Orang Miskin

Kitab Suci dengan keras mengecam penindasan terhadap orang miskin, menekankan perlindungan Allah atas mereka dan penghakiman-Nya atas mereka yang menganiaya mereka. Kitab Suci menyerukan keadilan, belas kasihan, dan pertolongan nyata bagi yang lemah, serta menunjukkan bahwa cara kita memperlakukan orang miskin mencerminkan hubungan kita dengan Allah.

Diperintahkan untuk tidak menindas orang miskin

Kamu tidak boleh menindas orang asing ataupun menekannya karena dahulu kamu juga adalah orang asing di tanah Mesir. Kamu tidak boleh menganiaya seorang janda atau anak yatim. Jika kamu menganiaya mereka dengan cara apa pun, lalu mereka berseru kepada-Ku, Aku akan benar-benar mendengarkan seruan mereka, dan murka-Ku akan menyala-nyala, lalu Aku akan membunuhmu dengan pedang sehingga istri-istrimu akan menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim. (Keluaran 22:21-24)
Mereka menyebabkan teriakan orang miskin sampai di hadapan-Nya sehingga Dia mendengar teriakan orang-orang yang tertindas. (Ayub 34:28)
Orang miskin yang menindas orang lemah bagaikan hujan deras yang tidak menyisakan makanan. (Amsal 28:3)

Orang fasik menindas orang miskin

Sebab, orang bodoh membicarakan kebodohan, dan hatinya condong ke arah kejahatan, untuk melakukan kemunafikan dan mengatakan yang salah tentang TUHAN; untuk membiarkan keinginan orang lapar tidak terpuaskan, dan membuat orang dahaga kekurangan minuman. Bagi orang berengsek, senjatanya adalah kejahatan. Dia merencanakan muslihat untuk menghancurkan orang miskin dengan kata-kata bohong meskipun orang miskin itu membela haknya. (Yesaya 32:6-7)

Gambaran orang yang menindas orang miskin

Bagaikan singa yang meraung atau beruang yang menyerbu, seperti itulah orang fasik yang memerintah atas rakyat miskin. (Amsal 28:15)
Ada generasi yang giginya seperti pedang, yang gigi taringnya seperti pisau, untuk melahap orang-orang miskin dari bumi dan orang-orang melarat dari antara manusia. (Amsal 30:14)

