, ‘Bukankah TUHAN ada di tengah-tengah kita? Tidak akan ada malapetaka yang datang menimpa kita.’” “Sebab itu, karena kamu, Sion akan dibajak seperti ladang, Yerusalem akan menjadi timbunan puing, gunung Bait Suci akan menjadi bukit yang berhutan.” (Mikha 3:11-12)
Orang yang tidak menyuap diberkati
Nyanyian Daud. Ya TUHAN, siapa yang boleh menumpang di dalam tenda-Mu? Siapa yang boleh tinggal di gunung-Mu yang kudus? yang tidak meminjamkan uangnya dengan bunga, dan tidak menerima suap untuk melawan orang tidak bersalah. Dia yang melakukan semuanya itu, takkan pernah goyah selama-lamanya. (Mazmur 15:1, 5)
Siapa tamak demi laba yang tidak adil menyusahkan rumah tangganya, tetapi dia yang membenci suap akan hidup. (Amsal 15:27)
Orang yang hidup dalam kebenaran dan berbicara dengan ketulusan, yang menghina hasil penindasan, yang mengibaskan tangan supaya tidak menerima suap, yang menutup telinganya dari mendengar tentang pertumpahan darah, yang menutup matanya dari melihat kejahatan, orang itu akan tinggal di tempat yang tinggi. Tempat perlindungannya adalah benteng-benteng di bukit batu. Makanannya akan terpenuhi dan air minumnya akan terjamin. (Yesaya 33:15-16)