Penghakiman atas mereka yang menindas orang miskin

Anak-anaknya akan mencari kemurahan hati dari orang miskin; tangan-tangannya akan mengembalikan kekayaannya. (Ayub 20:10)
Dia menelan kekayaan, tetapi memuntahkannya kembali, Allah akan mengeluarkannya dari dalam perutnya. (Ayub 20:15)
Dia akan mengembalikan buah yang dia hasilkan, dan tidak akan menelannya; dia tidak akan menikmati keuntungan dagangnya. Sebab, dia telah menolak dan mengabaikan orang miskin; dia telah merebut rumah yang tidak dibangunnya. Sebab, dia tidak mengenal kepuasan dalam perutnya; dia tidak akan membiarkan apa pun yang diinginkan luput darinya. (Ayub 20:18-20)
Kegelapan pekat diberikan bagi harta bendanya; api yang tidak ditiup akan melahapnya, dan akan menghabiskan semua yang tertinggal di kemahnya. (Ayub 20:26)
Harta milik di rumahnya akan disapu bersih, hanyut pada hari kemurkaan Allah. (Ayub 20:28)
Orang-orang fasik melepas pedang dan melenturkan busurnya, untuk menjatuhkan orang-orang miskin dan melarat, untuk membunuh orang-orang yang lurus jalannya. Pedang mereka akan menusuk hati mereka sendiri, dan busur mereka akan dipatahkan. (Mazmur 37:14-15)
Biarlah penagih utang menaruh perangkap pada semua miliknya, biarlah orang-orang asing menjarah hasil kerja kerasnya. (Mazmur 109:11)
Sebab, dia tidak ingat untuk menunjukkan kebaikan, tetapi mengejar orang sengsara, orang melarat, dan orang yang hancur hati, sampai membunuhnya. (Mazmur 109:16)
Dia yang menindas orang miskin untuk memperkaya dirinya, atau memberi kepada orang kaya, hanya akan mendatangkan kekurangan. (Amsal 22:16)
Jangan merampasi orang miskin karena dia miskin, dan jangan menindas orang sengsara di pintu gerbang; sebab, TUHAN akan membela perkara mereka, dan merampas nyawa orang yang merampasi mereka. (Amsal 22:22-23)
TUHAN memasuki pengadilan dan beperkara dengan para penatua dan pemimpin umat-Nya. “Kalianlah yang telah membakar kebun anggur; hasil jarahan dari orang miskin ada di rumah-rumahmu. Apa maksudmu menghancurkan umat-Ku dan menindas orang miskin?” firman TUHAN, Allah semesta alam. (Yesaya 3:14-15)
Celakalah mereka yang membuat ketetapan-ketetapan jahat dan yang menuliskan keputusan yang tidak adil, untuk menyisihkan orang miskin dari keadilan dan untuk merampok hak orang melarat dari antara umat-Ku, supaya janda-janda menjadi jarahan mereka dan anak-anak yatim menjadi mangsa mereka. (Yesaya 10:1-2)
Beginilah firman TUHAN, “Pergilah ke istana Raja Yehuda dan sampaikanlah di sana firman ini, dan katakan, ‘Dengarkanlah firman TUHAN, hai Raja Yehuda, yang duduk di takhta Daud. Kamu dan para pelayanmu, dan rakyatmu yang masuk melalui pintu-pintu gerbang ini. Beginilah firman TUHAN,’ Lakukanlah keadilan dan kebenaran, dan selamatkanlah orang yang telah dirampok, dari tangan penindasnya. Dan, jangan berbuat salah atau melakukan kekerasan terhadap orang asing, anak yatim, atau janda. Dan, jangan menumpahkan darah orang yang tidak bersalah di tempat ini. Sebab, jika kamu benar-benar melakukan hal itu, maka melalui pintu-pintu gerbang istana ini akan masuk raja-raja yang duduk di takhta Daud, dengan menunggang kereta-kereta dan kuda-kuda; dia dan pelayan-pelayannya serta rakyatnya. Akan tetapi, jika kamu tidak menaati firman-firman ini, Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri,’’ firman TUHAN, ‘bahwa istana ini akan menjadi sunyi sepi.’” (Yeremia 22:1-5)
Di antaramu, mereka telah menyepelekan ayah dan ibu, di antaramu mereka telah melakukan penindasan terhadap orang asing, di antaramu mereka menindas anak-anak yatim dan janda. (Yehezkiel 22:7)
“Rakyat negeri itu telah mempraktikkan penindasan dan melakukan perampokan, menindas orang-orang miskin dan tidak mampu, serta menindas pendatang dengan tidak adil.” (Yehezkiel 22:29)
Inilah firman TUHAN, “Untuk tiga pelanggaran Israel, bahkan empat, Aku takkan menarik kembali hukumannya. Sebab, mereka menjual orang benar demi perak dan orang miskin demi sepasang sandal. Mereka yang menginjak-injak kepala orang miskin atas debu tanah, dan membelokkan jalan orang-orang yang tertindas. Anak dan ayah pergi kepada perempuan yang sama, sehingga mencemari nama-Ku yang kudus. (Amos 2:6-7)
“Dengarlah firman ini, hai kamu sapi-sapi Basan, yang ada di Gunung Samaria, yang menindas orang-orang lemah, yang menginjak orang miskin, yang berkata kepada tuan-tuanmu: ‘Bawalah kemari, mari kita minum!’ Tuhan ALLAH telah bersumpah demi kekudusan-Nya, ‘Lihat, saatnya akan datang bagimu, ketika Dia mengambil kamu dengan kait, dan sisamu dengan kail ikan. (Amos 4:1-2)
Dia membuat kebinasaan memantul terhadap yang kuat sehingga kebinasaan datang ke atas benteng.” Mereka membenci orang yang menegur di pintu gerbang, dan mereka jijik kepada orang yang berkata benar. Karena kamu menginjak-injak orang miskin dan mengambil pajak gandum darinya, maka sekalipun kamu membangun rumah dari batu pahat, kamu takkan menempatinya. Sekalipun kamu menanam kebun anggur yang indah, kamu takkan minum air anggurnya. Sebab, Aku tahu betapa banyak pelanggaranmu, dan betapa besar dosamu, kamu yang menindas orang benar, yang menerima uang suap, dan menyingkirkan orang-orang miskin di pintu gerbang. (Amos 5:9-12)
“Dengarkanlah ini, hai kamu yang menginjak-injak orang melarat, dan menghabisi orang-orang miskin dan lemah di negeri, yang berkata, ‘Kapankah bulan baru akan berlalu supaya kita dapat menjual gandum, dan kapan hari Sabat berlalu supaya kita dapat menawarkan terigu untuk dijual, dengan memperkecil efa, memperbesar syikal, berlaku curang dengan neraca palsu, supaya kita dapat membeli orang miskin untuk mendapatkan perak, dan orang lemah untuk mendapatkan sepasang sandal, dan menjual terigu campuran?’” (Amos 8:4-6)
“Inilah firman TUHAN semesta alam, firman-Nya: Hakimilah dengan penghakiman yang benar, dan lakukanlah kebaikan serta belas kasih seorang terhadap saudaranya! Jangan menindas janda, dan anak-anak yatim, orang asing, serta orang miskin. Jangan merencanakan kejahatan di hati kalian seorang terhadap saudaranya. Namun, mereka menolak untuk memperhatikan, bahkan membalikkan bahu sebagai perlawanan, dan membuat telinga mereka berat untuk mendengarkan. Mereka membuat hati mereka sekeras batu intan supaya tidak mendengar hukum dan firman-firman yang TUHAN semesta alam sampaikan melalui Roh-Nya dengan perantaraan para nabi terdahulu. Oleh sebab itu, kemurkaan yang besar datang dari TUHAN semesta alam. (Zakharia 7:9-12)
Kemudian, Aku akan datang mendekatimu dalam penghakiman dan Aku akan segera bersaksi menentang para tukang sihir, dan menentang para pezina, dan menentang orang-orang bersumpah palsu, dan menentang orang-orang yang memeras upah pekerja upahan, janda, dan anak yatim, dan yang memutarbalikkan hak orang asing, dan yang tidak takut kepada-Ku,” TUHAN semesta alam berfirman. (Maleakhi 3:5)

Permohonan agar Tuhan menghakimi penindasan orang miskin

Bangkitlah, ya Hakim bumi, balaslah orang-orang sombong! (Mazmur 94:2)
Mereka membunuh janda dan orang yang tinggal sementara, mereka pun menghabisi anak-anak yatim. (Mazmur 94:6)
Mereka berkata, “TUHAN tidak melihat, begitu juga Allah Yakub tidak memperhatikannya.” (Mazmur 94:7)

Contoh penindasan orang miskin

Juga, di bajumu ditemukan darah orang-orang miskin yang tidak bersalah, yang tidak kau pergoki sedang mencuri. Namun, meskipun demikian, (Yeremia 2:34)

Orang beragama menindas orang miskin

Dalam pengajaran-Nya, Yesus berkata, “Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat, yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima salam penghormatan di tempat-tempat umum, dan mendapat tempat duduk paling terhormat di sinagoge-sinagoge dan tempat-tempat perjamuan. Mereka merampas rumah-rumah para janda dan demi penampilan mengucapkan doa yang panjang-panjang. Mereka akan menerima hukuman yang lebih berat.” (Markus 12:38-40)
“Berhati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang, senang dihormati orang di pasar, yang suka duduk di tempat tertinggi di sinagoge-sinagoge, dan di tempat terhormat di pesta-pesta. Mereka merampas rumah-rumah para janda dan berdoa panjang-panjang supaya dilihat orang. Orang-orang seperti ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.” (Lukas 20:46-47)

Penindasan orang miskin itu umum

Jika kamu melihat penindasan orang miskin serta pelanggaran terhadap hukum dan kebenaran di suatu provinsi, jangan terkejut dengan persoalan itu! Sebab, seorang petinggi diawasi oleh petinggi lain, dan ada yang lebih tinggi lainnya di atas mereka. (Pengkhotbah 5:8)

Bela / tolonglah orang miskin dan yang tak berdaya

Bukalah mulutmu bagi orang bisu, bagi hak-hak semua orang yang akan lenyap. Bukalah mulutmu, hakimilah dengan adil, dan belalah yang miskin dan yang melarat. (Amsal 31:8-9)
Belajarlah melakukan yang baik, carilah keadilan, tegurlah orang yang kejam, belalah hak-hak anak yatim, dan perjuangkanlah para janda.” (Yesaya 1:17)
...hai keluarga Daud, beginilah firman TUHAN, lakukanlah keadilan setiap pagi, dan lepaskanlah dari tangan penindasnya orang yang telah dirampok, jika tidak, murka-Ku akan meluap seperti api dan membakar tanpa seorang pun dapat memadamkannya karena jahatnya perbuatan-perbuatanmu.’” (Yeremia 21:12)

Orang saleh menolong orang miskin

Orang benar mengetahui hak orang miskin, tetapi orang fasik tidak memiliki pengertian ini. (Amsal 29:7)
Tidakkah aku menangis bagi dia yang mengalami hari-hari yang berat? Tidakkah jiwaku berduka bagi orang miskin? (Ayub 30:25)

Tuhan memberkati mereka yang menolong orang miskin

Betapa diberkatinya orang yang berakal budi terhadap orang miskin; TUHAN akan menyelamatkannya pada hari kesusahan. TUHAN akan menjaga dan melanjutkan hidupnya, dan dia akan disebut berbahagia di bumi, jangan serahkan dia kepada kehendak musuh-musuhnya. TUHAN menopangnya pada waktu dia meringkuk di tempat tidurnya. Kesakitannya Engkau ubahkan seluruhnya. (Mazmur 41:1-3)
Orang yang berbelaskasihan kepada orang miskin memberi pinjaman kepada TUHAN, dan Dia akan membalasnya atas perbuatannya itu. (Amsal 19:17)

Memberkati pemimpin yang menolong orang miskin

Jika seorang raja mengadili orang miskin dengan adil, takhtanya akan kukuh untuk selama-lamanya. (Amsal 29:14)
Sebab, jika kamu benar-benar memperbaiki jalan-jalanmu dan perbuatan-perbuatanmu, jika kamu benar-benar melakukan keadilan satu sama lain, jika kamu tidak menindas orang asing, anak yatim, dan janda serta tidak menumpahkan darah orang yang tidak bersalah di tempat ini, ataupun berjalan mengikuti ilah-ilah lain yang menghancurkan hidupmu, maka Aku akan membiarkanmu tinggal di tempat ini, di negeri yang dahulu Aku berikan kepada nenek moyangmu, untuk selama-lamanya.” “Lihatlah, kamu percaya pada kata-kata yang menipu, yang tidak berguna. Akankah kamu mencuri, membunuh, dan berzina, bersumpah palsu, memberi persembahan kepada Baal, dan mengikuti ilah-ilah lain yang tidak kamu kenal, (Yeremia 7:5-9)

Berilah makan orang miskin dan Tuhan akan membalasnya

Lalu, Yesus berkata kepada orang yang mengundang-Nya itu, “Bila kamu mengadakan jamuan makan siang atau makan malam, jangan mengundang teman-teman, saudara-saudara, kaum keluarga, atau tetanggamu yang kaya karena mereka akan membalasmu dengan mengundangmu untuk makan bersama mereka. Akan tetapi, jika kamu mengadakan pesta, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh, dan orang-orang buta. Dan, kamu akan diberkati karena orang-orang ini tidak dapat membalasmu kembali; kamu akan mendapat balasannya pada waktu kebangkitan orang-orang benar.” Ketika salah seorang yang makan bersama-Nya mendengar perkataan-perkataan ini, orang itu berkata kepada-Nya, “Diberkatilah orang yang akan makan roti di dalam Kerajaan Allah.” Akan tetapi, kata Yesus kepada orang itu, “Ada seseorang yang mengadakan jamuan makan malam yang besar dan ia mengundang banyak orang, dan ketika waktu makan malam sudah tiba, orang itu menyuruh hambanya untuk berkata kepada para tamu yang sudah diundang itu, ‘Datanglah, karena semuanya sudah siap.’ Namun, semua tamu undangan itu mulai membuat alasan-alasan. Orang pertama berkata, ‘Aku baru membeli sebuah ladang dan aku harus pergi melihatnya. Terimalah permintaan maafku.’ Yang lain berkata, ‘Aku baru membeli lima pasang sapi dan aku harus pergi untuk memeriksa sapi-sapi itu. Terimalah permintaan maafku.’ Sementara yang lain lagi berkata, ‘Aku baru saja menikah. Karena itu, aku tidak bisa datang.’ Lalu, pelayan itu pun kembali dan melaporkan semuanya kepada tuannya. Maka, majikannya itu menjadi marah, lalu berkata kepada pelayannya, ‘Cepatlah! Pergi ke jalan-jalan dan setiap gang di kota ini. Bawalah kepadaku orang-orang miskin, orang-orang lumpuh, orang-orang pincang, dan orang-orang buta.’ Kemudian, pelayan itu berkata kepadanya, ‘Tuan, aku sudah melakukan apa yang engkau perintahkan, tetapi masih ada tempat kosong.’ Tuan itu berkata kepada pelayannya, ‘Pergilah ke jalan-jalan raya dan setiap gang. Ajaklah orang-orang di sana untuk datang kemari supaya rumahku menjadi penuh. (Lukas 14:12-23)

Adililah orang miskin dengan adil

Jangan kamu memutarbalikkan hak orang miskin dalam perkaranya. (Keluaran 23:6)
Janganlah kamu mengabaikan hak untuk orang asing atau yatim dan mengambil pakaian seorang janda sebagai jaminan. (Ulangan 24:17)

Tunjukkan belas kasihan kepada orang miskin

...engkau akan dihalau dari antara manusia, dan tempat tinggalmu akan bersama binatang-binatang di padang. Engkau akan diberi makan rumput seperti sapi jantan dan dibasahi dengan embun dari langit, dan tujuh masa akan berlalu darimu, hingga engkau mengetahui bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia, dan Dia mengaruniakannya kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya.” “Dan, mengenai membiarkan batang pohon dan akar-akarnya yang ada pada pohon itu, kerajaanmu akan tetap menjadi milikmu, oleh karena engkau mengetahui bahwa surgalah yang berkuasa. Oleh sebab itu, ya Raja, biarlah nasihatku berkenan kepadamu. Lepaskanlah dosa-dosamu dengan kebenaran, dan kesalahan-kesalahanmu dengan menunjukkan belas kasihan kepada orang-orang miskin. Dengan begitu, kemakmuranmu akan dilanjutkan.” (Daniel 4:25-27)

Mereka yang tidak membela orang miskin akan dihakimi

Seperti sebuah sangkar penuh dengan burung, demikianlah rumah-rumah mereka penuh dengan tipu muslihat. Karena itulah mereka menjadi sangat besar dan kaya. Mereka gemuk dan berseri-seri. Mereka sudah melampaui batas dalam berbuat jahat, Mereka tidak mengadili perkara, perkara anak-anak yatim, untuk membela perkara itu, dan mereka tidak memperjuangkan hak-hak orang-orang yang membutuhkan. ‘Tidakkah Aku akan menghukum mereka karena hal-hal itu?’ firman TUHAN, ‘Tidakkah Aku sendiri akan menuntut balas terhadap bangsa seperti ini?’ (Yeremia 5:27-29)

Dosa Sodom, tidak menolong orang miskin

“Ketahuilah, inilah kesalahan dari saudara perempuanmu, Sodom: dia dan anak-anak perempuannya begitu sombong, makanan yang berlimpah, dan menikmati hidup yang tenang, tetapi tidak menolong orang-orang miskin dan orang-orang sengsara. (Yehezkiel 16:49)

Contoh pemimpin yang tidak membela orang miskin

Penguasa-penguasamu adalah para pemberontak dan sahabat para pencuri. Mereka semua menyukai suap dan mengejar penghargaan. Mereka tidak membela anak yatim, pembelaan para janda tidak sampai kepada mereka. (Yesaya 1:23)

Cara kita memperlakukan orang miskin mencerminkan sikap kita kepada Tuhan

Dia yang menindas orang miskin menghina Penciptanya, tetapi dia yang berbelaskasihan kepada orang melarat memuliakan Dia. (Amsal 14:31)
Mereka yang mengejek orang miskin menghina Penciptanya; mereka yang gembira atas malapetaka tidak akan terlepas dari hukuman. (Amsal 17:5)

Bagian Allah terhadap orang miskin

Tuhan menyediakan bagi dan melindungi orang miskin dan yang berkekurangan

...adil bagi para janda dan yatim serta mengasihi orang asing dengan memberikan makanan dan pakaian kepadanya. (Ulangan 10:18)
Akan tetapi, Allah menyelamatkan orang miskin dari pedang mulut mereka dan dari tangan orang kuat. (Ayub 5:15)
Sebab, orang yang melarat tidak untuk seterusnya dilupakan, dan pengharapan orang yang miskin takkan lenyap. (Mazmur 9:18)
Engkau telah melihatnya karena Engkau telah memandang kesusahan dan penderitaan, dan mengambilnya dalam tangan-Mu. Orang lemah menyerahkan diri kepada-Mu. Engkau telah menjadi penolong bagi para yatim piatu. (Mazmur 10:14)
“Oleh karena kekerasan terhadap orang-orang tertindas, oleh karena ratapan orang-orang melarat, sekarang Aku akan bangkit,” kata TUHAN. “Aku akan menaruh keselamatan yang mereka rindukan.” (Mazmur 12:5)
Orang yang tertindas ini memanggil, dan TUHAN mendengarnya; lalu menyelamatkannya dari semua kesesakannya. (Mazmur 34:6)
Semua tulangku berkata, “Siapa yang seperti Engkau, ya TUHAN, yang melepaskan orang-orang tertindas dari mereka yang lebih kuat, serta orang-orang menderita dan melarat dari mereka yang merampasinya?” (Mazmur 35:10)
Namun. aku miskin dan melarat; kiranya Tuhan memperhitungkanku. Engkaulah penolong dan penyelamatku; janganlah berlama-lama, ya Allahku! (Mazmur 40:17)
Allah menempatkan orang-orang yang sebatang kara ke dalam rumah; Dia mengeluarkan para tawanan menuju kesejahteraan, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah gersang. (Mazmur 68:6)
Segala yang hidup menempatinya; dalam kebaikan-Mu, ya Allah, Engkau memelihara yang miskin. (Mazmur 68:10)
Sebab, TUHAN mendengarkan orang-orang melarat, dan tidak menghina orang-orang tawanan-Nya. (Mazmur 69:33)
Dia akan berpaling kepada doa orang-orang melarat, dan tidak merendahkan doa mereka. (Mazmur 102:17)
Mereka mengembara di padang belantara, di jalan yang sunyi; mereka tidak menemukan kota untuk tinggal. (Mazmur 107:4)
Sebab, Dia berdiri di sebelah kanan orang melarat, untuk menyelamatkannya, dari orang-orang yang menghukum jiwanya. (Mazmur 109:31)
Dia membangkitkan orang miskin dari debu, dan mengangkat orang melarat dari tumpukan sampah, (Mazmur 113:7)
“Aku akan memberkati dengan berlimpah-limpah makanannya, Aku akan mengenyangkan orang-orang melaratnya dengan roti. (Mazmur 132:15)
Aku tahu bahwa TUHAN akan membuat keadilan orang tertindas, dan akan membela perkara orang miskin. (Mazmur 140:12)
Yang melaksanakan keadilan bagi yang tertindas, yang memberi makanan kepada yang lapar. TUHAN membebaskan para tahanan. (Mazmur 146:7)
TUHAN melindungi orang-orang yang tinggal sementara, Dia memulihkan anak-anak yatim dan janda, tetapi jalan orang fasik Dia bengkokkan. (Mazmur 146:9)
TUHAN menegakkan yang tertindas, tetapi merendahkan yang fasik sampai ke tanah. (Mazmur 147:6)
Tuhan meruntuhkan rumah orang sombong, tetapi menegakkan batas tanah seorang janda. (Amsal 15:25)
Akan tetapi, dengan kebenaran Dia akan menghakimi orang miskin. Dia memutuskan dengan adil bagi orang-orang di bumi, Dia akan memukul bumi dengan tongkat yang keluar dari mulut-Nya dan dengan napas yang keluar dari bibir-Nya, Dia akan membunuh orang fasik. (Yesaya 11:4)
Yang termiskin dari yang miskin akan mendapat makanan, dan orang-orang lemah akan berbaring dengan aman. Akan tetapi, Aku akan menghancurkan akarmu dengan kelaparan, dan kelaparan itu akan membunuh sisa-sisamu. (Yesaya 14:30)
Sebab, Engkau telah menjadi perlindungan bagi orang lemah, perlindungan bagi orang miskin dalam kesesakannya, tempat berteduh dari badai, tempat bernaung dari panas terik. Sesungguhnya, embusan napas orang-orang kejam itu seperti angin ribut yang menerpa tembok. (Yesaya 25:4)
Orang miskin dan orang yang menderita mencari air, tetapi tidak ada air. Lidah mereka kering karena kehausan, Aku, TUHAN, akan menjawab mereka. Aku, Allah Israel, tidak akan meninggalkan mereka. (Yesaya 41:17)
Bernyanyilah bagi TUHAN! Pujilah TUHAN! Sebab, Dia telah menyelamatkan jiwa orang miskin dari tangan para pelaku kejahatan! (Yeremia 20:13)

Doa agar Tuhan menolong orang miskin

Kiranya dia mengadili rakyat miskin, menyelamatkan anak-anak melarat, dan menghancurkan para penindas. Kiranya raja-raja Tarsis dan pulau-pulau mempersembahkan kurban; raja-raja Syeba dan Seba membawa persembahan. Sebab, dia akan melepaskan orang-orang melarat ketika mereka berseru minta tolong; orang-orang miskin, dan mereka yang tidak punya penolong. Dia akan mengasihani orang miskin dan melarat, dan nyawa orang melarat akan diselamatkannya. Dia akan menebus jiwa mereka dari penindasan dan kekerasan, dan di matanya, darah mereka berharga. Kiranya dia hidup! Kiranya emas Syeba dipersembahkan kepadanya; kiranya mereka senantiasa berdoa baginya dan memberkatinya sepanjang hari! (Mazmur 72:4, 10, 12-15)
Jangan biarkan orang-orang tertindas kembali malu; biarlah orang-orang miskin dan melarat memuji nama-Mu. (Mazmur 74:21)
“Belalah orang miskin dan anak yatim, berikanlah keadilan kepada orang yang tertindas dan melarat. Selamatkan orang miskin dan tak berdaya, lepaskan mereka dari tangan orang fasik.” (Mazmur 82:3-4)
Namun, Engkau, ya ALLAH, Tuhanku, bertindaklah bersamaku demi nama-Mu; karena kasih setia-Mu itu baik, lepaskanlah aku. Sebab, aku ini miskin dan melarat, dan hatiku terluka dalam diriku. (Mazmur 109:21-22)

Pandangan manusia tentang bagian Allah dan orang miskin

Ada orang-orang yang memindahkan batas-batas tanah; mereka merampas kawanan ternak, lalu menggembalakannya. Mereka mengusir keledai dari anak yatim; mereka mengambil sapi dari janda sebagai jaminan. Mereka mendorong orang miskin keluar dari jalan; semua fakir miskin di negeri menyembunyikan diri mereka. Lihatlah, seperti keledai-keledai liar di padang gurun, mereka pergi bekerja, mencari makanan. Padang belantara menyediakan makanan bagi mereka dan anak-anak mereka. Mereka memanen makanan ternak di ladang, dan mengumpulkan sisa-sisa di kebun anggur orang fasik. Mereka berbaring sepanjang malam dengan telanjang, tanpa pakaian, dan tidak memiliki selimut pada waktu dingin. Mereka basah oleh hujan dari pegunungan, dan bersandar pada tebing batu karena tidak ada tempat perlindungan. Ada yang melepaskan anak yatim dari susu ibunya, dan mereka menggadaikan bayi-bayi orang miskin sebagai jaminan. Mereka pergi dengan telanjang tanpa pakaian; walaupun kelaparan, mereka membawa berkas-berkas gandum. Mereka memeras minyak zaitun di antara deretan pohon zaitun milik orang jahat; mereka menginjak-injak tempat pemerasan anggur, tetapi mereka kehausan. Dari luar kota, orang-orang sekarat merintih, dan jiwa yang terluka berseru minta tolong, tetapi Allah tidak menuntut siapa pun yang berbuat salah. Pembunuh bangun sebelum hari terang supaya dia dapat membunuh fakir miskin dan orang-orang melarat, dan pada waktu malam, dia menjadi seperti pencuri. (Ayub 24:2-12, 14)

Pandangan Allah tentang orang miskin

Aku tahu kesusahan dan kemiskinanmu, tetapi sesungguhnya kamu kaya! Aku tahu fitnah yang ditujukan kepadamu oleh mereka yang menyebut diri orang Yahudi, tetapi sebenarnya bukan, melainkan sinagoge Iblis. (Wahyu 2:9)
Karena kamu berkata, ‘Aku kaya, berkelimpahan, dan tidak kekurangan apa-apa,’ dan tidak tahu bahwa sesungguhnya kamu sengsara, malang, miskin, buta, dan telanjang. Aku menasihatimu untuk membeli dari-Ku emas, yang dimurnikan dengan api supaya kamu menjadi kaya, dan pakaian-pakaian putih supaya kamu dapat memakainya sehingga rasa malu karena ketelanjanganmu tidak akan terlihat, dan mengoles salep pada matamu supaya kamu dapat melihat. (Wahyu 3:17-18)

Tuhan memilih yang lemah untuk mempermalukan yang kuat

Lihatlah keadaanmu ketika kamu dipanggil, Saudara-saudara, tidak banyak yang bijaksana menurut daging, tidak banyak yang berkuasa, tidak banyak yang terpandang, tetapi Allah sudah memilih yang bodoh dari dunia untuk mempermalukan yang bijaksana, dan Allah memilih apa yang lemah dari dunia untuk mempermalukan yang kuat. (1 Korintus 1:26-27)

Tuhan menciptakan semua orang

Orang kaya dan orang miskin bertemu; TUHANlah yang menciptakan mereka semua. (Amsal 22:2)
Si miskin dan si penindas bertemu; TUHAN yang memberikan terang bagi mata keduanya. (Amsal 29:13)

Pandangan manusia tentang orang miskin

Sebab, apa kelebihan orang berhikmat dibanding orang bodoh? Apa kelebihan orang miskin yang tahu berjalan di hadapan orang yang hidup? (Pengkhotbah 6:8)

Masalah dan manfaat bagi orang miskin

Masalah bagi orang miskin

Orang miskin hanya punya sedikit teman

Orang miskin tidak disukai, bahkan oleh sesamanya, tetapi orang kaya mempunyai banyak sahabat. (Amsal 14:20)
Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin dipisahkan dari sahabatnya. (Amsal 19:4)
Orang miskin dibenci oleh semua saudaranya; terlebih lagi, mereka dijauhi oleh sahabat-sahabatnya. Dia mengejar mereka dengan perkataannya, tetapi mereka tidak ada. (Amsal 19:7)

Orang miskin mengalami ketidakadilan

Tanah orang miskin dapat menghasilkan banyak makanan, tetapi ada yang lenyap melalui ketidakadilan. (Amsal 13:23)

Orang miskin bersikap rendah hati terhadap orang kaya

Orang miskin berbicara dengan memohon, tetapi orang kaya menjawab dengan kasar. (Amsal 18:23)

Orang miskin melayani orang kaya

Orang kaya berkuasa atas orang miskin, dan orang yang berutang adalah budak bagi yang mengutangi. (Amsal 22:7)

Orang miskin diabaikan

Ada sebuah kota kecil berpenduduk sedikit. Kemudian, seorang raja besar menyerbunya, mengepungnya, dan membangun kubu-kubu pengepungan besar terhadapnya. Di sana, ada seorang yang miskin, tetapi berhikmat. Dia menyelamatkan kota itu dengan hikmatnya. Akan tetapi, tidak seorang pun mengingat orang miskin itu. Jadi, aku berkata, “Hikmat itu lebih baik daripada kekuatan,” tetapi hikmat orang miskin dihina, dan perkataannya tidak didengarkan. (Pengkhotbah 9:14-16)

Kemiskinan

Harta orang kaya adalah kotanya yang kuat. Kehancuran orang melarat ialah kemiskinannya. (Amsal 10:15)

Doa agar tidak menjadi miskin

Dua hal aku minta kepada-Mu; jangan menahannya dariku sebelum aku mati. Jauhkanlah kesia-siaan dan perkataan bohong dariku; jangan memberiku kemiskinan atau kekayaan; berilah aku makan makanan yang menjadi bagianku. Jangan sampai aku menjadi kenyang, lalu menyangkal-Mu dengan berkata, “Siapakah TUHAN?” Jangan sampai aku menjadi miskin, lalu mencuri, lalu mencemarkan nama Allahku. (Amsal 30:7-9)

Manfaat bagi orang miskin

Orang miskin disebut berbahagia

Yesus memandang kepada murid-murid-Nya itu dan berkata, “Diberkatilah kamu yang miskin sebab milikmulah Kerajaan Allah. (Lukas 6:20)
Akan tetapi, celakalah hai kamu yang kaya sebab kamu telah mendapatkan kenyamanan hidup. (Lukas 6:24)

Orang miskin kaya dalam iman

Saudara-saudara yang kukasihi, dengarkanlah! Bukankah Allah telah memilih orang yang miskin di mata dunia untuk menjadi kaya dalam iman dan mewarisi Kerajaan Allah yang telah Dia janjikan kepada mereka yang mengasihi Dia? (Yakobus 2:5)

Injil diberitakan kepada orang miskin

Roh TUHAN Allah ada padaku karena TUHAN telah mengurapi aku untuk memberitakan kabar baik kepada orang-orang yang tertindas. Dia telah mengutus aku untuk membalut orang yang patah hati, untuk menyatakan kebebasan kepada para tawanan, dan kelepasan kepada para tahanan, (Yesaya 61:1)
Sekarang, ketika Yohanes, yang ada di penjara, mendengar pekerjaan-pekerjaan Kristus, ia mengirim pesan melalui murid-muridnya, dan bertanya kepada-Nya, “Apakah Engkau yang akan datang itu, atau haruskah kami menunggu yang lainnya?” Yesus menjawab dan berkata kepada mereka, “Pergi dan beritahukan kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan lihat, yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, yang sakit kusta ditahirkan, yang tuli mendengar, yang mati dibangkitkan, dan kepada yang miskin diberitakan Injil. (Matius 11:2-5)
“Roh Tuhan ada pada-Ku, karena Ia telah mengurapi Aku untuk memberitakan Kabar Baik kepada orang-orang miskin. Ia mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada para tawanan, dan pemulihan penglihatan kepada orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, (Lukas 4:18)
Jawab Yesus kepada dua orang itu, “Pergi dan ceritakanlah kepada Yohanes tentang apa yang telah kamu lihat dan dengar: orang buta dapat melihat, orang lumpuh dapat berjalan, orang yang sakit kusta ditahirkan, orang tuli dapat mendengar, orang mati dibangkitkan, dan kepada orang-orang miskin diberitakan kabar baik. (Lukas 7:22)

Orang miskin tidak akan diculik demi kekayaan

Tebusan untuk nyawa orang adalah hartanya, tetapi orang miskin tidak mendengar ancaman. (Amsal 13:8)

Orang miskin yang mengenal Tuhan akan dihibur di surga

“Ada seorang kaya yang selalu berpakaian ungu dan kain linen, dan bersenang-senang setiap hari dalam kemewahan. Di pintu gerbang rumah orang kaya itu, berbaringlah seorang miskin bernama Lazarus, yang tubuhnya penuh dengan borok. Ia berharap diberi makan apa pun yang jatuh dari meja makan orang kaya itu; bahkan anjing-anjing datang dan menjilati boroknya. Suatu ketika, orang miskin itu mati dan dibawa oleh para malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga meninggal lalu dikuburkan. Di alam kematian, saat disiksa, orang kaya itu memandang ke atas dan melihat Abraham di kejauhan bersama Lazarus di pangkuannya. Dan, orang kaya itu berseru, ‘Bapa Abraham, kasihanilah aku dan suruhlah Lazarus mencelupkan ujung jarinya ke air dan menyejukkan lidahku sebab aku menderita dalam nyala api ini.’ Akan tetapi, Abraham berkata, ‘Nak, ingatlah ketika kamu masih hidup, kamu sudah menerima hal-hal yang baik, sementara Lazarus menerima hal-hal yang buruk; sekarang, di sini Lazarus dihibur, sementara kamu disiksa. (Lukas 16:19-25)

Orang miskin dapat bermegah sebagai anak-anak Allah

Biarlah saudara yang hidup sederhana bangga dalam kedudukannya yang tinggi, dan orang kaya dalam kedudukannya yang rendah, sebab seperti bunga rumput, dia akan lenyap. (Yakobus 1:9-10)

Pada pemulihan Israel, orang miskin akan beroleh manfaat

Orang yang menderita akan lebih bergembira di dalam TUHAN. Orang yang miskin di antara umat manusia akan bersukacita di dalam Yang Mahakudus Israel. (Yesaya 29:19)

Orang miskin yang berhikmat memahami orang kaya

Orang kaya itu berhikmat menurut pandangannya sendiri, tetapi orang miskin yang berpengertian menyelidiki dia. (Amsal 28:11)

Hal-hal yang lebih buruk daripada kemiskinan

Lebih baik orang miskin yang berjalan dalam kejujuran daripada orang yang bibirnya menipu dan bodoh. (Amsal 19:1)
Yang diinginkan oleh manusia adalah kasih setianya, dan lebih baik orang miskin daripada seorang pembohong. (Amsal 19:22)
Lebih baik orang miskin yang berjalan dalam kejujuran daripada orang kaya yang bengkok jalannya. (Amsal 28:6)

Contoh orang miskin

Pegawai Saul menyampaikan perkataan itu kepada Daud. Akan tetapi, Daud menjawab, “Apakah perkara itu ringan dalam pandanganmu untuk menjadi menantu raja? Aku adalah seorang yang miskin dan rendah.” (1 Samuel 18:23)
Namun, aku ini sengsara dan melarat; bersegeralah kepadaku, ya Allah! Engkau adalah penolongku dan penyelamatku. Ya TUHAN, janganlah berlama-lama. (Mazmur 70:5)
Doa Daud. Sendengkan telinga-Mu, ya TUHAN, dan jawab aku. Sebab, aku ini miskin dan melarat. (Mazmur 86:1)
Semua penduduknya berkeluh kesah sambil mencari roti. Mereka memberikan harta benda mereka ganti makanan untuk bertahan hidup. “Lihatlah, ya TUHAN, dan perhatikanlah, karena aku direndahkan. (Ratapan 1:11)
Ketika hari-hari penyucian sesuai hukum Musa telah usai, Maria dan Yusuf membawa Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti yang tertulis dalam hukum Tuhan, “Setiap anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Tuhan dan untuk memberikan persembahan sesuai dengan apa yang dikatakan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung dara atau dua ekor burung merpati muda.” (Lukas 2:22-24)
Sampai sekarang ini, kami lapar dan haus, berpakaian compang-camping, dipukuli, dan hidup mengembara. Kami berjerih payah, bekerja dengan tangan kami sendiri. Ketika kami dicaci-maki, kami memberkati. Ketika kami disiksa, kami bertahan. (1 Korintus 4:11-12)
...melainkan dalam segala cara kami menunjukkan diri kami sebagai pelayan-pelayan Allah, dengan penuh ketabahan dalam semua penderitaan, kesesakan, kesukaran, pukulan, pemenjaraan, kerusuhan, jerih payah, tidak tidur, kelaparan, seperti yang berdukacita, tetapi selalu bersukacita, kami miskin, tetapi membuat orang lain kaya, tidak punya apa-apa, tetapi memiliki segala sesuatu. (2 Korintus 6:4-5, 10)
Aku sudah berjerih payah dan bekerja berat, tetap terjaga, kelaparan dan kehausan, sering tidak punya makanan, dalam kedinginan, dan tanpa pakaian. (2 Korintus 11:27)
Aku mengatakan hal ini bukan karena aku sedang kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam keadaan apa pun. Aku tahu apa artinya kekurangan, dan aku juga tahu apa artinya kelimpahan. Dalam segala dan setiap keadaan, aku telah belajar rahasia hidup berkecukupan, apakah dengan kenyang atau lapar, apakah hidup banyak uang atau tidak punya uang. Aku dapat melakukan segala sesuatu melalui Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Namun, kamu telah berbuat baik mau berbagi beban denganku. (Filipi 4:11-14)

Orang miskin / kaya di gereja

Pertama, ketika kamu berkumpul sebagai jemaat, aku mendengar bahwa ada perpecahan di antara kamu. Dan, aku memercayainya sebagian. Sebab, harus ada perpecahan di antara kamu supaya mereka yang terbukti tahan uji menjadi jelas di antara kamu. Ketika kamu berkumpul di suatu tempat yang sama, hal itu bukanlah untuk makan perjamuan Tuhan. Karena ketika makan, setiap orang mengambil terlebih dahulu makanannya sendiri sehingga ada yang lapar dan yang lainnya mabuk. Apa kamu tidak punya rumah untuk makan dan minum? Atau, apakah kamu menghina jemaat Allah dan mempermalukan mereka yang tidak punya apa-apa? Apa yang harus kukatakan padamu? Haruskah aku memujimu? Tentu saja tidak! (1 Korintus 11:18-22)

Memberi kepada orang miskin

Pengembalian tanah

Tahun kelima puluh harus menjadi tahun Yobel bagimu. Jangan menabur atau menuai hasil yang tumbuh dengan sendirinya. Juga jangan memanen buah anggur dari ranting yang tidak dipangkas. Sebab, itu adalah tahun Yobel dan haruslah itu menjadi tahun yang kudus bagimu. Kamu boleh makan dari hasil ladangmu. Dalam tahun Yobel itu, kamu harus kembali ke tanah milikmu. (Imamat 25:11-13)

Hukum tentang orang miskin yang menjadi budak

Jika saudaramu menjadi miskin sehingga dia harus menjual dirinya kepadamu, jangan mempekerjakan dia seperti budak. Dia harus tinggal bersamamu sebagai buruh atau orang asing, dia harus bekerja padamu sampai tahun Yobel. Sesudah itu, dia dan anak-anaknya boleh meninggalkanmu dan kembali kepada keluarganya, ke tanah milik nenek moyangnya. Sebab, mereka adalah para pelayan-Ku, yang Aku bawa keluar dari negeri Mesir. Jangan menjual mereka sebagai budak. Jangan menjadi tuan yang kejam terhadap mereka, tetapi takutlah akan Allahmu. Hamba laki-laki dan hamba perempuan yang kamu miliki haruslah berasal dari bangsa-bangsa yang ada di sekelilingmu. Hanya dari merekalah kamu harus membeli hamba laki-laki dan hamba perempuan. Kamu juga boleh membelinya dari para pendatang yang ada di antaramu atau dari kaum keluarga mereka yang lahir di negerimu. Mereka akan menjadi harta milikmu. Bahkan, kamu boleh mewariskan budak-budak orang asing ini kepada anak-anakmu sebagai harta milik, mereka akan menjadi budakmu selamanya. Akan tetapi, terhadap sesamamu orang Israel, jangan memerintah mereka dengan kejam. Jika seorang pendatang di antaramu menjadi kaya, sedangkan saudaramu menjadi miskin dan menjual dirinya kepada pendatang itu atau kepada kaum keluarganya, dia memiliki hak tebus setelah dia menjual dirinya. Salah seorang saudaranya dapat menebusnya. Paman, sepupu, atau salah seorang dari keluarga dekatnya dapat menebusnya. Atau, jika dia sudah mampu, dia dapat menebus dirinya sendiri. Dia dan orang yang membelinya harus menghitung mulai dari dia menjual dirinya sampai kepada tahun Yobel. Harga penjualan dirinya harus dihitung menurut jumlah tahun itu. Lamanya waktu dia tinggal pada pendatang itu harus dihitung seperti masa kerja orang upahan. Jika jumlah tahunnya banyak, maka berdasarkan jumlah tahun itulah ia harus membayar harga tebusannya dari harga pembeliannya. Jika jumlah tahun sebelum tahun Yobel hanya tinggal beberapa tahun saja, dia harus menghitung dan membayar tebusan untuk dirinya menurut jumlah tahun itu. Dia harus tinggal sebagai buruh dari tahun ke tahun. Janganlah kamu membiarkan ia diperintah dengan kejam di depan matamu. Jika orang itu tidak ditebus dengan cara demikian, orang itu tetap harus dibebaskan pada tahun Yobel, baik dia maupun anak-anaknya. (Imamat 25:39-54)

Ketidaktaatan pada hukum mendatangkan penghakiman

“Beginilah firman TUHAN, Allah Israel, ‘Aku telah membuat perjanjian dengan nenek moyangmu pada hari Aku membawa mereka keluar dari tanah Mesir, dari rumah perhambaan, dengan berkata, “Pada akhir tujuh tahun, masing-masing kamu harus membebaskan sesama orang Ibrani yang telah dijual kepadamu dan telah melayanimu enam tahun, kamu harus membebaskannya darimu.” Akan tetapi, nenek moyangmu tidak mendengarkan Aku ataupun mencondongkan telinganya kepada-Ku. Akhir-akhir ini, kamu bertobat dan melakukan apa yang benar dalam pandangan-Ku dengan menyatakan pembebasan, masing-masing orang kepada sesamanya, dan kamu telah membuat perjanjian di hadapan-Ku, di rumah yang disebut dengan nama-Ku. Namun, kamu berbalik dan mencemarkan nama-Ku; kamu masing-masing mengambil kembali hamba laki-laki dan hamba perempuanmu, yang telah kamu bebaskan sesuai dengan keinginan mereka, dan kamu membawa mereka kepada penundukan untuk menjadi hambamu laki-laki dan hambamu perempuan.’ “Oleh karena itu, beginilah firman TUHAN, ‘Kamu tidak mendengarkan Aku dalam menyatakan pembebasan, setiap orang kepada saudaranya dan kepada sesamanya. Lihatlah, Aku menyatakan kepadamu pembebasan,’ firman TUHAN, ‘dari pedang, penyakit sampar, dan dari kelaparan, dan Aku akan membuatmu menjadi kengerian bagi semua kerajaan di bumi. (Yeremia 34:13-17)

Lain-lain

Hal-hal yang membuat seseorang miskin

Kemiskinan dan cemooh mendatangi orang yang mengabaikan didikan, tetapi siapa mengindahkan teguran akan dihormati. (Amsal 13:18)
Jangan menyukai tidur supaya kamu tidak menjadi miskin; bukalah matamu, maka kamu akan kenyang dengan makanan. (Amsal 20:13)
Orang yang mencintai kesenangan akan menjadi miskin; Orang yang senang dengan anggur dan minyak tidak akan menjadi kaya. (Amsal 21:17)
Jangan berada di antara para peminum anggur, atau di antara para pelahap daging. Sebab, peminum dan pelahap akan menjadi miskin, dan kantuk akan memakaikan pakaian compang-camping pada mereka. (Amsal 23:20-21)

Tidak akan ada orang miskin di negeri itu bila umat taat sepenuhnya

Seharusnya, tidak ada lagi orang miskin di negerimu, karena TUHAN, Allahmu, memberkatimu di tanah yang telah diberikan oleh TUHAN, Allahmu kepadamu untuk menjadi milik pusakamu. Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia seluruh perintah yang kusampaikan kepadamu hari ini. (Ulangan 15:4-5)

Hanya orang miskin yang ditinggalkan di negeri yang dikalahkan

Nebukadnezar mengangkut seluruh orang Israel ke dalam pembuangan. Semua panglima dan semua pahlawan yang gagah perkasa, sebanyak 10.000 orang tawanan, serta semua tukang dan pandai besi. Tidak ada yang ditinggalkan, kecuali orang-orang yang lemah dari antara penduduk negeri. (2 Raja-Raja 24:14)
Namun, kepala pasukan pengawal itu meninggalkan beberapa orang paling miskin di negeri itu untuk menjadi penggarap kebun anggur dan petani. (2 Raja-Raja 25:12)
Akan tetapi, Nebuzaradan, kepala pengawal, meninggalkan orang-orang miskin yang tidak mempunyai apa-apa di tanah Yehuda, dan memberi mereka kebun-kebun anggur dan juga ladang-ladang di hari itu. (Yeremia 39:10)
Ketika semua kepala tentara dan anak buah mereka yang masih ada di ladang mendengar bahwa raja Babel telah menunjuk Gedalya, anak Ahikam, menjadi gubernur di negeri itu dan memercayakan kepadanya laki-laki, perempuan, dan anak-anak, serta orang-orang termiskin di negeri itu, yang tidak diangkut ke Babel, (Yeremia 40:7)
Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal itu, membuang sejumlah orang miskin, sisa-sisa penduduk yang masih tinggal di dalam kota, para pembelot yang memihak kepada raja Babel, dan sisa-sisa para pengrajin. (Yeremia 52:15)